TLii | ACEH | ACEH TENGGARA |Kutacane — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Tenggara akhirnya mulai merealisasikan pembayaran Tunjangan Lelah atau Penghasilan Tetap (Siltap) bagi para pengulu kute (kepala desa) dan aparatur desa. Pada tahap awal ini, pembayaran dilakukan untuk desa-desa di enam kecamatan dan mencakup Siltap bulan Februari Tahun Anggaran 2025.
Kabar baik ini disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Tenggara, H. Syukur Selamat Karo-Karo, S.E., M.Si., AK., CA, melalui pesan WhatsApp kepada Tim Redaksi, Rabu (9/7) sekitar pukul 15.30 WIB.
Dalam pernyataannya, H. Syukur menjelaskan bahwa total anggaran yang telah dicairkan untuk pembayaran Siltap desa mencapai sekitar Rp 2,9 miliar. Selain itu, turut dibayarkan pula Siltap untuk para mukim sebesar Rp 199,6 juta, mencakup bulan Maret dan April.
“Senin kemarin, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara telah membayarkan Siltap untuk desa-desa di enam kecamatan. Sedangkan untuk mukim, pembayaran dilakukan untuk bulan Maret dan April,” ujar H. Syukur.
Ia juga memastikan bahwa pembayaran Siltap bagi desa-desa lainnya yang belum terbayarkan akan segera dilakukan dalam waktu dekat, setelah kelengkapan administrasi dipenuhi.
“Kami berharap desa-desa yang belum melengkapi dokumen segera menyampaikan SPP agar proses pencairan bisa dilakukan minggu ini juga,” tambahnya.
Realisasi pembayaran ini menjadi angin segar bagi para aparatur desa yang telah menanti cukup lama. Sebagaimana diketahui, Siltap merupakan hak dasar yang dijamin oleh negara untuk menjamin keberlangsungan penyelenggaraan pemerintahan desa. Keterlambatan pembayaran Siltap sering menjadi sorotan, terutama terkait dengan kesejahteraan dan kinerja kepala desa serta perangkatnya di lapangan.
Dengan dimulainya pembayaran ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak-hak aparatur desa. Diharapkan, para perangkat desa dapat kembali fokus menjalankan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di tengah pelaksanaan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan yang sedang berlangsung. (timred).



































