TLii | LAPAS PEREMPUAN KLS IIA MEDAN
14/10/2025
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan Anggota DPR RI Komisi XIII, Maruli Siahaan, melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Medan dalam rangka menampung aspirasi serta melakukan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan pembinaan dan pemenuhan hak warga binaan, Selasa (14/10/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Maruli Siahaan didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara, Yudi Suseno, dan disambut langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Medan, Yekti Apriyanti, bersama jajaran pejabat struktural.

Kegiatan diawali dengan temu sapa bersama warga binaan, di mana Maruli menyampaikan apresiasi atas berbagai program pembinaan yang telah dijalankan Lapas Perempuan Medan, baik di bidang jasmani maupun rohani.
Ia menekankan pentingnya peningkatan fasilitas sebagai bagian dari komitmen pembenahan sistem pemasyarakatan.
“Program pembinaan jasmani dan rohani memang penting, tetapi semua itu harus ditunjang dengan fasilitas yang memadai. Saya akan terus mendorong agar pembenahan tidak berhenti di sini,” ujar Maruli.
Maruli juga menegaskan bahwa Komisi XIII DPR RI akan mendorong tindak lanjut cepat pasca kunjungan ini, khususnya dalam upaya memperjuangkan perbaikan fasilitas pemasyarakatan agar fungsi lapas sebagai tempat pembinaan dapat berjalan lebih efektif dan manusiawi.
Ia turut mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh pihak Lapas dalam memberikan pelayanan terbaik, serta mendorong Kementerian Hukum dan HAM untuk berperan aktif mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi lembaga pemasyarakatan.
“Kami juga mengapresiasi upaya Lapas Perempuan Medan dalam menciptakan lingkungan yang humanis dan kondusif, terutama bagi warga binaan perempuan dan ibu dengan anak. Diperlukan dukungan anggaran dan kebijakan berkelanjutan untuk memperkuat sistem pemasyarakatan di Indonesia,” tegasnya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara DPR RI dan Kemenkumham dalam mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berkeadilan, manusiawi, dan berorientasi pada pembinaan, Pungkasnya.
(***)


























