Dedolarisasi Atau Krisis Baru? Indonesia harus belajar dari sejarah dolar

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 10:20 WIB

50268 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Farid Duha mahasiswa Universitas Syiah Kuala Program Studi Agribisnis

TLii | Jakarta, Menghadapi tantangan fundamental dalam memperkuat perekonomiannya, mulai dari pelemahan nilai kurs rupiah, inflasi yang menekan daya beli masyarakat, cadangan devisa dan energi yang belum stabil, hingga budaya korupsi yang menghambat pertumbuhan. Situasi ini membuat masyarakat menengah ke bawah semakin terhimpit, dengan harga pangan, listrik, pendidikan, hingga layanan kesehatan yang terus naik sementara kenaikan gaji tidak seimbang.

Langkah nyata diperlukan dari pemerintah agar kepercayaan publik tidak semakin tergerus. Sejarah dunia membuktikan bahwa penguasaan terhadap mata uang dan cadangan emas menjadi kunci dominasi ekonomi global. Amerika Serikat, pasca kemenangan dalam Perang Dunia II, berhasil menetapkan dolar sebagai mata uang internasional melalui Konferensi Bretton Woods 1944. Meskipun sistem itu runtuh pada 1971, dominasi dolar tetap terjaga berkat lahirnya Petrodollar 1974, yang mengikat perdagangan minyak dunia dengan USD. Kini, tantangan baru muncul dengan langkah BRICS yang mendorong dedolarisasi untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah harus lebih peka terhadap dinamika global. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus menyiapkan strategi agar rupiah kuat dengan cadangan emas, energi, dan industrialisasi yang tangguh,” kata Dr. Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menekankan perlunya strategi jangka panjang.

Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia per Agustus 2025 mencapai USD 146,3 miliar, cukup untuk membiayai lebih dari enam bulan impor. Namun, angka ini masih jauh dibandingkan Tiongkok yang memiliki lebih dari USD 3 triliun. Di sisi lain, angka pengangguran terbuka Indonesia masih berada di kisaran 5,3%, sementara inflasi pangan pada kuartal II 2025 menembus 4,5% year-on-year, menekan daya beli masyarakat.

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari digitalisasi rupiah melalui Proyek Garuda, insentif bagi eksportir yang menggunakan rupiah, hingga rencana diversifikasi cadangan devisa. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa penguatan pasar obligasi rupiah dan pembangunan sektor industri berbasis energi akan menjadi fondasi penting untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.

Indonesia perlu belajar dari sejarah dunia. Dominasi ekonomi tidak hanya lahir dari kekuatan militer, tetapi juga dari otoritas moneter, penguasaan energi, serta kualitas sumber daya manusia. Pemerintah bersama masyarakat harus bergandengan tangan: pemerintah bekerja dengan kompeten dan transparan, sementara masyarakat berperan aktif mendukung kebijakan yang baik serta mengkritisi yang buruk. Hanya dengan itu, Indonesia dapat mewujudkan impian menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia.

Dedolarisasi bukan sekadar wacana, ini adalah pertaruhan kedaulatan ekonomi bangsa. Kita tidak boleh lagi sekadar menjadi penonton ketika dunia bergerak meninggalkan dominasi dolar. Indonesia harus berani berdiri di atas kaki sendiri, dengan rupiah yang kuat, cadangan energi yang mandiri, dan industri yang berpihak pada kekayaan lokal.

Langkah nyata harus segera dilakukan, perbesar cadangan emas, manfaatkan energi terbarukan, hentikan ekspor bahan mentah, dan percepat digitalisasi rupiah agar diakui dunia. Lebih dari itu, bersihkan negeri ini dari budaya korupsi yang selama ini menggerogoti kepercayaan publik. Tanpa integritas, semua strategi hanya akan berakhir jadi retorika.

Jika pemerintah konsisten, dan rakyat berani mengawal dengan kritis, maka dedolarisasi bukanlah mimpi kosong. Inilah kesempatan emas bagi Indonesia untuk menulis sejarah baru, dari bangsa yang bergantung, menjadi bangsa yang berdaulat dan disegani di panggung dunia.

Berita Terkait

Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045
Rutan kls I Labuhan Deli Lakukan Sosialisasi Kepada Warga Binaan Terkait Remisi dan Hak Integrasi, Tegaskan Semua Gratis
Kabapas Palangka Raya Komitmen Dukung Peradilan Pidana Anak Profesional Proporsional Berorientasi Perlindungan
Bapas Kelas I Medan Jalin Kerja Sama dengan UNPAB, Dukung Pengembangan Kompetensi Mahasiswa melalui Program Magang
Bapas Palangka Raya Perkuat Kemitraan dengan Forum Pemuda Dayak Kalteng Kembangkan Potensi Kearifan Lokal
Bedah Buku Karya Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani di UI, Sekaligus Peluncuran Asosiasi Perguruan Tinggi Kajian Ilmu Kepolisian (APIK) 
Apel Pagi Senin, Kalapas Narkotika Samarinda Tekankan Solidaritas dan Keteladanan Pegawai
Sidang TPP Dipimpin Ketua TPP Dihadiri Kanwil Ditjenpas Riau Bapas dan Keluarga Penjamin via Zoom

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:47 WIB

Hadiri Maulid di Empat Gampong, Wali Kota Langsa Serukan Penguatan Iman dan Ukhuwah Islamiyah

Minggu, 25 Oktober 2026 - 17:13 WIB

Dapat Apresiasi Wali Murid, Kepala SMAN 1 Badar Agara Perkuat Strategi Sukseskan TKA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Duo Nur Beruntung, Dua IRT Bawa Pulang Sepeda Listrik di Jalan Sehat KNPI Langsa

Minggu, 25 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Tujuh Rumah Terbakar di Permata Punie, Dinsos Aceh Besar Salurkan Bantuan Masa Panik

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Kakanwil Imigrasi Sumut Hadiri Pelantikan DPP Horas Bangso Batak, Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan Pria di Kutapanjang, Sabu 0,07 Gram Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Danlanud El Tari Bangun Generasi Tangguh NTT, Perkuat Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 25 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Dana Rutin Pengajian Orang Tua Desa Kutabaru Aceh Tenggara Tahun 2024 Disorot, Pj Pengulu Diminta Jelaskan Dugaan Gaji Belum Dibayarkan

Berita Terbaru