Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam 

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Senin, 15 Juli 2024 - 09:46 WIB

5032 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam 

Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam 

TIMELINES INEWS>>Ketua Peusaba Aceh Mawardi Usman mengaku amat mengutuk keras penggalian Proyek IPAL di Gampong Baro Banda Aceh.

 

“Kenapa penggalian di lakukan pas di depan pintu masuk makam Sultan Jamalul Alam Badrul Munir (1703-17026 M) seorang Sultan Aceh yang sangat dihormati?”, kata Ketua Peusaba.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam

Sultan Jamalul Alam adalah salah seorang Sultan besar Aceh yang berasal dari Dinasti Arab, dan memiliki banyak jasa untuk Aceh. Sultan Jamalul Alam, atau di Aceh dikenal dengan Poteu Jeumaloy, juga berjasa menjalin hubungan dagang dengan negara luar sahabat Kesultanan Aceh Darussalam.

 

Sebagaimana diketahui, setelah masa kekuasaan Sultanah Kamalatsyah (1688-1699 M), maka naik tahta Sultan Badrul Alam Syarief Hasyim sebagai Sultan Aceh (1699-1701 M). Setelah itu naik tahta Sultan Perkasa Alam Syarief Mutakwi atau Sultan Perkasa Alam Syarief Lamtui (1701-1703 M), kemudian naik tahta Sultan Jamalul Alam Badrul Munir (1703-1726 M).

 

Sultan Jamalul Alam terkenal sangat alim dan tercatat sebagai Sultan yang menegakkan hukum, dan membuat perdagangan Aceh maju pada zamannya. Banyak tulisan dan manuskrip yang menuliskan tentang kisah Sultan Jamalul Alam. Setelah Sultan wafat, makamnya amat dihormati oleh Para Raja dan Segala Rakyat setelahnya.

Peusaba Aceh Pertanyakan Penggalian Proyek IPAL di Depan Kompleks Makam Sultan Jamalul Alam

 

“Tapi hari ini malah di depan kompleks makam beliau dilakukan penggalian untuk proyek IPAL pembuangan tinja”, tukas Ketua Peusaba kesal.

 

Ketua Peusaba amat geram dan mempertanyakan apakah proyek IPAL di lakukan untuk membuang limbah IPAL atau untuk menghancurkan makam para Raja Aceh, seperti yang juga dilakukan di Titik Nol Gampong Pande Banda Aceh.

 

Ketua Peusaba mengecam keras tindakan tidak terpuji yang menunjukkan rendahnya sisi kemanusiaan dan penghormatan terhadap pendahulu atau Indatu Bangsa Aceh.

 

Hari ini Aceh mengalami gelombang serangan tanpa henti, malah konser dapat dilakukan dengan bebas di malam 1 Muharram yang tidak pernah ada di Aceh sebelumya. Tidak cukup sampai di sana, sekarang semua adat istiadat dan kekhususan Aceh mau dihapuskan dari bumi para Raja dan Ulama Aceh Ini.

 

Peusaba mengingatkan pihak pemerintah dan pihak proyek IPAL jangan terlalu sombong untuk mencoba menyerang dan menghancurkan makam para raja Aceh. Akan ada reaksi keras yang tidak terduga yang membuat munculnya masalah baru dimasa akan datang.

 

“Kesabaran orang Aceh ada batasnya, jika syariat islam, adat istiadat dan sejarah Aceh, serta kompleks makam para raja dan ulama Aceh terus dihancurkan untuk kepentingan pemusnahan sejarah Islam, maka akan ada tindakan balasan yang tidak terbayangkan!”, tegas Ketua Peusaba.

 

Ketua Peusaba meminta pemerintah bijaksana, dan pihak perusahaan agar segera menghentikan proyek IPAL yang menyasar pemusnahan makam para raja Aceh. Dulu di kawasan Gampong Pande dan Gampong Jawa sekarang malah sudah menyasar ke seluruh Kota Pusaka Banda Aceh.

 

Pemerintah harus menjelaskan kepada publik agenda sebenarnya dan mengapa hanya makam para raja dan ulama saja yang jadi kawasan proyek.

 

Sejarah Aceh adalah sejarah besar dunia. Melindungi makam para raja dan ulama Aceh adalah kewajiban bersama Bangsa Aceh. Para sultan dan ulama terdahulu mewariskan kepada generasi yang akan datang adat istiadat yang berlandaskan syariat Islam. Mempertahankan adat istiadat Aceh dan Syariat Islam di Aceh adalah kewajiban bangsa Aceh.

Berita Terkait

Humas PNL Nahkodai Forum Humas PT Aceh, Muhammad Hatta Terpilih Ketua FHPTA
282 Kasur Digelontorkan, Dinsos Lhokseumawe Perkuat Kesejahteraan Panti Asuhan
Anak Bukan Taruhan, Bunda PAUD Lhokseumawe Warning Keras Pengelola TPA
Pemko Lhokseumawe Gelar Diseminasi, Tahapan Pemilihan Keuchik Serentak 
Latihan Olah Strategi dan Tactical Floor Game Tingkatkan Kesiapan Polda Aceh Hadapi May Day 2026
Bupati Pidie Jaya Serahkan Ambulans Bantuan Presiden untuk Puskesmas Meureudu
Ambulans Bantuan Presiden Perkuat Layanan Kesehatan, Bupati Pidie Jaya Tekankan Perawatan dan Kinerja
BNNP Aceh–FISIP UIN Tanda Tangan MoA: Integrasi Ilmu dan Aksi Lawan Narkoba di Aceh

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 22:20 WIB

Dukung Hak Identitas, WBP Lapas Tebing Tinggi Jalani Perekaman KTP Elektronik.

Selasa, 28 April 2026 - 21:24 WIB

Sidang TPP Bapas Medan Bahas 21 Klien, Mayoritas Disetujui Lanjut Proses Integrasi

Selasa, 28 April 2026 - 21:17 WIB

Pengajian Rutin Bapas Kelas I Medan Perkuat Keimanan dan Profesionalisme Pegawai

Selasa, 28 April 2026 - 21:07 WIB

Pengajian Rutin, Bapas Kelas I Medan Perkuat Keimanan dan Integritas Pegawai

Selasa, 28 April 2026 - 21:07 WIB

Humas PNL Nahkodai Forum Humas PT Aceh, Muhammad Hatta Terpilih Ketua FHPTA

Selasa, 28 April 2026 - 20:55 WIB

Anak Bukan Taruhan, Bunda PAUD Lhokseumawe Warning Keras Pengelola TPA

Selasa, 28 April 2026 - 20:50 WIB

Pemko Lhokseumawe Gelar Diseminasi, Tahapan Pemilihan Keuchik Serentak 

Selasa, 28 April 2026 - 20:36 WIB

Latihan Olah Strategi dan Tactical Floor Game Tingkatkan Kesiapan Polda Aceh Hadapi May Day 2026

Berita Terbaru