FKUB Kota Langsa Bekali Warga Meurandeh Dayah Sadar Kerukunan

Zul

- Redaksi

Senin, 29 Juli 2024 - 17:20 WIB

20223 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua FKUB Kota Langsa, H Hasanuddin, didampingi tokoh lintas agama saat memberikan pemaparan gampong sadar kerukunan, di Aula Gampong Meurandeh Dayah, Kecamatan Langsa Lama (Foto : Istimewa)

TIMELINES INEWS | LANGSA

Kota Langsa : Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Langsa membekali puluhan warga untuk terus menjaga kerukunan umat beragama sebagai pondasi bernegara yang kuat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui sosialisasi gampong sadar kerukunan kami berharap warga dapat memahami pentingnya sadar kerukunan dan dapat diimplementasikan dalam keseharian,” ungkap Ketua FKUB Kota Langsa, H Hasanuddin, di Aula Gampong Meurandeh Dayah, Kecamatan Langsa Lama, Kamis (25/7).

Menurutnya, dimana pembekalan ini untuk menciptakan suasana aman, rukun dan damai menuju kesejahteraan, bagaimana untuk nyaman beribadah apabila tidak aman.Oleh karena itu kerukunan wajib terjaga dan hal ini yang tidak boleh ditawar-tawar lagi untuk melaksanakan kenyamanan ibadah dimaksud.

Lantas, FKUB dibentuk melalui SK Wali Kota dibawah binaan Kesbangpol Langsa, dimana memiliki peran untuk mengelola dan merawat kerukunan umat beragama.

Disamping itu juga tugas lainnya melakukan dialog di internal, menampung aspirasi dari berbagai agama, begitu juga mensosialisasikan aturan hingga turunannya kepada masyarakat.

Ini tidak bisa kita lakukan sendiri, makanya kami mohon dukungan dan bangun sinergitas pada ormas dan masyarakat yang ada.

“Walaupun berbeda tidak menjadi hambatan untuk menjadi satu, ini harus menjadi pegangan dalam kehidupan ini dalam menjalankan gampong sadar kerukunan,” urainya.

Kepala Kantor Kemenag Kota Langsa, yang diwakili Kasubbag TU, Jafar S.Sos.I, menyatakan merawat kerukunan itu sangat penting karena kita hidup dalam kemajemukan, baik agama maupun suku. Artinya ada perbedaan agama dan interaksi dalam keseharian harus berjalan seiring.

Jagalah kearifan lokal, andaikan ada yang berasal dari Papua di Meurandeh Dayah ini maka harus menyelaraskannya.

“Dalam merawat kerukunan agama pihak kementrian agama berafiliasi pada dua menteri yakni menteri agama dan menteri dalam negeri yang musti dilaksanakan dengan baik, artinya ketika kita duduk sama rendah dan ketika berdiri sama dipundak.

Perwakilan FKUB lainnya Ustadz Bustami SH, MH, menyatakan bahwa tujuan sadar kerukunan untuk mewujudkan kerukunan agama agar tidak terjadi konflik. Apabila ada persoalan yang besar kita kecilkan dan bila kecil bisa kita hilangkan.

Dalam ajaran Islam, tidak ada paksaan masuk agama tertentu begitu juga dengan agama lain juga tidak boleh memaksakan masuk agamanya. Begitu juga hal toleran musti terjaga dalam kehidupan ini yang membedakan adalah ketika beribadah.

FKUB telah melakukan hal yang cukup baik dengan adanya sosialisasi gampong sadar kerukunan, dengan adanya perbedaan itu merupakan sunahtullah,

Senada anggota FKUB lainya yakni, Karifuddin Chiawi, dalam paparannya bahwa kami tidak memandang suku dan agama apapun tetap menjadi saudara, seandainya ada diantara umat muslim yang terkena musibah dan menderita maka kami juga turut merasakan dan kami turut membantu.

“Sejatinya sebuah perbedaan bukan penghalang untuk dapat merajut kerukunan umat beragama,” imbuhnya.

Hal lain menurut Suyanto, tetap mendukung berbagai kegiatan yang digagas oleh FKUB, begitu juga toleran harus terjaga,”Untuk anak-anak yang sekolah di Perguruan Tinggi (PT), kami minta menjaga etika dan menjunjung tinggi kearifan lokal,” pintanya.

Pj Geuchik Gampong Meurandeh Dayah, melalui Kasie Kesejahteraan Rizal, menyatakan kegiatan ini sangat penting apalagi disini rawan konflik karena keberadaan Gampong Meurandeh Dayah disini sangat majemuk sekali dengan adanya universitas.

“Kami senang adanya pemahaman sadar kerukunan ini, kiranya kegiatan yang sama sesering mungkin digagas sebagai edukasi warga juga perangkat,” pungkasnya.

Acara yang dipandu oleh Sekretaris FKUB Kota Langsa, Sri Verawati SH, yang juga Kabid Ketahanan Ekonomi Sosbud dan Ormas Kesbangpol yang dihadiri tokoh lintas agama juga tokoh masyarakat setempat.

Berita Terkait

Tak Bisa Ditunda Lagi, DPRK Gayo Lues Desak Pemerintah Aceh Perbaiki Jalan Ketukah–Abdya
Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas
Polres Pelabuhan Belawan Siap Laksanakan Operasi Keselamatan Toba 2026
Hadiri Rakornas 2026, Walikota Langsa Siap Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Kejati Sumut Ungkap Kasus Korupsi Waterfront Samosir, General Manager PT Yodya Karya Jadi Tersangka
Kajati Sumut: Kejaksaan Siap Kawal Pembangunan di Sumut untuk Kepentingan Masyarakat
Rutan Kelas IIB Tanjung Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara, Perkuat Komitmen Jajaran
SMK Negeri 1, 2, dan 3 Banda Aceh Tekankan Pondasi Akhlak dan Karakter

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:27 WIB

Membangun Hubungan Harmonis, Ka. KPR Rutan Labuhan Deli Lakukan Pendekatan Humanis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:55 WIB

Proses Penyelidikan Penganiayaan Penyandang Disabilitas Masih Berjalan, Polres Pematangsianțar Bawa Korban ke Psikolog

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:34 WIB

Pemko Langsa Raih Penghargaan UHC Madya 2026 dari BPJS Kesehatan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:17 WIB

Aliansi Pers Aceh Gelar Investigasi Besar-besaran Rehab Rekon Pasca Banjir

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:08 WIB

Kemensos Gas Pemulihan Pascabencana Aceh Utara, Gus Ipul: Warga Harus Bangkit, Bukan Sekadar Bertahan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:00 WIB

Edukasi Kesehatan WBP, Kasi Binadik Dan Nakes Lapas Narkotika Samarinda Sosialisasikan Penggunaan Antibiotik yang Tepat

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:41 WIB

Personel Brimob Polda Aceh Diduga Disersi ke Luar Negeri, Polda: Masih Dalam Penelusuran

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:46 WIB

Desa Meunasah Balee, Aceh Besar Raih Penghargaan Nasional dari Menteri Desa

Berita Terbaru