SAPA: Pemindahan Ibu Kota ke Aceh Tengah adalah Investasi Jangka Panjang

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Jumat, 1 November 2024 - 12:39 WIB

5037 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh - Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), sebuah lembaga yang dikenal lantang menyuarakan isu-isu strategis dan kepentingan publik di Aceh, menantang kedua calon gubernur Aceh Mualem dan Bustami untuk berani mengambil langkah besar dalam membangun Aceh dengan memindahkan ibu kota provinsi dari Banda Aceh ke Aceh Tengah. 

Menurut SAPA, pemindahan ini bukan hanya soal lokasi, tetapi terkait upaya meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Aceh.

Banda Aceh, ibu kota provinsi saat ini, berada di dataran rendah dan menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin memburuk dari tahun ke tahun. Ketersediaan air bersih di Banda Aceh semakin menipis, sementara perubahan iklim memperburuk kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat Banda Aceh menjadi rentan terhadap bencana seperti banjir dan kekeringan di waktu-waktu tertentu. 

Dengan kondisi demikian, SAPA menilai sudah saatnya mempertimbangkan pemindahan ibu kota ke wilayah yang lebih strategis dan aman dari sisi lingkungan.

Ketua SAPA, Fauzan Adami, mengungkapkan bahwa Aceh Tengah merupakan lokasi yang ideal untuk ibu kota baru. Terletak di jantung provinsi, Aceh Tengah memungkinkan akses yang lebih mudah bagi semua kabupaten dan kota di sekitarnya, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman. 

“Aceh Tengah berada di posisi yang strategis, menjadikannya lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat di Aceh. Dengan ibu kota di tengah provinsi, kita bisa mempermudah koordinasi, mempercepat layanan pemerintah, dan menjamin pemerataan pembangunan,” ujar Fauzan. Jumat 1 November 2024.

Lebih lanjut, SAPA menekankan bahwa Aceh Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemerintahan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Ketersediaan sumber daya alam dan bentang alam yang relatif stabil di Aceh Tengah membuatnya layak dipertimbangkan. 

Dengan ketinggian yang lebih tinggi dan jauh dari ancaman bencana laut seperti banjir, daerah ini juga memiliki suhu yang lebih sejuk, memberikan kondisi lingkungan yang nyaman dan sehat bagi para pekerja dan penduduk yang tinggal di sana. 

“Kita butuh pusat pemerintahan yang aman dari risiko bencana dan didukung oleh kondisi alam yang baik,” tambah Fauzan.

Dalam pernyataannya, SAPA secara tegas menantang kedua calon gubernur untuk mengangkat isu ini sebagai bagian dari visi dan misi mereka. SAPA menginginkan agar pemindahan ibu kota tidak hanya menjadi wacana, tetapi sebuah komitmen nyata yang dijadikan prioritas bagi siapa pun yang terpilih nanti.

