Menteri Abdul Mu’ti Letakkan Batu Pertama SMK Muhammadiyah di Banda Aceh

Zul

- Redaksi

Minggu, 29 Juni 2025 - 08:07 WIB

5064 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peletakan Batu Pertama pembangunan SMK Muhammadiyah Banda Aceh oleh Menteri Abdul Mu’ti, Jum’at (27/06).

TIMELINES INEWS INVESTIGASI | ACEH

Banda Aceh – Kedatangan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Abdul Mu’ti, ke Aceh disambut penuh hangat dan kental nuansa adat Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendarat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Jumat siang (27/06/2025), Menteri Mu’ti yang didampingi sang istri, Masmidah, langsung disambut oleh jajaran pimpinan daerah.

 

Tampak hadir Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, beserta istri yang juga Ketua TP PKK Aceh, Marlina Muzakir.

Penyambutan itu turut dihadiri Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal; Staf Ahli TP PKK Aceh, Hj. Mukarramah; sejumlah kepala SKPA terkait; hingga Ketua DWP Aceh.

Sebagai bentuk penghormatan adat, shal dikalungkan kepada Menteri dan istri sebagai simbol persaudaraan dan penerimaan hangat masyarakat Aceh.

Kehadiran Prof. Abdul Mu’ti bukan sekadar kunjungan seremonial. Menteri dari kalangan cendekiawan Muhammadiyah itu langsung memimpin prosesi peletakan batu pertama pembangunan SMK Muhammadiyah Banda Aceh, sebuah inisiatif pendidikan kejuruan yang digagas dan difasilitasi oleh Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Dr. Iskandar Muda Hasibuan, S.Pd., M.I.Kom.

Dalam pidatonya, Menteri Mu’ti menyampaikan bahwa pembangunan SMK Muhammadiyah ini harus dilihat sebagai tonggak awal kebangkitan mutu pendidikan kejuruan di Aceh.

Ia menekankan pentingnya keberlanjutan dan gotong royong dalam pembangunan ini, merujuk pada semangat rakyat Aceh yang dahulu pernah menggalang dana untuk membeli pesawat pertama Republik Indonesia.

“Semangat membangun sekolah ini bukan hanya urusan fisik, tapi tentang membangun masyarakat. Kita ingin pendidikan menjadi bagian dari gerakan kebangsaan dan kebudayaan,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan para hadirin.

Menteri juga menegaskan kembali komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam rehabilitasi sarana pendidikan nasional, dengan target memperbaiki lebih dari 10.000 sekolah di Indonesia tahun ini.

“Tidak boleh ada lagi sekolah roboh atau tidak layak. Pendidikan bermutu dimulai dari fasilitas yang bermartabat,” ucapnya.

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas hadirnya SMK Muhammadiyah dan berharap pengembangan pendidikan vokasi bisa lebih luas lagi di Aceh.

Ia bahkan mengusulkan secara langsung kepada Menteri agar SMK Penerbangan Aceh mendapat perhatian dan dukungan pusat.

“Kami punya fasilitas dan pesawat, tinggal melengkapi sejumlah administrasi. Kami harap Aceh bisa menjadi lokasi sekolah pilot pertama di Sumatera,” tegas Fadhlullah.

Sorotan khusus patut diberikan kepada Dr. Iskandar Muda Hasibuan. Figur ini bukan hanya dikenal sebagai Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Aceh, tetapi juga sebagai mediator strategis antara Muhammadiyah Aceh dan pemerintah pusat.

Hubungan dekat dan komunikasi intensif antara Iskandar Muda dan Menteri Abdul Mu’ti disebut-sebut menjadi kunci mulusnya realisasi pembangunan SMK Muhammadiyah Banda Aceh.

Pengamatan media mencatat bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Dr. Iskandar aktif mendorong kebijakan pendidikan vokasi berbasis keunggulan lokal, menjadikan Muhammadiyah Aceh sebagai pelopor dalam pengembangan sekolah kejuruan.

Keberhasilannya memfasilitasi kehadiran Menteri Abdul Mu’ti dan mendorong peletakan batu pertama pembangunan SMK Muhammadiyah menjadi bukti nyata kerja-kerja kolaboratif yang ia bangun lintas lembaga.

“Dr. Iskandar bukan hanya fasilitator, tetapi juga inisiator yang konsisten menjadikan pendidikan sebagai jalan utama peradaban Aceh,” demikian ujar salah satu pengamat pendidikan Aceh.

Sebagaimana visi Muhammadiyah, pendidikan bukan hanya jalan mencerdaskan bangsa, tapi juga alat pembebasan. Dan di Aceh, visi itu kini menemukan momentumnya kembali.

Berita Terkait

Jumat Berkah Rutan Kelas I Medan, Berikan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat dan Skrining TB Bagi Warga Binaan
Kunjungan Kerja PK Ahli Utama, Lapas Narkotika Samarinda Perkokoh Komitmen Pelaksanaan Tugas Sesuai SOP
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
Kalapas Tribowo: Zero HALINAR Bukan Slogan, Tapi Komitmen Tindakan Nyata di Lapas Pancur Batu
Penuhi Hak Warga Binaan, Lapas Padangsidimpuan Gelar Sidang TPP demi Ketepatan Program Integrasi
KAI Tambah 1.256 Kursi Antisipasi Libur Sekolah, Total Kapasitas Jadi 130.040 Tempat Duduk
Penyaluran Bantuan Tahap II, Walikota Langsa Tinjau Langsung Penyaluran di Kantor Pos 
BREAKING NEWS Kecelakaan Maut di Depan SMP Kuta Binjai, Satu Perempuan Meninggal Dunia, Kendaraan Penabrak Diduga Melarikan Diri

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:48 WIB

Jumat Berkah Rutan Kelas I Medan, Berikan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Masyarakat dan Skrining TB Bagi Warga Binaan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 23:02 WIB

Kalapas Tribowo: Zero HALINAR Bukan Slogan, Tapi Komitmen Tindakan Nyata di Lapas Pancur Batu

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:23 WIB

KAI Tambah 1.256 Kursi Antisipasi Libur Sekolah, Total Kapasitas Jadi 130.040 Tempat Duduk

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:20 WIB

Sambut HUT Bhayangkara Ke 80 Tahun 2026, Polsek Siantar Selatan kunjungi Warga Kurang Mampu

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:16 WIB

Saat Patroli,Polres Pematangsiantar Amankan Tiga Sepedamotor Knalpot Brong

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:54 WIB

Benteng Pertahanan Pertama, P2U Lapas Padangsidimpuan Perketat Pemeriksaan Petugas, Barang dan Pengunjung

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:49 WIB

Bapas Kelas I Medan Terima Kunjungan dari Tim Direktorat Pembimbingan Kemasyarakatan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:42 WIB

Kepala Bapas Kelas I Medan Beri Arahan kepada Taruna Poktekimipas Jurusan Ilmu Pemasyarakatan

Berita Terbaru