TLii | SUMUT PT BNCT BELAWAN NEW CONTAINER TERMINAL
31/05/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Perlis, Malaysia PT Belawan New Container Terminal (BNCT), Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB), dan Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB) resmi menandatangani Nota Kolaborasi (Memorandum of Collaboration/MoC) untuk membangun koridor logistik baru yang menghubungkan Indonesia, Malaysia, Thailand, serta kawasan Asia Tenggara dan Asia Timur, Jumat (30/5/2026).
Penandatanganan kerja sama strategis tersebut dilaksanakan di sela peresmian Kawasan Perdagangan Bebas Tuanku Syed Sirajuddin yang berlokasi di Perlis Inland Port, Malaysia. Kesepakatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat konektivitas perdagangan dan rantai pasok regional.
MoC ditandatangani oleh Presiden Direktur PT BNCT, Mohamed Suffian bin Abdul Manaf, Chief Executive Officer Penang Port Sdn. Bhd., Dato’ Sasedharan Vasudevan, serta Group Chief Executive Officer Mutiara Perlis Sdn. Bhd., Wan Ahmad Zaheed Wan Mohamad.
Acara tersebut turut disaksikan Raja Perlis, Tuanku Syed Sirajuddin Jamalullail, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Penang, Wanton Saragih, serta para pelaku usaha dari Indonesia dan Malaysia.
Melalui kolaborasi ini, BNCT akan berperan sebagai gerbang utama distribusi barang dari Sumatera, Penang Port sebagai pusat alih muat (transshipment hub), dan Perlis Inland Port sebagai penghubung distribusi menuju Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, serta kawasan Asia Timur termasuk Tiongkok.
Kerja sama ini juga mencakup integrasi sistem digital antar pelabuhan guna meningkatkan efisiensi rantai pasok, mempercepat pergerakan kargo lintas negara, dan menciptakan proses distribusi yang lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Secara operasional, jalur logistik yang dibangun akan menghubungkan Pelabuhan Belawan dengan Penang sejauh sekitar 255 kilometer, kemudian dilanjutkan menuju Perlis Inland Port sejauh 133 kilometer. Rute ini dinilai lebih efisien dibandingkan jalur konvensional melalui Singapura yang memiliki jarak hampir dua kali lebih jauh.
Efisiensi jarak tersebut diyakini mampu memangkas waktu pengiriman dan menurunkan biaya logistik bagi pelaku usaha. Dengan demikian, komoditas asal Sumatera akan memiliki akses yang lebih cepat dan kompetitif menuju pasar Malaysia, ASEAN, hingga Asia Timur.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan perdagangan regional sekaligus memperkuat posisi Sumatera sebagai salah satu pusat distribusi penting dalam jaringan logistik internasional.
Rilisan ini dapat digunakan untuk media massa, website perusahaan, maupun publikasi institusi, Terangnya.
(***)



