Aceh - Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), sebuah lembaga yang dikenal lantang menyuarakan isu-isu strategis dan kepentingan publik di Aceh, menantang kedua calon gubernur Aceh Mualem dan Bustami untuk berani mengambil langkah besar dalam membangun Aceh dengan memindahkan ibu kota provinsi dari Banda Aceh ke Aceh Tengah. Menurut SAPA, pemindahan ini bukan hanya soal lokasi, tetapi terkait upaya meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Aceh. Banda Aceh, ibu kota provinsi saat ini, berada di dataran rendah dan menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin memburuk dari tahun ke tahun. Ketersediaan air bersih di Banda Aceh semakin menipis, sementara perubahan iklim memperburuk kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat Banda Aceh menjadi rentan terhadap bencana seperti banjir dan kekeringan di waktu-waktu tertentu. Dengan kondisi demikian, SAPA menilai sudah saatnya mempertimbangkan pemindahan ibu kota ke wilayah yang lebih strategis dan aman dari sisi lingkungan. Ketua SAPA, Fauzan Adami, mengungkapkan bahwa Aceh Tengah merupakan lokasi yang ideal untuk ibu kota baru. Terletak di jantung provinsi, Aceh Tengah memungkinkan akses yang lebih mudah bagi semua kabupaten dan kota di sekitarnya, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman. “Aceh Tengah berada di posisi yang strategis, menjadikannya lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat di Aceh. Dengan ibu kota di tengah provinsi, kita bisa mempermudah koordinasi, mempercepat layanan pemerintah, dan menjamin pemerataan pembangunan,” ujar Fauzan. Jumat 1 November 2024. Lebih lanjut, SAPA menekankan bahwa Aceh Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemerintahan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Ketersediaan sumber daya alam dan bentang alam yang relatif stabil di Aceh Tengah membuatnya layak dipertimbangkan. Dengan ketinggian yang lebih tinggi dan jauh dari ancaman bencana laut seperti banjir, daerah ini juga memiliki suhu yang lebih sejuk, memberikan kondisi lingkungan yang nyaman dan sehat bagi para pekerja dan penduduk yang tinggal di sana. “Kita butuh pusat pemerintahan yang aman dari risiko bencana dan didukung oleh kondisi alam yang baik,” tambah Fauzan. Dalam pernyataannya, SAPA secara tegas menantang kedua calon gubernur untuk mengangkat isu ini sebagai bagian dari visi dan misi mereka. SAPA menginginkan agar pemindahan ibu kota tidak hanya menjadi wacana, tetapi sebuah komitmen nyata yang dijadikan prioritas bagi siapa pun yang terpilih nanti. "Kami tantang kedua calon, Mualem dan Bustami, untuk menunjukkan keberanian dan komitmen mereka terhadap masa depan Aceh. Ini adalah momen bagi mereka untuk berdiri bersama masyarakat dan menjawab kebutuhan akan pemerintahan yang lebih efektif dan terjangkau bagi seluruh wilayah Aceh," tegas Fauzan. SAPA percaya, dengan ibu kota di Aceh Tengah, bukan hanya pemerataan akses yang akan dirasakan oleh masyarakat di seluruh Aceh, tetapi juga pemerataan dalam aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan. Infrastruktur dan fasilitas yang terbangun di pusat provinsi baru akan membawa pengaruh besar bagi daerah sekitarnya, menciptakan lapangan kerja, memacu ekonomi lokal, serta mempercepat pemerataan pembangunan yang selama ini menjadi tantangan bagi Aceh. “Pemindahan ibu kota ini adalah bagian dari mimpi besar membangun Aceh yang lebih berkeadilan dan berdaya saing. Jangan sampai kemajuan hanya terpusat di satu daerah sementara daerah lainnya tertinggal. Aceh Tengah menawarkan potensi untuk membangun pusat pemerintahan yang benar-benar bisa menggerakkan seluruh daerah di Aceh,” kata Fauzan. SAPA berharap bahwa kedua calon gubernur, Mualem dan Bustami, dapat memahami besarnya dampak dari pemindahan ibu kota dan menjadikannya sebagai komitmen konkret dalam kepemimpinan mereka. Menurut SAPA, kebijakan pemindahan ibu kota ini penting bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. "Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung wacana ini sebagai bagian dari perjuangan bersama membangun Aceh yang lebih baik," ujar Ketua SAPA, Fauzan Adami

TIMELINES INEWS>>Aceh – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), sebuah lembaga yang dikenal lantang menyuarakan isu-isu strategis dan kepentingan publik di Aceh, menantang kedua calon gubernur Aceh Mualem dan Bustami untuk berani mengambil langkah besar dalam membangun Aceh dengan memindahkan ibu kota provinsi dari Banda Aceh ke Aceh Tengah.

Menurut SAPA, pemindahan ini bukan hanya soal lokasi, tetapi terkait upaya meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Aceh.

