Aktivis Gayo Lues : Alih-Alih Hadirkan Solusi, Rijaluddin anggota DPRA Dinilai Perkeruh Masalah dengan Kritiknya terkait Pabrik Getah Pinus

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025 - 23:53 WIB

5054 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLii | ACEH | Gayo Lues – M. Riko, salah satu aktivis muda Gayo Lues, menanggapi keras pernyataan anggota DPR Aceh dari Daerah Pemilihan (Dapil) VIII, Rijaluddin, SH, MH, yang sebelumnya mengkritik keberadaan pabrik pengolahan getah pinus di Gayo Lues. Rabu (06/08/2025).

Dalam pandangannya, Riko menilai bahwa pernyataan Rijaluddin bukan hanya minim solusi, namun juga tidak berdasar dan cenderung memperkeruh situasi di tengah upaya masyarakat dan pihak-pihak terkait membenahi tata kelola industri hasil hutan non-kayu tersebut.

“Alih-alih menghadirkan solusi konstruktif yang bisa memperkuat posisi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, beliau justru menyampaikan narasi yang provokatif dan menyederhanakan persoalan kompleks yang sedang dihadapi warga Gayo Lues,” ungkap Riko dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, dalam sebuah pernyataan yang beredar di media, Rijaluddin menyebut bahwa aktivitas pabrik getah pinus di Gayo Lues tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat dan bahkan menyebut kabupaten ini sebagai “ladang eksploitasi”. Pernyataan ini menuai reaksi dari sejumlah pihak, termasuk aktivis dan mahasiswa yang selama ini mengawal isu-isu lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.

Riko menegaskan bahwa meskipun terdapat sejumlah catatan kritis terhadap pengelolaan pabrik dan praktik perusahaan, namun perlu pendekatan yang solutif dan berbasis data. Ia menilai sikap seorang legislator seharusnya mendorong perbaikan regulasi, memperkuat posisi tawar masyarakat, dan mendorong transparansi serta akuntabilitas perusahaan—bukan malah memproduksi pernyataan yang bisa memperbesar konflik horizontal maupun menciptakan ketegangan antara masyarakat dengan pelaku usaha.

“Jika memang ada ketimpangan atau pelanggaran dalam praktik perusahaan, maka yang dibutuhkan adalah keberanian untuk mendorong audit lingkungan, mengevaluasi izin, serta membentuk tim pengawas independen. Bukan menyampaikan opini sepihak tanpa data, yang justru berpotensi menggiring opini publik ke arah yang keliru,” tambah Riko.

Lebih lanjut, Riko juga mempertanyakan komitmen Rijaluddin selama menjabat sebagai anggota legislatif. Menurutnya, publik Gayo Lues belum melihat adanya langkah nyata yang diambil Rijaluddin untuk memperjuangkan regulasi atau program perlindungan hutan dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan secara konkret.

“Kami berharap para wakil rakyat tidak hanya aktif di media, tetapi juga hadir secara langsung di tengah masyarakat, menggali informasi dari akar rumput, dan turut merancang solusi kebijakan. Karena sejatinya, pengawasan dan advokasi harus dilakukan dengan pendekatan sistemik, bukan sekadar retorika,” tegasnya.

Riko juga menyampaikan bahwa masyarakat Gayo Lues saat ini membutuhkan kehadiran negara melalui regulasi yang adil, edukasi berkelanjutan kepada masyarakat pengelola hutan, serta penguatan koperasi dan kelompok tani getah pinus yang mandiri. Ia mengajak semua pihak, termasuk DPR Aceh, untuk tidak menjadikan isu ini sebagai panggung politik semata, tetapi sebagai panggilan untuk menyelamatkan hutan dan masa depan masyarakat Gayo Lues. (red).

Berita Terkait

Pemko Langsa Buka Seleksi Direktur Perumda Tirta Keumuneng Masa Jabatan 2026-2031
18 dari 46 Gampong Ingin Jaya Lantik Tuha Peut, Camat: Keuchik Wajib Transparan!
Pengorbanan Aceh untuk Indonesia Tak Boleh Sia-sia, Kepala BNN Aceh Ajak 5.166 Mahasiswa Baru UNIMAL Perkuat Nasionalisme.
Bupati Pidie Jaya Tekankan Kolaborasi dan Percepatan Rehab-Rekon Pascabencana
PT Pelindo Multi Terminal Dorong Masyarakat Kelola Lingkungan Secara Berkelanjutan
Hardikda Aceh Ke 67 Sman 1 Badar Isi Dengan Berbagai Perlombaan.
GERAK CEPAT PASCA-REKONSTRUKSI! TIM SATGAS PRR DAN POLISI TURUN LANGSUNG CEK SD IT SEUNONG
Normalisasi Tambak Jadi Prioritas, Pemkab Pidie Jaya Kejar Pemulihan Ekonomi Warga Dayah Kleng

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 20:26 WIB

Sidang TPP Ke-41: Bapas Palangka Raya Pastikan Rekomendasi Pembinaan Klien Transparan dan Akuntabel

Rabu, 2 September 2026 - 20:13 WIB

Bapas Palangka Raya Gabung Salat Istisqa di Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman, Mohon Hujan Redakan Asap

Rabu, 2 September 2026 - 19:54 WIB

Bapas Kelas I Palangka Raya Sediakan Rumah Singgah Gratis bagi Klien Pemasyarakatan dari Luar Kota

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:25 WIB

Bapas Palangka Raya dan Lapas Narkotika Kasongan Sinergi Kaji Kesiapan WBP Jalani Program Integrasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:17 WIB

Perkuat Sinergi, Bapas Palangka Raya dan Rutan Palangka Raya Bahas Reintegrasi 11 WBP di Sidang TPP

Kamis, 27 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Sidang TPP Bapas Palangka Raya: Pastikan Rekomendasi Objektif Berbasis Litmas untuk Masa Depan Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 20:34 WIB

Pembimbingan Kemandirian, Bapas Palangka Raya Siapkan Klien Hadapi Kehidupan Produktif Pasca Reintegrasi

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Theo Adrianus: Isi Kemerdekaan dengan Kerja Nyata, Integritas dan Dedikasi

Berita Terbaru