Harapan Masyarakat untuk Akses Energi yang Berkeadilan dan Berkelanjutan

SAFARUDDIN

- Redaksi

Rabu, 21 Agustus 2024 - 17:35 WIB

20417 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii|ACEH|NASIONAL – Pendahuluan, Energi merupakan kebutuhan mendasar bagi setiap individu dan masyarakat yang cukup seksi untuk dibincangkan dan diangkat pada era sekarang ini, dari Mas Elon Musk di Amerika sana hingga ke Kang LBP di Indonesia, era yang sedang kita lalui proses transformasinya, dari era bahan bakar fosil menuju kearah implementasi energi hijau di semua sektor.

Energi ini menjadi roda penggerak utama perekonomian negara, dapat mendukung pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, di balik peran vitalnya, tantangan besar dalam penyediaan energi yang berkelanjutan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh banyak negara, termasuk negara kita, Indonesia. “Energi Punya Semua” mencerminkan harapan agar energi tidak hanya tersedia secara merata, tetapi juga berkelanjutan, ramah lingkungan, berkeadilan dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat, mari coba kita bahas satu persatu.

Tantangan Akses Energi di Indonesia
Sudah kita tahu bersama, Indonesia sebagai negara kepulauan dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, menghadapi tantangan geografis dalam penyediaan energi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak wilayah terpencil yang belum sepenuhnya menikmati akses listrik yang memadai. Selain itu, ketergantungan yang tinggi pada bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi menambah beban lingkungan, memicu polusi, serta berkontribusi pada perubahan iklim global.
Tidak hanya itu, masalah ketimpangan akses energi masih terlihat jelas antara perkotaan dan pedesaan. Di kota-kota besar, akses energi relatif mudah dengan infrastruktur yang sudah berkembang, sementara di pedesaan dan daerah terpencil, masyarakat sering kali bergantung pada sumber energi tradisional yang kurang efisien dan tidak ramah lingkungan.

Harapan Masyarakat untuk Energi Berkelanjutan
Masyarakat Indonesia memiliki harapan besar terhadap masa depan energi yang lebih baik. Mereka menginginkan akses energi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, berkeadilan dan terjangkau. Energi yang berkelanjutan berarti adanya jaminan bahwa sumber daya energi yang digunakan tidak hanya mencukupi kebutuhan saat ini, tetapi juga tersedia untuk generasi mendatang tanpa merusak lingkungan.
Pertama, kita masuk pada akses energi yang merata dan terjangkau, hal ini terbersit bagi masyarakat yang berharap pemerintah dapat memastikan distribusi energi yang merata hingga ke pelosok negeri.

Selain itu, harga energi yang terjangkau juga menjadi faktor penting agar semua lapisan masyarakat dapat menikmati manfaat energi secara adil. Aspek kedua, pengembangan energi terbarukan, salah satu kunci keberlanjutan energi adalah dengan pengembangan sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan air.

Masyarakat mendambakan peralihan yang lebih cepat dari energi fosil ke energi terbarukan untuk mengurangi dampak lingkungan serta ketergantungan pada sumber daya yang tidak dapat diperbarui.

Aspek ketiga, perlu adanya pendidikan dan kesadaran energi, untuk senantiasa dapat menimbulkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya efisiensi energi dan penggunaan sumber energi yang ramah lingkungan perlu ditingkatkan. Kampanye dan edukasi mengenai penghematan energi serta penggunaan teknologi ramah lingkungan akan sangat membantu dalam mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Aspek keempat, perlu adanya inovasi teknologi untuk efisiensi energi, dengan adanya perkembangan teknologi juga harus dimanfaatkan untuk menciptakan solusi-solusi inovatif dalam efisiensi penggunaan energi. Misalnya, penerapan smart grid, pengembangan kendaraan listrik, serta teknologi penyimpanan energi yang lebih efisien dapat menjadi bagian dari upaya mencapai energi berkelanjutan.

Peran Pemerintah dan Sektor Swasta
Untuk mewujudkan harapan masyarakat tersebut, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sangatlah penting.

Pemerintah sebagai regulator perlu menetapkan kebijakan yang mendukung pengembangan energi terbarukan dan efisiensi energi, termasuk insentif bagi perusahaan yang berinvestasi di sektor ini.

Di sisi lain, sektor swasta dapat berperan sebagai inovator dalam pengembangan teknologi energi baru dan terbarukan.

Kesimpulan
“Energi Punya Semua” bukan hanya sekadar slogan dan kampanye semata, tetapi merupakan panggilan untuk bertindak demi masa depan yang lebih baik.