Aceh – Serikat Aksi Peduli Aceh (SAPA), sebuah lembaga yang dikenal lantang menyuarakan isu-isu strategis dan kepentingan publik di Aceh, menantang kedua calon gubernur Aceh Mualem dan Bustami untuk berani mengambil langkah besar dalam membangun Aceh dengan memindahkan ibu kota provinsi dari Banda Aceh ke Aceh Tengah.
Menurut SAPA, pemindahan ini bukan hanya soal lokasi, tetapi terkait upaya meningkatkan kesejahteraan dan pembangunan yang lebih merata di seluruh wilayah Aceh.
Banda Aceh, ibu kota provinsi saat ini, berada di dataran rendah dan menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin memburuk dari tahun ke tahun. Ketersediaan air bersih di Banda Aceh semakin menipis, sementara perubahan iklim memperburuk kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat Banda Aceh menjadi rentan terhadap bencana seperti banjir dan kekeringan di waktu-waktu tertentu.
Dengan kondisi demikian, SAPA menilai sudah saatnya mempertimbangkan pemindahan ibu kota ke wilayah yang lebih strategis dan aman dari sisi lingkungan.
Ketua SAPA, Fauzan Adami, mengungkapkan bahwa Aceh Tengah merupakan lokasi yang ideal untuk ibu kota baru. Terletak di jantung provinsi, Aceh Tengah memungkinkan akses yang lebih mudah bagi semua kabupaten dan kota di sekitarnya, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman.
“Aceh Tengah berada di posisi yang strategis, menjadikannya lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat di Aceh. Dengan ibu kota di tengah provinsi, kita bisa mempermudah koordinasi, mempercepat layanan pemerintah, dan menjamin pemerataan pembangunan,” ujar Fauzan. Jumat 1 November 2024.
Lebih lanjut, SAPA menekankan bahwa Aceh Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemerintahan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Ketersediaan sumber daya alam dan bentang alam yang relatif stabil di Aceh Tengah membuatnya layak dipertimbangkan.
Dengan ketinggian yang lebih tinggi dan jauh dari ancaman bencana laut seperti banjir, daerah ini juga memiliki suhu yang lebih sejuk, memberikan kondisi lingkungan yang nyaman dan sehat bagi para pekerja dan penduduk yang tinggal di sana.
“Kita butuh pusat pemerintahan yang aman dari risiko bencana dan didukung oleh kondisi alam yang baik,” tambah Fauzan.
Dalam pernyataannya, SAPA secara tegas menantang kedua calon gubernur untuk mengangkat isu ini sebagai bagian dari visi dan misi mereka. SAPA menginginkan agar pemindahan ibu kota tidak hanya menjadi wacana, tetapi sebuah komitmen nyata yang dijadikan prioritas bagi siapa pun yang terpilih nanti.
“Kami tantang kedua calon, Mualem dan Bustami, untuk menunjukkan keberanian dan komitmen mereka terhadap masa depan Aceh. Ini adalah momen bagi mereka untuk berdiri bersama masyarakat dan menjawab kebutuhan akan pemerintahan yang lebih efektif dan terjangkau bagi seluruh wilayah Aceh,” tegas Fauzan.
SAPA percaya, dengan ibu kota di Aceh Tengah, bukan hanya pemerataan akses yang akan dirasakan oleh masyarakat di seluruh Aceh, tetapi juga pemerataan dalam aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan. Infrastruktur dan fasilitas yang terbangun di pusat provinsi baru akan membawa pengaruh besar bagi daerah sekitarnya, menciptakan lapangan kerja, memacu ekonomi lokal, serta mempercepat pemerataan pembangunan yang selama ini menjadi tantangan bagi Aceh.
“Pemindahan ibu kota ini adalah bagian dari mimpi besar membangun Aceh yang lebih berkeadilan dan berdaya saing. Jangan sampai kemajuan hanya terpusat di satu daerah sementara daerah lainnya tertinggal. Aceh Tengah menawarkan potensi untuk membangun pusat pemerintahan yang benar-benar bisa menggerakkan seluruh daerah di Aceh,” kata Fauzan.
SAPA berharap bahwa kedua calon gubernur, Mualem dan Bustami, dapat memahami besarnya dampak dari pemindahan ibu kota dan menjadikannya sebagai komitmen konkret dalam kepemimpinan mereka.
Menurut SAPA, kebijakan pemindahan ibu kota ini penting bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung wacana ini sebagai bagian dari perjuangan bersama membangun Aceh yang lebih baik,” ujar Ketua SAPA, Fauzan Adami

Banda Aceh, ibu kota provinsi saat ini, berada di dataran rendah dan menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang semakin memburuk dari tahun ke tahun. Ketersediaan air bersih di Banda Aceh semakin menipis, sementara perubahan iklim memperburuk kondisi cuaca yang tidak menentu, membuat Banda Aceh menjadi rentan terhadap bencana seperti banjir dan kekeringan di waktu-waktu tertentu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dengan kondisi demikian, SAPA menilai sudah saatnya mempertimbangkan pemindahan ibu kota ke wilayah yang lebih strategis dan aman dari sisi lingkungan.

 

Ketua SAPA, Fauzan Adami, mengungkapkan bahwa Aceh Tengah merupakan lokasi yang ideal untuk ibu kota baru. Terletak di jantung provinsi, Aceh Tengah memungkinkan akses yang lebih mudah bagi semua kabupaten dan kota di sekitarnya, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman.

 

“Aceh Tengah berada di posisi yang strategis, menjadikannya lebih mudah diakses oleh seluruh masyarakat di Aceh. Dengan ibu kota di tengah provinsi, kita bisa mempermudah koordinasi, mempercepat layanan pemerintah, dan menjamin pemerataan pembangunan,” ujar Fauzan. Jumat 1 November 2024.

 

Lebih lanjut, SAPA menekankan bahwa Aceh Tengah memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemerintahan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Ketersediaan sumber daya alam dan bentang alam yang relatif stabil di Aceh Tengah membuatnya layak dipertimbangkan.

 

Dengan ketinggian yang lebih tinggi dan jauh dari ancaman bencana laut seperti banjir, daerah ini juga memiliki suhu yang lebih sejuk, memberikan kondisi lingkungan yang nyaman dan sehat bagi para pekerja dan penduduk yang tinggal di sana.

 

“Kita butuh pusat pemerintahan yang aman dari risiko bencana dan didukung oleh kondisi alam yang baik,” tambah Fauzan.

