Dedolarisasi Atau Krisis Baru? Indonesia harus belajar dari sejarah dolar

REDAKSI 1

- Redaksi

Sabtu, 20 September 2025 - 10:20 WIB

50101 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Farid Duha mahasiswa Universitas Syiah Kuala Program Studi Agribisnis

TLii | Jakarta, Menghadapi tantangan fundamental dalam memperkuat perekonomiannya, mulai dari pelemahan nilai kurs rupiah, inflasi yang menekan daya beli masyarakat, cadangan devisa dan energi yang belum stabil, hingga budaya korupsi yang menghambat pertumbuhan. Situasi ini membuat masyarakat menengah ke bawah semakin terhimpit, dengan harga pangan, listrik, pendidikan, hingga layanan kesehatan yang terus naik sementara kenaikan gaji tidak seimbang.

Langkah nyata diperlukan dari pemerintah agar kepercayaan publik tidak semakin tergerus. Sejarah dunia membuktikan bahwa penguasaan terhadap mata uang dan cadangan emas menjadi kunci dominasi ekonomi global. Amerika Serikat, pasca kemenangan dalam Perang Dunia II, berhasil menetapkan dolar sebagai mata uang internasional melalui Konferensi Bretton Woods 1944. Meskipun sistem itu runtuh pada 1971, dominasi dolar tetap terjaga berkat lahirnya Petrodollar 1974, yang mengikat perdagangan minyak dunia dengan USD. Kini, tantangan baru muncul dengan langkah BRICS yang mendorong dedolarisasi untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemerintah harus lebih peka terhadap dinamika global. Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton, melainkan harus menyiapkan strategi agar rupiah kuat dengan cadangan emas, energi, dan industrialisasi yang tangguh,” kata Dr. Bhima Yudhistira, Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS), menekankan perlunya strategi jangka panjang.

Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia per Agustus 2025 mencapai USD 146,3 miliar, cukup untuk membiayai lebih dari enam bulan impor. Namun, angka ini masih jauh dibandingkan Tiongkok yang memiliki lebih dari USD 3 triliun. Di sisi lain, angka pengangguran terbuka Indonesia masih berada di kisaran 5,3%, sementara inflasi pangan pada kuartal II 2025 menembus 4,5% year-on-year, menekan daya beli masyarakat.

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari digitalisasi rupiah melalui Proyek Garuda, insentif bagi eksportir yang menggunakan rupiah, hingga rencana diversifikasi cadangan devisa. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa penguatan pasar obligasi rupiah dan pembangunan sektor industri berbasis energi akan menjadi fondasi penting untuk mengurangi ketergantungan pada dolar.

Indonesia perlu belajar dari sejarah dunia. Dominasi ekonomi tidak hanya lahir dari kekuatan militer, tetapi juga dari otoritas moneter, penguasaan energi, serta kualitas sumber daya manusia. Pemerintah bersama masyarakat harus bergandengan tangan: pemerintah bekerja dengan kompeten dan transparan, sementara masyarakat berperan aktif mendukung kebijakan yang baik serta mengkritisi yang buruk. Hanya dengan itu, Indonesia dapat mewujudkan impian menjadi kekuatan ekonomi baru di dunia.

Dedolarisasi bukan sekadar wacana, ini adalah pertaruhan kedaulatan ekonomi bangsa. Kita tidak boleh lagi sekadar menjadi penonton ketika dunia bergerak meninggalkan dominasi dolar. Indonesia harus berani berdiri di atas kaki sendiri, dengan rupiah yang kuat, cadangan energi yang mandiri, dan industri yang berpihak pada kekayaan lokal.

Langkah nyata harus segera dilakukan, perbesar cadangan emas, manfaatkan energi terbarukan, hentikan ekspor bahan mentah, dan percepat digitalisasi rupiah agar diakui dunia. Lebih dari itu, bersihkan negeri ini dari budaya korupsi yang selama ini menggerogoti kepercayaan publik. Tanpa integritas, semua strategi hanya akan berakhir jadi retorika.

Jika pemerintah konsisten, dan rakyat berani mengawal dengan kritis, maka dedolarisasi bukanlah mimpi kosong. Inilah kesempatan emas bagi Indonesia untuk menulis sejarah baru, dari bangsa yang bergantung, menjadi bangsa yang berdaulat dan disegani di panggung dunia.

Berita Terkait

Peringatan May Day di Banda Aceh Berlangsung Tertib, Polda Aceh Bagikan 2,5 Ton Beras
Momentum May Day 2026, KSPSI Makassar Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Pemerintah Gampong Tanjong Gelar Peusijuk Dan Pelepasan 10 CJH Ketanah Suci
Bendahara Satker Jajaran Polda Aceh Ikuti Bimtek Penyusunan LK UAKPA dan LPJ
Rumah Zakat Terjunkan Relawan Bantu Evakuasi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
Dugaan Perdagangan Orang di Malaysia: Paspor Disita, Istri diperkosa, Suami Sempat Hilang 
Wali Kota Lhokseumawe: Otonomi Daerah Bukan Sekadar Kewenangan, Tapi Tanggung Jawab
Birokrasi Aceh Utara Berubah Arah, 2.600 ASN Digenjot Kuasai Teknologi AI

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 12:28 WIB

Polres Pidie Jaya Rayakan May Day 2026 dengan Silaturahmi dan Baksos, Pererat Kepedulian kepada Buruh Angkut

Kamis, 30 April 2026 - 15:44 WIB

Ketua TP PKK Pidie Jaya Kunjungi Warga Sakit di Bandar Baru, Salurkan Bantuan Darurat

Kamis, 30 April 2026 - 13:34 WIB

Bupati Pidie Jaya Membuka Konferensi XXIII PGRI Pidie Jaya

Kamis, 30 April 2026 - 10:57 WIB

Kurir Diduga Tidak Profesional, Warga Pidie Jaya Keluhkan Paket Diretur Sepihak

Selasa, 28 April 2026 - 17:36 WIB

Latihan Strategi dan TFG, Polda Aceh Siap Amankan May Day 2026

Selasa, 28 April 2026 - 15:29 WIB

Bupati Pidie Jaya Serahkan Ambulans Bantuan Presiden untuk Puskesmas Meureudu

Selasa, 28 April 2026 - 13:44 WIB

Ambulans Bantuan Presiden Perkuat Layanan Kesehatan, Bupati Pidie Jaya Tekankan Perawatan dan Kinerja

Minggu, 26 April 2026 - 16:36 WIB

Hari Jadi Ke 155 Kota Pematangsiantar,AKBP Sah Udur Sitinjak Hadiri Malam Puncak Konser Pesta Rakyat

Berita Terbaru