Masyarakat Indonesia berharap akses energi yang berkelanjutan dapat terwujud sehingga setiap orang, di mana pun berada, dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas sampai Pulau Rote dapat menikmati manfaat energi yang bersih, terjangkau, dan tersedia untuk jangka panjang dan berkeadilan. Kolaborasi semua pihak diperlukan untuk mewujudkan harapan ini dan memastikan bahwa energi memang benar-benar milik semua.

Ini merupakan harapan mutlak masyarakat yang harus menjadi prioritas, terus berusaha tanpa henti untuk mewujudkan harapan kita bersama.
Wallahul muwaffiq ila aqwamit-thariiq, billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat
Samudera Pasai, Aceh Utara, 21 Agustus 2024/16 Safar 1446 H.

Adhifatra Agussalim, CIP, CIAPA, CASP, CPAM

Praktisi Internal Auditor, aktif sebagai Sekretaris DPW Sekber Wartawan Indonesia (SWI) Provinsi Aceh, telah memiliki Certified Audit SMK3 Professional (CASP), Certified Professional Audit Manager (CPAM), Certified Internal Auditor Professional Advance (CIAPA), Certified Ilmu Philosophy (CIP), Sertifikat Kompetensi UKW Wartawan Muda dan juga tergabung sebagai Member of The Institute of Internal Auditors (IIA) Indonesia dan Member of Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) dan aktif dibeberapa komunitas penulis seperti Rumah Produktif Indonesia (RPI) dan juga Komuniti Antologi Secawan Kopi Selangor Darul Ehsan, Malaysia, serta Bengkel Narasi Dili, Timor Leste,

Penulis : Adhifatra Agussalim.(sin).

Berita Terkait

Wagub Aceh: Jamaah Umrah Akan Merasakan Pengalaman Layanan Setara Haji di Asrama Haji Aceh
Membangun Hubungan Harmonis, Ka. KPR Rutan Labuhan Deli Lakukan Pendekatan Humanis
Proses Penyelidikan Penganiayaan Penyandang Disabilitas Masih Berjalan, Polres Pematangsianțar Bawa Korban ke Psikolog
Pulihkan Ekosistem Pascabencana, Bupati Pidie Jaya Tanam 300 Pohon di Meurah Dua
Pemko Langsa Raih Penghargaan UHC Madya 2026 dari BPJS Kesehatan
Dukung Pertumbuhan Ekonomi Rakyat, Bank Aceh Syariah Peroleh Kuota KUR Rp 1,5 Triliun di Tahun 2026
Aliansi Pers Aceh Gelar Investigasi Besar-besaran Rehab Rekon Pasca Banjir
Kemensos Gas Pemulihan Pascabencana Aceh Utara, Gus Ipul: Warga Harus Bangkit, Bukan Sekadar Bertahan

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 17:21 WIB

Panggung Gembira Pentas Seni Pondok Pesantren Thawalib ACEH TENGGARA

Minggu, 1 Februari 2026 - 14:26 WIB

Verifikasi Terbuka Rumah Rusak, Bupati Pidie Jaya Gandeng Media dan Masyarakat

Sabtu, 31 Januari 2026 - 23:18 WIB

Kadis Sosial Aceh Tenggara Akui Dana Makan Anak Yatim Panti Asuhan Telah Dikembalikan

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:00 WIB

Tim Gabungan Bea Cukai Langsa Gagalkan Ekspor Ilegal Satwa Liar

Sabtu, 31 Januari 2026 - 01:34 WIB

6 Bulan Tak Masuk Kantor, Oknum ASN Dinas LHK Aceh Tenggara Dilaporkan

Jumat, 30 Januari 2026 - 17:02 WIB

Serikat Aksi Peduli Aceh kembali Menyoroti Kinerja Badan Reintegrasi Aceh (BRA)

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:55 WIB

Walikota Langsa dan Ketua DPRK Perjuangkan Nasib Honorer Tidak Lulus PPPK

Jumat, 30 Januari 2026 - 16:42 WIB

Ditunda, Pelantikan PPPK Paruh Waktu Kota Langsa Menjadi Rabu

Berita Terbaru

KALIMANTAN SELATAN

Turut Berduka, Rutan Tanjung Kehilangan Petugas Terbaik Ibu Herni Yusnita

Minggu, 1 Feb 2026 - 23:14 WIB

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Dari Ratir ke Aksi: Kwarwil HW Babel Siapkan Langkah Besar di 2026

Minggu, 1 Feb 2026 - 22:43 WIB