FOTO: Tim Tagana Bersama Dewan Guru dan Para Murid SMA Kartika Banda Aceh Usai Kegiatan Tagana Masuk Sekolah (TMS). Dok.TLii-Aceh
TIMELINES iNEWS Investigasi | BANDA ACEH — Taruna Siaga Bencana (Tagana) Aceh menggelar kegiatan edukasi mitigasi bencana bagi siswa SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS), Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan generasi muda terhadap potensi bencana di wilayah Aceh.
Program TMS merupakan inisiatif TAGANA untuk membekali pelajar dengan pengetahuan serta keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman tentang berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di Aceh, seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir.
Selain itu, siswa juga dilatih mengenai langkah-langkah mitigasi, mulai dari mengenali tanda-tanda awal bencana, cara menyelamatkan diri, hingga pentingnya tetap tenang saat menghadapi kondisi darurat.
Edukasi tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga melalui praktik langsung agar mudah dipahami.
Ketua Forum Kordinasi (FK) Tagana Aceh, Rizal Dinata, SE, bersama tim Tagana Aceh seperti Jefri Atayani dan Syahruzal dan 01BCL menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk edukasi berbasis komunitas yang penting ditanamkan sejak usia sekolah.
“Kami ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tanggap dan siap menghadapi bencana. Dengan pelatihan ini, siswa diharapkan mampu melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain saat terjadi bencana,” ujar Rizal.
Kepala SMA Kartika XIV-1 Banda Aceh, Darmawi Yusuf, S.H., M.H., C.P.M., mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kebencanaan sangat relevan mengingat kondisi geografis Aceh yang rawan bencana.
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa, sehingga mampu mengurangi risiko saat bencana terjadi,” katanya.
Salah seorang siswa mengaku antusias mengikuti kegiatan ini karena memberikan pengalaman baru yang bermanfaat, terutama dalam memahami tindakan yang harus dilakukan saat bencana.
Di tempat terpisah, Subkoordinator PSKBA Dinas Sosial Aceh sekaligus Pembina Teknis TAGANA Aceh, Yanyan Rahmad, A.Ks., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan TMS merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-22 Tagana Indonesia.
Sebelumnya, Momen Akbar Sebagai Agenda Tahunan Itu, Kementerian Sosial RI Mengundang 1.000 Personil TAGANA se-Indonesia Kejakarta Untuk Mengikuti Apel Kesiapan Siagaan dilanjutkan Uji SOP-PB dan Evakuasi Dalam Bentuk Simulasi serta Apel Siaga TAGANA yang di Gelar dihalaman Kantor Kementerian Sosial RI, Salemba Raya Jakarta. dipimpin Lansung Oleh Mentri Sosial RI Saifullah Yusuf
Yanyan menambahkan, ke depan akan dibentuk Kampung Siaga Bencana (KSB) di 15 titik wilayah terdampak bencana hidrometeorologi 28 November 2025 Yang Melanda di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Program ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat melalui pendekatan berbasis komunitas, termasuk penyediaan sistem peringatan dini dan optimalisasi sumber daya lokal.
Melalui program Tagana Masuk Sekolah (TMS) dan pembentukan KSB, diharapkan tercipta masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi berbagai ancaman bencana.*[Yahbit)



























