TLii | ACEH, Gayo Lues — Pemerintahan Kampung Pertik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Di bawah kepemimpinan Enal Pining, Selasa (8/7/2025), pemerintah kampung melaksanakan sejumlah program prioritas yang menyasar sektor pertanian dan pemberdayaan ekonomi warga.
Dengan mengalokasikan Dana Desa secara strategis, Pemerintahan Kampung Pertik menyalurkan bantuan berupa:
42 unit hand sprayer untuk 42 Kepala Keluarga (KK)
1.150 batang bibit kakao sambung pucuk untuk 230 KK
125 buah parang untuk 125 KK
500 liter herbisida untuk 230 KK
Tak hanya bantuan sarana pertanian, kegiatan hari itu juga mencakup:
1. Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 21 Keluarga Penerima Manfaat (KPM)
2. Distribusi bantuan pemberdayaan ekonomi untuk mendukung produktivitas usaha mikro dan rumah tangga
3. Lomba Memasak Tradisional, hasil kolaborasi mahasiswa KKN Universitas Samudra (UNSAM) dengan Tim Penggerak PKK Kampung Pertik, yang diikuti oleh 7 kelompok peserta
Acara ini dihadiri oleh jajaran Muspika Pining, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa dan Lokal Desa (PD/PLD), tokoh adat/orang tue kampung, serta insan pers lokal, menandakan dukungan luas terhadap inisiatif progresif yang diusung desa.
Kepala Desa Pertik, Enal Pining, menyatakan bahwa bantuan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang demi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
> “Bantuan bibit, pupuk, dan obat rumput ini bukan hanya sekadar sumbangan, tapi merupakan investasi dalam pemulihan ekonomi masyarakat Desa Pertik. Kami ingin masyarakat tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara mandiri,” ujarnya.
Dalam suasana yang penuh semangat, Enal menegaskan bahwa Desa Pertik ingin menjadi contoh bagi desa-desa lain di Gayo Lues, bahwa pembangunan dari akar rumput bisa menjadi pondasi kebangkitan ekonomi nasional.
> “Petani adalah tulang punggung bangsa. Kita ingin mereka naik kelas. Dengan pemberian alat, bahan, dan pelatihan, kami menanam harapan baru di setiap kebun dan ladang masyarakat,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa ke depan, Pemerintahan Kampung Pertik akan terus menggulirkan program berkelanjutan untuk menjawab tantangan zaman—baik di sektor pertanian, pendidikan, maupun pemberdayaan sosial.
Langkah berani ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan revitalisasi ekonomi pedesaan. Kampung Pertik menunjukkan bahwa meski berada di wilayah terpencil, dengan tekad dan pengelolaan dana yang tepat, desa mampu menjadi pusat perubahan dan kemajuan.
> “Dari parang yang diasah hingga bibit yang ditanam, kita sedang membangun pondasi masa depan. Ini bukan hanya soal bantuan, tapi tentang memulai revolusi senyap dari desa, demi negeri yang lebih kuat,” tutup Enal dengan nada optimis.
(Kang Juna – Reporter)

































