Anggota Dewan Tongam Pangaribuan Sosialisasikan Perda Pajak Dan Retribusi Daerah

SAHAT HALOMOAN TAMPUBOLON

- Redaksi

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 22:54 WIB

50140 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TLiiSUMUT|SIANTAR, Anggota DPRD Kota Pematangsiantar dari fraksi Nasdem Tongam Pangaribuan menggelar sosialisasi produk hukum peraturan daerah No 1 Tahun 2024 tentang pajak Daerah dan Retribusi Daerah di jalan Gunung Simanuk-manuk Kota Pematangsiantar Sabtu 18 Oktober 2025.

Kegiatan sosialisasi peraturan daerah (Sosper) dihadiri narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Manotar Ambarita S.KM MSi.

Dihadiri ratusan warga, Tongam Pangaribuan mengatakan tujuannya untuk memberitahukan kepada warga bahwa ada Perda baru yang sudah ditandatangani oleh Walikota Susanti yang sampai saat ini belum direalisasikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkannya, bahwa Perda ini seharusnya aktif 6 bulan setelah di setujui, Namun, kata Tongam mengingat dengan kondisi sekarang setelah selesai covid malah semakin parah.

“Kenapa Perda ini diselesaikan, karena suatu saat ataupun diberlakukan terkait Perda ini, masyarakat tidak kaget lagi,” ungkapnya.

Narasumber Manotar Ambarita mengatakan masyarakat harus membayar retribusi karena Perda ini tidak lepas dari Perda No 11 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah disalah atu pasalnya siapa yang menghasilkan sampah maka dialah yang bertanggung jawab atas sampahnya.

Tanggung jawab pengelolaan sampah itu kata Manotar terdiri dari 5 yaitu pemilahan, pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pemrosesan akhir.

“Dimana warga melakukan 2 yaitu pemilahan dan pengumpulan. Dan 3 lainnya dilakukan oleh pemerintah, karena 3 kegiatan inilah maka retribusi bisa dilakukan. Karena sebagian tanggung jawab bapak ibu dilakukan oleh pemerintah, ada jasa pemerintah disitu bapak ibu,” terang Manotar.

Di Dinas Lingkungan Hidup, sebut Manotar ada prinsip siapa yang menghasilkan polusi, siapa yang menghasilkan sampah dialah yang bertanggung jawab.

“Kalau semua dilakukan oleh masyarakat , kita bisa membayangkan begitu chaos-nya. Masa masyarakat harus melakukan semua itu sampai tuntas, padahal gak banyak-banyak sampah dari rumahnya,” katanya.

Masih kata Manotar, pada Perda ini ada pola pendekatan yang berbeda, kalau dulu Perda no 5 tahun 2011 pendekatannya mengikuti polanya PDAM, dimana kalau di jalan arteri biaya retribusi Rp 500 tapi kalau di gang dia bisa Rp 1000 sampai Rp 3000.

“Namun sekarang pendekatan dihitung dari luas ruang, karena ada keyakinan, semakin besar atau luas rumah seseorang maka semakin luas pendapatan ekonominya, semakin besar rumah, semakin banyak orang yang tinggal disitu, semakin besar pulalah retribusinya.” Ucapnya .

Dari sinilah akan ada yang disebut subsidi, dimana rumah yang besar dan luas akan mensubsidi rumah yang kecil. Perda ini menyebutkan kalau luas rumah dibawah 36 meter persegi tarif Retribusi Daerah nya Rp 3000 per bulan dan merupakan tarif terendah, kemudian lebih dari 36 meter persegi sampai 70 meter persegi tarifnya Rp 5000 per bulan. Lebih dari 70 meter persegi sampai 150 meter persegi tarifnya Rp 7000 perbulan.

Untuk yang ada di kota Siantar ini, kata Manotar tarifnya itu dari Rp 5000 sampai Rp 7000.

Salah satu warga marga Sitorus mendukung perda tersebut tapi dengan catatan sampah harus diangkat, karena itu menyebabkan bau.

“Ini bukan tentang cerita Rp 5000 yang penting sampahnya diangkat biar tidak menyebabkan bau, karena kesehatan itu mahal, kami menekankan sampah itu harus cepat diangkut karena jangan sampai sampah menjadi sumber penyakit,” ucapnya.

Di saat akhir sosialisasi, Tongam menyampaikan terimakasih kepada semua warga karena mereka mengikuti sosialisasi dengan baik dan berjanji kepada warga akan dibuatkan amrol sehingga warga tidak jauh-jauh lagi untuk membuang sampah dan meminta warga supaya tidak lagi membuang sampahnya ke sungai. (Juin)

Berita Terkait

Polda Sumut Gagalkan Pengiriman 144 Ballpress Ilegal Senilai Rp 432 Juta di Tol Sergai
Satlantas Polres Toba Berikan Himbauan Edukasi Keselamatan Berkendara Kepada Pengemudi Angkot
Gema Maulid Menggetarkan Pidie Jaya, Bupati Rangkul Aspirasi Warga dan Pacu Kebangkitan Tanah Japakeh
Pohon Tumbang Halangi Jalan Lintas, BPBD Langsa Bergerak Cepat
Imigrasi Kualanamu Hadirkan I-MED Prioritas, Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Pelayanan Paspor yang Setara
Melalui Kerja Bakti, Rutan Kls I Labuhan Deli Bangun Kesiapsiagaan Lingkungan Menghadapi Musim Penghujan.
Kolaborasi Pelindo Multi Terminal BMM Budi Syahputra Yayasan BHSM PCM Saiful Famar Kepsek Sopiah Perkuat Kapasitas Usaha Berkelanjutan
Bahar Buasan Ajak Generasi Muda Bangka Barat Aktualisasikan Semangat Sumpah Pemuda

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Polda Sumut Gagalkan Pengiriman 144 Ballpress Ilegal Senilai Rp 432 Juta di Tol Sergai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Satlantas Polres Toba Berikan Himbauan Edukasi Keselamatan Berkendara Kepada Pengemudi Angkot

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:04 WIB

Imigrasi Kualanamu Hadirkan I-MED Prioritas, Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Pelayanan Paspor yang Setara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Kolaborasi Pelindo Multi Terminal BMM Budi Syahputra Yayasan BHSM PCM Saiful Famar Kepsek Sopiah Perkuat Kapasitas Usaha Berkelanjutan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PMT Dorong Keseimbangan Kesiapan Operasional Efisiensi Pelayanan Standar K3 Wujudkan Pengelolaan Pelabuhan Profesional Andal Berkelanjutan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:49 WIB

Kesepakatan Kolaboratif Penataan Aset Komitmen Pemerintah BUMN Optimalkan Pemanfaatan BMN Produktif Efektif Dukung Pelayanan Kepelabuhanan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:38 WIB

PTPN IV Regional II Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Kota Medan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:10 WIB

PPK Pengairan Dinas PUTR Toba Sulit Dihubungi: Saat Konfirmasi Terhambat, Publik Bertanya Ada yang Ditutupi ?

Berita Terbaru