Menyalai Aturan !!! Pante boke New Cs Pekerjakan Anak Di Bawah Umur Tanpa Kartu Tanda Pengenal (KTP) Dan Menjual Obat Terlarang,APH Diminta Bertindak

H²

- Redaksi

Senin, 8 Juli 2024 - 17:24 WIB

5019 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | SUMUT | MEDAN | TUNTUNGAN | Lokasi Tempat Hiburan Malam New CS  (Pante Boke gg.music) di Flamboyan Raya tj.selmat kec.medan tuntungan kota medan , disinyalir mempekerjakan anak di bawah umur dan Menjual obat terlarang Narkotika jenis inex Biasanya di jual ke tamu tamu yang berkunjung yg di Modali dari bos cafe New Cs , mereka adalah anak perempuan di bawah umur yang di ambil dari kabupaten batu baru dan wilayah sebagian kota medan yang dipekerjakan sebagai pemandu lagu (PL) dan pelayan  karaoke (witres).

Informasi yang di himpun dari awak media sdr muel sebagai tamu / pengunjung di cafe New cs mengatakan  tempat hiburan malam atau cafe New CS berpotensi besar menjadi lokasi prostitusi dan peredaran Narkotika jenis inex .

“Banyak yang melapor ke kita kok kaitan anak yang di bawah umur menjadi pemandu lagu dan menjadi pelaku usaha prostitusi dan obat terlarang ,” kata dia..

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemilik New cs Devi & lingga merasa hebat dan kebal hukum karna tidak pernah di sentuh oleh aparat hukum setempat , Dan membantah  bahwasany  tidak ada dan tidak benar menjual Narkotika jenis inex di samping itu pekerja nya banyak tidak mempunyai KTP Dan di bawah umur yg bekerja dst,padahal sudah berjalan sekian lama .

Tempat hiburan malam merujuk pada Perda No. 5 Tahun 2021 Pasal 39 dan Perbup No. 35 Tahun 2022 pasal 4 ayat ( 1 ) dan tidak memiliki satupun izin atas perubahan Perda Nomor 5 Tahun 2021. “ada perubahan mengenai aturan perizinan, pimilik Cafe New cs tidak memiliki izin.

Muel mengatakan, melarang praktik hiburan malam.  Pihaknya beberapa waktu lalu juga berdiskusi dengan dengan Forum Komunikasi Masjid dan Musala (Forkammi), kepala Dinas Pariwisata, dan FPI. Materi yang dibahas dalam diskusi tersebut ialah soal Perda Pariwisata Nomor 3 Tahun 2016, tentang hiburan malam di pantai boke gg.muaic tepat nya di kafe “New Cs” kec.medan tuntungan Tj.slmat kota medan.

“Sebagai bentuk dorongan dari masyarakat agar perda berjalan dengan baik, karena masyarakat sekarang sudah resah banyaknya hiburan malam di pantai boke GG.musik tj.slmat  anak anak di bawah umur dan berdampak  Negatif untuk warga setempat .

Warga setempat menyarankan, agar pengusaha Lingga & devi mengubah usaha menjadi jenis usaha yang tidak dilarang dalam perda. Ada tujuh jenis usaha yang dilarang di dalam perda, yakni diskotik, bar, klub malam, pub, karaoke, panti pijat, dan live music.

“Jadi kita tidak menutup, hanya melarang beroperasinya usaha yang tidak sesuai dengan perda. Kalau mereka mau tetap berusaha ya mereka harus ganti usahanya dengan usaha yang diperbolehkan, usaha yang tidak melanggar peraturan seperti restoran atau yang lainnya karna bisa berdampak buruk untuk masyarakat tj.selmat kec.medan tuntungan kota medan,” katanya.

 

Berita Terkait

Sidang Terbuka UIN Ar-Raniry Berlangsung Alot: Dosen UNISAI Alumni Dayah MUDI Tawarkan Paradigma Baru, Kompetensi Hibrid Lulusan Salafiyah
Polres Pidie Jaya Perkuat Edukasi Karhutla, Satreskrim Bersama DLHK Aceh Pasang Spanduk Imbauan Humanis
Sentuhan Awal TMMD 128: Rumah Warga Mulai Dibangun dari Nol
Angin Kencang Terbangkan Atap Rumah di Montasik, Dinsos dan Tagana Bergerak Cepat Lakukan Pendataan
Desil yang meresahkan sekaligus membingungkan masyarakat
Tuanku Muhammad Desak Pemerintah Aceh Pastikan Seluruh Ibu Hamil dan Menyusui ditanggung oleh JKA tanpa Pandang Desil DTSEN
Sinergi BNNP Aceh–RSJ Aceh Diperkuat, Fokus Tingkatkan Layanan Rehabilitasi NAPZA
Rutan Kelas I Medan Deklarasikan Zero Halinar, Tegaskan Komitmen Berantas HP Ilegal, Pungli, dan Narkoba

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:10 WIB

Sidang Terbuka UIN Ar-Raniry Berlangsung Alot: Dosen UNISAI Alumni Dayah MUDI Tawarkan Paradigma Baru, Kompetensi Hibrid Lulusan Salafiyah

Selasa, 21 April 2026 - 19:06 WIB

Polres Pidie Jaya Perkuat Edukasi Karhutla, Satreskrim Bersama DLHK Aceh Pasang Spanduk Imbauan Humanis

Selasa, 21 April 2026 - 18:44 WIB

Sentuhan Awal TMMD 128: Rumah Warga Mulai Dibangun dari Nol

Selasa, 21 April 2026 - 18:17 WIB

Angin Kencang Terbangkan Atap Rumah di Montasik, Dinsos dan Tagana Bergerak Cepat Lakukan Pendataan

Selasa, 21 April 2026 - 18:03 WIB

Desil yang meresahkan sekaligus membingungkan masyarakat

Selasa, 21 April 2026 - 15:42 WIB

Sinergi BNNP Aceh–RSJ Aceh Diperkuat, Fokus Tingkatkan Layanan Rehabilitasi NAPZA

Selasa, 21 April 2026 - 15:34 WIB

Rutan Kelas I Medan Deklarasikan Zero Halinar, Tegaskan Komitmen Berantas HP Ilegal, Pungli, dan Narkoba

Selasa, 21 April 2026 - 14:55 WIB

Sinergi Pemkab Toba dan GKLI: Bahas Persiapan Sinode Agung XXXII hingga Pelantikan Pimpinan Baru

Berita Terbaru

ACEH

Desil yang meresahkan sekaligus membingungkan masyarakat

Selasa, 21 Apr 2026 - 18:03 WIB