 

Dalam pernyataannya, SAPA secara tegas menantang kedua calon gubernur untuk mengangkat isu ini sebagai bagian dari visi dan misi mereka. SAPA menginginkan agar pemindahan ibu kota tidak hanya menjadi wacana, tetapi sebuah komitmen nyata yang dijadikan prioritas bagi siapa pun yang terpilih nanti.

 

“Kami tantang kedua calon, Mualem dan Bustami, untuk menunjukkan keberanian dan komitmen mereka terhadap masa depan Aceh. Ini adalah momen bagi mereka untuk berdiri bersama masyarakat dan menjawab kebutuhan akan pemerintahan yang lebih efektif dan terjangkau bagi seluruh wilayah Aceh,” tegas Fauzan.

 

SAPA percaya, dengan ibu kota di Aceh Tengah, bukan hanya pemerataan akses yang akan dirasakan oleh masyarakat di seluruh Aceh, tetapi juga pemerataan dalam aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan. Infrastruktur dan fasilitas yang terbangun di pusat provinsi baru akan membawa pengaruh besar bagi daerah sekitarnya, menciptakan lapangan kerja, memacu ekonomi lokal, serta mempercepat pemerataan pembangunan yang selama ini menjadi tantangan bagi Aceh.

 

“Pemindahan ibu kota ini adalah bagian dari mimpi besar membangun Aceh yang lebih berkeadilan dan berdaya saing. Jangan sampai kemajuan hanya terpusat di satu daerah sementara daerah lainnya tertinggal. Aceh Tengah menawarkan potensi untuk membangun pusat pemerintahan yang benar-benar bisa menggerakkan seluruh daerah di Aceh,” kata Fauzan.

 

SAPA berharap bahwa kedua calon gubernur, Mualem dan Bustami, dapat memahami besarnya dampak dari pemindahan ibu kota dan menjadikannya sebagai komitmen konkret dalam kepemimpinan mereka.

 

Menurut SAPA, kebijakan pemindahan ibu kota ini penting bukan hanya untuk kebutuhan saat ini, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.

 

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung wacana ini sebagai bagian dari perjuangan bersama membangun Aceh yang lebih baik,” ujar Ketua SAPA, Fauzan Adami.

Berita Terkait

UNIDA Lepas 136 Mahasiswa KKN, Siap Mengabdi di Aceh Besar dan Thailand
Armada Truk Fuso Perkuat Koperasi Desa Merah Putih, Bupati: Penggerak Ekonomi dan Ketahanan Pangan Desa
Bapas Kelas I Palangka Raya Komitmen Jaga Nilai Kebangsaan Lewat Dekorasi Merah Putih HUT ke-81 RI
Bongkar 96 Kasus BBM Ilegal Sepanjang 2026, Kapolda Sumsel Hadirkan Solusi Gakkum dan Ekonomi Legal
140 Tahun Perkeretaapian di Sumatera Utara, Dari Jalur Perkebunan Menjadi Penggerak Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi
SURYA PALOH TIBA DI BANDARA MALIKUSSALEH, HADIRI HUT KE-20 YAYASAN SUKMA BANGSA
Dilantik Cak Imin, Chaidir Toweren Resmi Jabat Ketua DPC PKB Kota Langsa
Matangkan Persiapan Communication Care 2026, HMP KPI UIN Ar-Raniry Audiensi dengan Geuchik Gampong Lamsujen
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:24 WIB

Perkuat Pelaksanaan Tugas dan Fungsi, Rutan Tanjung Pura Ikuti Arahan Dirjenpas Secara Virtual

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:15 WIB

Optimalkan Pelaksanaan Tusi, Kalapas Bersama Jajaran Lapas Padangsidimpuan Ikuti Zoom Pengarahan Dirjenpas

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:58 WIB

Rutan Labuhan Deli Jadi Tuan Rumah Penguatan Tusi UPT Pemasyarakatan se-Sumut oleh Stafsus Menimipas

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:20 WIB

Perkuat Tugas dan Fungsi Pegawai, Lapas Perempuan Medan Ikuti Pengarahan Dirjen Pemasyarakatan Secara Virtual

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:11 WIB

Bapas Medan Ikuti Pengarahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Melalui Zoom Meeting

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:05 WIB

Sinergi TNI dan Pemasyarakatan, Karutan Labuhan Deli Hadiri Pembagian Tali Asih di Koramil Marelan

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:40 WIB

Kontrol Keliling Blok Hunian, Lapas Pemuda Langkat Perkuat Pengawasan Dan Deteksi Dini Kamtib

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:57 WIB

PT PPK Perkuat Daya Saing Pelabuhan Belawan Lewat Pembangunan Jaringan Listrik Modern

Berita Terbaru