Klarifikasi Terkait Dampak Penutupan Sementara Dua Pabrik Getah Pinus di Aceh

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 24 Juni 2025 - 13:45 WIB

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | GAYO LUES — Saat ini terdapat lima pabrik pengolahan getah pinus yang beroperasi di wilayah Aceh. Namun, dua pabrik yaitu PT. PMI dan PT. Hopson telah dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi kewajiban perizinan yang berlaku sesuai ketentuan dari pemerintah daerah.

Terkait isu yang beredar bahwa penutupan kedua pabrik tersebut telah menyebabkan anjloknya harga getah pinus serta tidak adanya pembeli, isu tersebut tidak benar dan tidak berdasar. Tiga pabrik lainnya, yaitu:

PT. JMI di Takengon, PT. Rosin di Gayo Lues, PT. KHBL di Gayo Lues

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

masih beroperasi secara resmi dengan izin lengkap dan aktif melakukan pembelian getah pinus. Harga yang ditawarkan ketiga pabrik tersebut relatif stabil dan tidak mengalami penurunan signifikan pasca penutupan PT. PMI dan PT. Hopson. Informasi harga dapat langsung dikonfirmasi ke masing-masing pabrik.

 

Menanggapi Isu “Ancaman Terhadap Stabilitas Ekonomi Gayo Lues”

Beberapa kalangan menyampaikan kekhawatiran bahwa penutupan sementara dua pabrik tersebut menjadi ancaman bagi perekonomian lokal, khususnya di Gayo Lues yang bergantung pada sektor getah pinus. Mereka menyebut kebijakan penyegelan dapat memperparah kondisi ekonomi masyarakat yang saat ini sedang menghadapi tekanan daya beli.

Namun, pandangan berbeda disampaikan oleh salah satu aktivis mahasiswa di Kecamatan Rikit Gaib, Kabupaten Gayo Lues, yang menilai langkah penertiban justru positif bagi keberlanjutan ekonomi dan lingkungan di Aceh.

 

Justru dengan ditertibkannya pabrik-pabrik getah pinus yang belum memenuhi perizinan, ini akan menunjang perekonomian Aceh ke depan. Operasi tanpa izin dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, termasuk pencemaran udara dan limbah yang merugikan masyarakat,” ujar aktivis tersebut yang enggan disebut namanya.

Lebih lanjut, aktivis tersebut menyampaikan bahwa pemerintah tidak menutup pintu bagi perusahaan yang ingin kembali beroperasi. Cukup dengan memenuhi seluruh kewajiban perizinan dan menindaklanjuti hasil temuan dari sidak pemerintah, maka operasional dapat dilanjutkan. Bahkan sebelumnya, Gubernur Aceh telah memberikan surat peringatan dan tenggang waktu, namun tidak ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan hingga akhirnya dilakukan penghentian sementara.

Kesimpulan

Penutupan dua pabrik getah pinus di Aceh bukanlah bentuk diskriminasi atau hambatan terhadap investasi, melainkan langkah penegakan aturan dan perlindungan terhadap masyarakat serta lingkungan. Masih adanya tiga pabrik aktif membuktikan bahwa industri ini tetap berjalan, dan harga tetap stabil.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumber dan faktanya.

Berita Terkait

Tagana Masuk Sekolah, 936 Siswa MIN 8 Banda Aceh Dibekali Mitigasi Gempa
Semarak HUT ke-25, Wakil Wali Kota Langsa M. Haikal Buka Turnamen Bola Voli Berhadiah Puluhan Juta Rupiah
451 Jamaah Ikuti Safari Subuh Kapolres Pidie Jaya, Pesan Kamtibmas Menggema di Mesjid Baitul Aman Ulim
Terinspirasi Retret Presiden, Syech Muharram Gagas Retret 234 Keuchik Aceh Besar
Delapan Keuchik Pagar Air Patungan Bersihkan Drainase, Beko Sultan Aywan Diturunkan Minggu
Sambut Hari Bakti Kemenimipas ke-2, Lapas Lhoksukon Turun Tangan Bersihkan Lingkungan Kantor
PAG Rangkul Ratusan Wartawan Lhokseumawe dan Aceh Utara, Perkuat Kemitraan dengan Media
*Sentuhan Humanis Polri! Kapolres Pidie Jaya Berbagi Rezeki di Jumat Berkah*

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:38 WIB

Residivis 6 Kali Beraksi Di Binjai Selatan, Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Binjai

Sabtu, 7 November 2026 - 20:42 WIB

Anggota DPRD Toba Dapil V lanjutkan Reses ke 3 tahun 2026 di kantor BUMDESma Kasih Sejahtera Laguboti

Sabtu, 7 November 2026 - 20:05 WIB

Truk Pengangkut Pasir Diduga Ilegal Dituduh Rusak Jalan APBD 2026 dan Cemari Udara di Siantar Tonga-Tonga II, Warga Bertindak Hentikan Sementara

Sabtu, 7 November 2026 - 16:47 WIB

Bersihkan Kamar Hunian Hingga Lingkungan Sekitar, Lapas Pemuda Langkat Dukung Suasana Hunian Lebih Sehat dan Nyaman

Sabtu, 7 November 2026 - 16:12 WIB

Cegah Kecelakaan, Polda Sumut Pasang Spanduk Imbauan Keselamatan Berlalu Lintas

Sabtu, 7 November 2026 - 14:39 WIB

Kapolda Sumut Turun Langsung Atur Lalu Lintas, Wujudkan Semangat Polisi Bersama Masyarakat

Sabtu, 7 November 2026 - 09:50 WIB

Gandeng PMI Deli Serdang, PTPN I Regional 1 Gelar Aksi Donor Darah di Tanjung Morawa Kumpulkan 90 Kantong dari 149 Pendaftar

Sabtu, 7 November 2026 - 04:30 WIB

Safari Kamtibmas, Kapolda Sumut Rangkul Pujakesuma Rawat Kebhinekaan dan Tolak Narkoba

Berita Terbaru