Mualem Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Putra-Putri Aceh ke Luar Negeri

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Jumat, 8 Agustus 2025 - 01:23 WIB

20163 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mualem Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Putra-Putri Aceh ke Luar Negeri

Mualem Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Putra-Putri Aceh ke Luar Negeri

TLII |BANDA ACEH — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pendidikan putra-putri Aceh ke kampus-kampus unggulan di luar negeri.

Hal ini disampaikan Mualem saat menerima Azam Falah Al-Asyi, salah satu lulusan SMAN 10 Fajar Harapan, yang akan melanjutkan pendidikan ke salah satu kampus tertua di Rusia, yakni universitas pertambangan Saint Petersburg Mining University.

Mualem Tegaskan Komitmen Dukung Pendidikan Putra-Putri Aceh ke Luar Negeri

Mualem menegaskan, bahwa dukungan terhadap generasi muda Aceh untuk menimba ilmu di berbagai kampus unggulan dunia merupakan bagian dari program kerja yang diusung dirinya bersama Wakil Gubernur Fadhlullah untuk lima tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pada prinsipnya, kita dukung anak-anak Aceh kuliah di kampus unggul di luar negeri. Ini bertujuan agar SDM kita di Aceh menjadi lebih terarah dan lebih profesional,” ujar Mualem.

Menurut Mualem, saat ini ada beberapa negara yang telah membuka peluang pendidikan bagi putra-putri Aceh, seperti Maroko, Rusia, Kanada, dan Hongkong. Ia menekankan pentingnya pemilihan jurusan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Sebisa mungkin, jurusan yang dipilih untuk kuliah di luar negeri adalah jurusan yang memiliki korelasi langsung dengan kebutuhan Aceh. Misalnya seperti kedokteran dan pertambangan ini,” jelasnya.

Mualem menegaskan bahwa dukungan terhadap pendidikan luar negeri ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Aceh dalam memajukan sektor pendidikan.

Ia juga menitipkan pesan penting bagi putra-putri Aceh yang mendapat kesempatan belajar di luar negeri, agar tidak melupakan tanah kelahirannya.

“Setelah menuntut ilmu dan mendapat pengalaman kerja di luar negeri, jangan lupa pulang dan mengabdi untuk Aceh,” ungkapnya.

Program ini, tambah Mualem, diharapkan menjadi langkah strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas SDM Aceh dan mendorong lahirnya generasi unggul yang siap membawa perubahan positif di berbagai sektor pembangunan daerah.

Proses Azam Lulus Kuliah ke Rusia

Keberhasiln Azam Falah tembus kuliah di salah satu universitas unggulan di Rusia ini diraihnya setelah melewati serangkaian proses seleksi yang ketat dan kompetitif secara nasional.

Azam menceritakan bahwa proses pertama dalam seleksi kuliah ke Rusia dimulai dari seleksi administrasi melalui jalur daring. Peserta diwajibkan mengunggah berkas-berkas ke situs resmi yang disediakan oleh pihak penyelenggara.

“Berkas-berkasnya kalau yang belum lulus SMA itu kita diwajibkan untuk mengirim berkas rapor semester 5 lima, ada surat pernyataan yang sudah tersedia, termasuk menyiapkan KTP,” ungkap Azam.

 

Setelah berkas diverifikasi dan dinyatakan lulus seleksi awal, peserta harus melalui tahap paling krusial, yaitu wawancara.

“Wawancara adalah tahapan yang paling menentukan karena bobotnya mencapai 80 persen dari keseluruhan penilaian,” ujarnya.

Wawancara, kata Azam, dilakukan sepenuhnya dalam bahasa Inggris, dan menjadi penyaring utama dalam seleksi. Di mana, dari sekitar 3.000 peserta yang lolos seleksi berkas, hanya 250 orang yang berhasil melewati tahap wawancara.

“Banyak yang gugur di tahap ini karena tidak siap secara komunikasi. Jadi kemampuan bahasa Inggris benar-benar menjadi kunci,” tambah Azam.

Usai tahap wawancara, peserta memasuki tahap penempatan kampus. Ada enam universitas terkemuka di Rusia yang menjadi pilihan. Azam sejak awal memilih Saint Petersburg Mining University, yaitu universitas teknik pertambangan tertua di Rusia yang didirikan pada masa Ratu Catherine II.

“Dari Indonesia, yang diterima di kampus dan jurusan yang sama dengan saya hanya dua orang,” katanya.

Pencapaian Azam ini turut diapresiasi oleh Mualem, yang secara tegas mendukung terhadap program pendidikan putra-putri Aceh ke luar negeri.

Berita Terkait

Bapas Kelas I Palangka Raya Mengikuti Sosialisasi Penginputan Data Laporan Pendampingan untuk Meningkatkan Kualitas Data
SatReskrim Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor
Tak Bisa Ditunda Lagi, DPRK Gayo Lues Desak Pemerintah Aceh Perbaiki Jalan Ketukah–Abdya
Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas
Polres Pelabuhan Belawan Siap Laksanakan Operasi Keselamatan Toba 2026
Hadiri Rakornas 2026, Walikota Langsa Siap Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Kejati Sumut Ungkap Kasus Korupsi Waterfront Samosir, General Manager PT Yodya Karya Jadi Tersangka
Kajati Sumut: Kejaksaan Siap Kawal Pembangunan di Sumut untuk Kepentingan Masyarakat

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:08 WIB

Bapas Kelas I Palangka Raya Mengikuti Sosialisasi Penginputan Data Laporan Pendampingan untuk Meningkatkan Kualitas Data

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:55 WIB

SatReskrim Polres Pematangsiantar Ungkap Pelaku Penggelapan Sepeda Motor

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:02 WIB

Tak Bisa Ditunda Lagi, DPRK Gayo Lues Desak Pemerintah Aceh Perbaiki Jalan Ketukah–Abdya

Selasa, 3 Februari 2026 - 10:01 WIB

Ahli Pidana: Kasus Pancur Batu Berbeda Jauh dengan Sleman, Penganiayaan Terencana & Bukan Spontanitas

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:49 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Siap Laksanakan Operasi Keselamatan Toba 2026

Selasa, 3 Februari 2026 - 06:00 WIB

Kejati Sumut Ungkap Kasus Korupsi Waterfront Samosir, General Manager PT Yodya Karya Jadi Tersangka

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:40 WIB

Kajati Sumut: Kejaksaan Siap Kawal Pembangunan di Sumut untuk Kepentingan Masyarakat

Selasa, 3 Februari 2026 - 05:03 WIB

Rutan Kelas IIB Tanjung Gelar Upacara Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara, Perkuat Komitmen Jajaran

Berita Terbaru