Pedagang di Pasar Terpadu Desa Busstanussalam Keluhkan Hewan Ternak Sapi Berkeliaran

REDAKSI 1

- Redaksi

Sabtu, 7 September 2024 - 20:25 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampakan salah satu sapi liat yang berkeliaran disiang hari dilingkungan pasar terpadu busstanussalam salah satu pusat pasar andalan kota blangkejeren kabupaten Gayo Lues 

 

TLii | ACEH | GAYO LUES | Blangkejeren, Para pedagang di Pasar Terpadu Desa Busstanussalam, Kecamatan Blangkejeren, mengeluhkan kondisi pasar yang dipenuhi kotoran akibat hewan ternak sapi yang berkeliaran bebas. Keluhan ini datang dari sejumlah pedagang yang merasa terganggu dengan situasi tersebut, terutama karena aktivitas pasar sering terhambat dan lingkungan menjadi tidak nyaman, Sabtu (07/09/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penampakan bekas kotoran sapi yang sulit dibersihkan oleh para pedagang di pasar terpadu busstanussalam kec. Blangkejeren Kabupaten Gayo Lues

AZ (30), seorang pedagang warung kopi di pasar tersebut, mengungkapkan bahwa sapi-sapi tersebut sering berkumpul di area pasar, terutama pada malam hari, sehingga pasar berubah menjadi seperti kandang sapi. “Kami merasa sangat terganggu. Pemilik sapi sepertinya tidak punya rasa tanggung jawab karena mereka membiarkan sapi-sapi ini berkeliaran tanpa pengawasan,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan oleh JM (50), seorang pedagang beras di Pasar Terpadu Busstanussalam, yang juga merupakan pusat ekonomi penting bagi Kota Blangkejeren. JM berharap agar instansi terkait segera melakukan penertiban kembali, mengingat sudah lama tidak ada tindakan dari pihak berwenang. “Kami berharap pemerintah kabupaten dapat segera membuat peraturan daerah (Perda) yang melarang ternak dilepas di area pasar dan kota. Dengan adanya aturan tersebut, masyarakat yang melanggar bisa dikenakan sanksi,” harapnya.

Para pedagang juga menegaskan bahwa masalah ini telah berlangsung cukup lama, namun hingga saat ini belum ada tindakan yang signifikan dari pihak berwenang. Mereka khawatir jika situasi ini terus dibiarkan, pasar akan semakin tidak nyaman dan mengganggu aktivitas jual beli yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

“Jika dibiarkan, tidak hanya kami sebagai pedagang yang dirugikan, tapi juga konsumen yang datang ke pasar. Mereka pasti enggan datang ke sini jika kondisi pasar dipenuhi kotoran ternak,” tambah AZ.

Sementara itu, warga sekitar juga mulai mengeluhkan bau tidak sedap yang kerap muncul di area pasar akibat kotoran ternak yang tidak dibersihkan secara rutin. Para pedagang berharap masalah ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah, terutama dinas terkait, agar Pasar Terpadu Desa Busstanussalam bisa kembali berfungsi dengan baik sebagai pusat ekonomi yang bersih dan nyaman.

Langkah penertiban yang diharapkan mencakup pelarangan pelepasan hewan ternak di area publik, serta penegakan sanksi bagi pemilik ternak yang melanggar aturan. Selain itu, adanya program kebersihan pasar yang lebih teratur juga dinilai penting untuk menjaga kenyamanan pedagang dan pembeli.

Sampai saat ini, masyarakat dan pedagang menunggu tanggapan serta tindakan nyata dari pemerintah daerah dalam menanggulangi masalah ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum dapat dihubungi untuk memberikan konfirmasi atau tanggapan atas keluhan para pedagang di Pasar Terpadu Desa Busstanussalam ini. (Redaksi)

Berita Terkait

AKBP Tendri Wardi Resmi Jabat Kapolres Pidie Jaya, Gantikan AKBP Ahmad Faisal Pasaribu
*Sat Samapta Polres Pidie Jaya Gelar Patroli Perintis Presisi, Ciptakan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif*
Dukung Penguatan Tata Kelola, Rutan Tanjung Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kemenimipas
Rutan Kelas IIB Tanjung Raih Apresiasi Kanwil Ditjenpas Kalsel atas Kinerja Pemutakhiran Data
Tanamkan Nilai Integritas: Karutan Labuhan Deli Beri Pembekalan ke Generasi Penerus Pemasyarakatan
Wali Kota Langsa Nobar Piala Dunia Inggris vs Argentina Bersama Masyarakat di Videotron 
Dukung Transformasi, Lapas Tebing Tinggi Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Secara Virtual
Rutan Tanjung Pura Serahkan Alat Kebersihan kepada 26 Warga Binaan Tamping untuk Wujudkan Lingkungan Bersih

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 10:37 WIB

Dukung Penguatan Tata Kelola, Rutan Tanjung Ikuti Pelantikan Pimpinan Tinggi Madya Kemenimipas

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:39 WIB

Perkuat Disiplin & Integritas, Rutan Kelas IIB Tanjung Komitmen Tindaklanjuti Arahan Kakanwil

Rabu, 15 Juli 2026 - 02:17 WIB

Perkuat Tata Kelola, Kakanwil Ditjenpas Kalsel Monev Rutan Kelas IIB Tanjung

Senin, 13 Juli 2026 - 13:32 WIB

Tanamkan Nilai Pancasila, Rutan Kelas IIB Tanjung Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:31 WIB

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Ka. KPR Rutan Tanjung Pimpin Kontrol Area Hunian hingga SAE

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:05 WIB

Rutan Tanjung Komitmen Wujudkan Tata Kelola SDM Objektif & Berbasis Kompetensi

Rabu, 8 Juli 2026 - 22:13 WIB

Ustadzah Erni Muliati: Jadikan Masa Pembinaan Momentum Perbaiki Diri & Dekat dengan Allah

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:51 WIB

Sinergi Rutan Tanjung & Kemenag Tabalong Optimalkan Pembinaan Kepribadian Warga Binaan Nasrani

Berita Terbaru

ARTIKEL

Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?

Kamis, 16 Jul 2026 - 10:36 WIB