TLii|Aceh|ACEH UTARA – Cuaca ekstrem yang melanda Kecamatan Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (4/6/2026) sore, memicu tumbangnya pohon dan tiang listrik di Desa Blang Pohroh. Insiden tersebut sempat melumpuhkan akses jalan dan mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor mengalami luka setelah menabrak tiang listrik yang roboh melintang di badan jalan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB itu dipicu hujan deras disertai angin kencang yang menerjang kawasan tersebut. Pohon berukuran besar bersama tiang listrik ambruk dan menutup sebagian ruas jalan, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Korban diketahui bernama Nuraini Abdulmutaleb (39), warga Dusun Kumbang, Desa Gampong Barat, Kecamatan Nisam. Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga tidak sempat menghindari tiang listrik yang tumbang dan mengalami kecelakaan. Akibat benturan tersebut, korban mengalami luka di bagian dahi dan harus segera mendapatkan penanganan medis.
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Sub Sektor Nisam Antara langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Petugas bergerak cepat mengamankan area, menghubungi ambulans, serta berkoordinasi dengan pihak PLN guna mempercepat proses evakuasi dan penanganan jaringan listrik yang terdampak.
Selain mengevakuasi korban ke Puskesmas Nisam Antara, polisi bersama warga setempat juga bergotong royong membersihkan pohon dan tiang listrik yang menghalangi jalan. Upaya tersebut dilakukan agar arus lalu lintas yang sempat terganggu dapat kembali normal dan tidak menimbulkan korban lainnya.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan melalui Kasubsektor Nisam Antara IPDA Tibrani mengatakan, kondisi cuaca yang tidak menentu belakangan ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan, terutama di kawasan yang banyak ditumbuhi pepohonan besar dan memiliki jaringan utilitas di sepanjang ruas jalan.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat berkendara di tengah hujan lebat dan angin kencang. Jika melihat pohon tumbang, kabel listrik putus, atau kondisi berbahaya lainnya, segera laporkan kepada pihak terkait agar dapat segera ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa,” ujar IPDA Tibrani.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem tidak hanya berpotensi merusak infrastruktur, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat. Kewaspadaan dan respons cepat dari petugas maupun warga menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang lebih besar.



























