Tanggul Irigasi Jebol Berulang, Warga Ulun Tanoh Terancam Gagal Tanam untuk Kedua Kalinya

REDAKSI 1

- Redaksi

Senin, 9 Juni 2025 - 19:34 WIB

201,007 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | Senin, 9 Juni 2025 | Kutapanjang, Gayo Lues

Warga Desa Ulun Tanoh, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, kembali bergotong royong memperbaiki tanggul irigasi yang jebol akibat hujan deras. Tanggul ini merupakan satu-satunya sumber pengairan utama bagi sawah warga, dan kerusakan pada bagian sampingnya menyebabkan air keluar dari jalur irigasi, sehingga tak lagi mengaliri lahan pertanian secara optimal.

Kepala Desa Ulun Tanoh, Suhardinsyah, menyampaikan kepada media, bahwa peristiwa jebolnya tanggul bukan kali pertama terjadi pada tahun ini. “Sudah dua kali jebol sejak awal tahun. Pertama pada Februari, dan itu membuat warga gagal tanam karena tidak ada tindakan cepat dari pemerintah,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam upaya perbaikan sebelumnya, masyarakat secara swadaya menggalang dana dari Swadaya Masyarakat dan berhasil mengumpulkan Rp8,2 juta. Namun, kebutuhan dana sebenarnya mencapai Rp14 juta. Kekurangan dana akhirnya ditutup oleh kepala desa bersama perangkatnya. Perbaikan sempat dilakukan pada 15 Mei 2025, namun hanya bertahan dua hari sebelum kembali rusak dihantam hujan deras.

Senin, 9 Juni 2025. Sudah dua hari kami kembali bergotong royong membangun tanggul darurat,” kata Suhardinsyah.

Untuk sementara, masyarakat menyusun 400 karung pasir dan bebatuan sebagai penahan aliran air,. Meski begitu, tanggul darurat tersebut belum dapat berfungsi optimal akibat kerusakan sebelumnya yang menyebabkan pasokan air tidak mencukupi.

Tanggul irigasi tersebut dibangun pada 2016 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan telah melayani pengairan sawah warga selama sembilan tahun. Namun, kondisinya kini sangat memprihatinkan dan langsung berdampak pada aktivitas pertanian.

“Sebanyak 67 hektare sawah bergantung pada irigasi ini. Benih padi sudah kami semai. Kalau tanggul tak segera diperbaiki, musim tanam ini bisa gagal lagi. Sebelumnya pun kami gagal tanam karena tanggul ini jebol. Ini soal hidup—karena warga hidup dari sawah. Kalau tidak tanam, tidak makan,” tegasnya.

Permasalahan ini telah disampaikan langsung oleh kepala desa dan warga kepada Bupati Gayo Lues pada 18 April 2025. Mereka kemudian diarahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), namun hingga kini belum ada langkah nyata dari pemerintah kabupaten.

“Minimal kami butuh bantuan alat berat dari pemerintah. Jangan dibiarkan seperti ini. Ini soal perut masyarakat,” ujar Suhardinsyah.

Jika tak segera ditangani, sebanyak 67 hektare lahan pertanian dan lebih dari 100 KK di Desa Ulun Tanoh terancam gagal tanam. Warga berharap ada respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, mengingat vitalnya peran irigasi ini dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan di wilayah tersebut.

(Reporter – Kang Juna)

Berita Terkait

Tak Bisa Ditunda Lagi, DPRK Gayo Lues Desak Pemerintah Aceh Perbaiki Jalan Ketukah–Abdya
Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas
Polres Pelabuhan Belawan Siap Laksanakan Operasi Keselamatan Toba 2026
Hadiri Rakornas 2026, Walikota Langsa Siap Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Kejati Sumut Ungkap Kasus Korupsi Waterfront Samosir, General Manager PT Yodya Karya Jadi Tersangka
Kajati Sumut: Kejaksaan Siap Kawal Pembangunan di Sumut untuk Kepentingan Masyarakat
Rutan Kelas IIB Tanjung Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara, Perkuat Komitmen Jajaran
SMK Negeri 1, 2, dan 3 Banda Aceh Tekankan Pondasi Akhlak dan Karakter

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:27 WIB

Membangun Hubungan Harmonis, Ka. KPR Rutan Labuhan Deli Lakukan Pendekatan Humanis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 13:55 WIB

Proses Penyelidikan Penganiayaan Penyandang Disabilitas Masih Berjalan, Polres Pematangsianțar Bawa Korban ke Psikolog

Selasa, 27 Januari 2026 - 21:34 WIB

Pemko Langsa Raih Penghargaan UHC Madya 2026 dari BPJS Kesehatan

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:17 WIB

Aliansi Pers Aceh Gelar Investigasi Besar-besaran Rehab Rekon Pasca Banjir

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:08 WIB

Kemensos Gas Pemulihan Pascabencana Aceh Utara, Gus Ipul: Warga Harus Bangkit, Bukan Sekadar Bertahan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:00 WIB

Edukasi Kesehatan WBP, Kasi Binadik Dan Nakes Lapas Narkotika Samarinda Sosialisasikan Penggunaan Antibiotik yang Tepat

Jumat, 16 Januari 2026 - 22:41 WIB

Personel Brimob Polda Aceh Diduga Disersi ke Luar Negeri, Polda: Masih Dalam Penelusuran

Kamis, 15 Januari 2026 - 18:46 WIB

Desa Meunasah Balee, Aceh Besar Raih Penghargaan Nasional dari Menteri Desa

Berita Terbaru