Foto: (Dok.hda//Juli) Penjemputan Fatir Di Bandara SIM Oleh Sekretaris Dinsos Aceh, Michel Oktoavianus bersama Isterinya dan Zulfikar selaku Pendampingnya, Sabtu (20/6/2026)
TIMELINES iNEWS INVESTIGASI | Banda Aceh – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra Aceh di tingkat nasional. Fatir Hidayadi, penyandang disabilitas netra binaan Dinas Sosial Aceh yang berasal dari Desa Suka Jaya, Dusun Tau Hao, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, berhasil meraih Juara III pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Disabilitas Tingkat Nasional Tahun 2026.
Kompetisi yang berlangsung pada 18–19 Juni 2026 di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah, tersebut memperlombakan berbagai cabang, termasuk Murattal Al-Qur’an dan Dakwah.
Dalam persaingan yang ketat antar peserta dari berbagai provinsi di Indonesia, Fatir mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga meraih posisi ketiga nasional, Perjalanan Fatir menuju prestasi ini tidaklah mudah.
Sejak kecil, ia mengalami keterbatasan penglihatan atau disabilitas netra kategori low vision. Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak pernah menghalanginya untuk terus belajar dan mengejar cita-cita.
Setelah menamatkan pendidikan di SDLB, Fatir berinisiatif melanjutkan pendidikan ke Banda Aceh. Dengan tekad dan dukungan keluarga, ia bergabung di Rumoh Seujahtra Beujroh Meukarya yang kini dikenal sebagai Panti Sosial Disabilitas Beujroh Meukarya (PSDBM), yang berlokasi di Gampong Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar.
Bakat Fatir dalam seni baca Al-Qur’an telah terlihat sejak usia dini. Ia menimba ilmu di PTQ Tasnim, Kecamatan Simeulue Timur, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Di lembaga tersebut, ia mempelajari murattal Al-Qur’an sekaligus menghafal Al-Qur’an, yang kemudian menjadi modal penting dalam berbagai perlombaan.
Ketekunan dan kedisiplinan menjadi bagian dari kesehariannya selama menjalani pembinaan di PSDBM Dinsos Aceh.
Selain melaksanakan ibadah secara teratur, Fatir juga aktif mempelajari baca tulis Braille, termasuk Al-Qur’an Braille.
Kesungguhannya dalam menjaga hafalan dan kualitas suara menjadi faktor utama yang mengantarkannya sebagai wakil Aceh pada MTQ Disabilitas Nasional 2026.
Menurut Fatir, mengikuti perlombaan tanpa didampingi orang tua menjadi tantangan tersendiri. Namun, pesan orang tuanya untuk terus menunjukkan kepada dunia bahwa dirinya mampu menjadi sumber motivasi yang membuatnya tetap semangat dan percaya diri.
Sekretaris Dinas Sosial Aceh, Michael Oktaviano, S.STP., mewakili Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Aftizal, S.K.M., M.K.M., menyambut langsung kepulangan Fatir di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.
Ia menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih dan menyebut keberhasilan tersebut sebagai bukti nyata keberhasilan pembinaan yang dilakukan UPTD PSDBM di bawah kepemimpinan Farid Wajdi, A.Ks., M.Si.
Ajang bergengsi ini diikuti oleh perwakilan dari 26 provinsi di Indonesia. Pada cabang yang diikuti Fatir, Juara I diraih peserta dari Nusa Tenggara Barat (NTB), sementara Juara II diraih oleh peserta dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Menariknya, dalam kegiatan penyerahan hadiah yang turut dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Fatir memperoleh dukungan berupa beasiswa pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi. Informasi tersebut disampaikan oleh pendamping Fatir, Zulfikar, pegawai PPPK di UPTD PSDBM.
Meski besaran bantuan belum diumumkan secara rinci, dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi Fatir untuk terus melanjutkan pendidikan dan mengembangkan potensinya di masa depan.
Prestasi yang diraih Fatir diharapkan menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya serta mendorong peningkatan perhatian pemerintah terhadap pembinaan dan pengembangan talenta disabilitas, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.*[Yahbit]



























