Ketulusan Cinta dan Do’a Orang Tua Tunanetra, Antarkan Armaya Rosa Raih Gelar Sarjana

SAMSUL EDI, S.HUT., M.Kv

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025 - 07:19 WIB

5092 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketulusan Cinta dan Do'a Orang Tua Tunanetra, Antarkan Armaya Rosa Raih Gelar Sarjana

Ketulusan Cinta dan Do'a Orang Tua Tunanetra, Antarkan Armaya Rosa Raih Gelar Sarjana

TIMELINES iNEWS Investigasi | Banda Aceh — Suasana haru dan bangga menyelimuti Auditorium Prof. Ali Hasjmy, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh pada Wisuda Gelombang III, Kamis (2/10/2025).

Ketulusan Cinta dan Do’a Orang Tua Tunanetra, Antarkan Armaya Rosa Raih Gelar Sarjana

Di antara ribuan wisudawan, kisah perjuangan Armaya Rosa Putri (25) membuat banyak orang berkaca-kaca. Putri sulung dari pasangan tunanetra, Hasril Hendra Armadi dan Saniah, berhasil meraih gelar sarjana Program Studi Kimia UIN Ar-Raniry dengan IPK 3,11. Armaya berdiri anggun di panggung wisuda mengenakan toga kebanggaan, diiringi doa kedua orang tuanya yang sehari-hari bekerja sebagai tukang pijat.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Momen paling menyentuh terjadi saat Hasril menggenggam tangan putrinya erat-erat. Dengan suara bergetar penuh syukur, ia berkata:

“Walaupun tidak bisa melihat langsung, saya tahu anak saya sudah menyelesaikan kuliahnya.”

 

Auditorium pun seketika hening, sebelum akhirnya riuh dengan tepuk tangan membahana.

 

Armaya lahir di Sigli, 11 September 2000, dan besar di Banda Aceh. Hidup sederhana bersama kedua orang tuanya yang difabel tidak pernah memadamkan semangat belajar. Meski keterbatasan ekonomi kerap menjadi tantangan, keluarga tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama.

 

“Banyak tantangan, apalagi ekonomi keluarga kurang mampu. Alhamdulillah, anak saya bisa menyelesaikan kuliah,” ujar Hasril lirih.

 

Selama 13 semester, perjalanan akademik Armaya, bukanlah hal yang mudah. Namun tekat dan semangat orang tua yang tak pernah menyerah menjadi sumber kekuatan. Pesan sang ayah terus terpatri dalam hatinya: “Jangan minder, jangan malu, tetaplah berjuang.”

 

Kini pesan itu terbayar lunas. Armaya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. “Orangtua saya selalu menanamkan semangat. Walaupun mereka tunanetra, mereka tidak pernah menyerah. Itu membuat saya terus bertahan,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

 

Hasril pun menegaskan nilai hidup yang ia wariskan pada anak-anaknya:

“Walaupun orang tua cacat tunanetra, kalian harus bisa seperti orang lain. Alhamdulillah, anak-anak saya tidak pernah malu punya orang tua seperti kami.”

 

Pada momen wisuda ini, Armaya menjadi satu dari 2.081 lulusan UIN Ar-Raniry tahun 2025, yang terdiri dari 1.932 sarjana, 139 magister, dan 10 doktor. Namun di balik angka statistik itu, kisah Armaya menghadirkan makna berbeda: pendidikan bukan sekadar ijazah, melainkan wujud keyakinan, doa, dan cinta yang melampaui keterbatasan.

 

“Saya sangat bahagia bisa membanggakan orang tua di momen ini,” kata Armaya dengan senyum haru.

 

Ribuan tepuk tangan seakan menjadi mata bagi Hasril dan Saniah. Mereka memang tak bisa melihat putrinya, tetapi mampu merasakan cahaya perjuangan yang kini berbuah manis.

Selamat kepada Armaya Rosa atas gelar sarjananya “Ucap Temannya disela-sela Momen Foto Bersama. *[TU]

Berita Terkait

Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
LANA Libatkan Kejaksaan Awasi MBG di Aceh Barat, Dorong Transparansi Penggunaan Anggaran Negara
SMKN 2 Kutacane Cetak Generasi untuk dunia usaha
Gerak Ceria, Pikiran Bahagia: Mahasiswa Psikologi IAIN Langsa Pulihkan Semangat Lansia Pascabanjir
Kalapas Pancur Batu Tribowo Ucapkan Jadikan Semangat Hijrah Pendorong Kontribusi Positif Di 1 Muharram 1448 H
Jalu Yuswa Panjang: Ucapkan 1 Muharram 1448 H Momentum Introspeksi & Perkuat Pengabdian Pemasyarakatan
Ribuan Warga Tumpah Ruah, Ayah Wa dan Tarmizi Payang Lepas Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 H
Bapas Kls I Medan Kriston Napitulu Ucapkan 1 Muharram 1448 H Jadi Momentum Refleksi & Perkuat Pelayanan Humanis

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 22:24 WIB

Kalapas Pancur Batu Tribowo Ucapkan Jadikan Semangat Hijrah Pendorong Kontribusi Positif Di 1 Muharram 1448 H

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:18 WIB

Bapas Kls I Medan Kriston Napitulu Ucapkan 1 Muharram 1448 H Jadi Momentum Refleksi & Perkuat Pelayanan Humanis

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:08 WIB

Sambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, Karutan Tanjung Pura Ajak Tingkatkan Keimanan Dan Pererat Silaturahmi

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:52 WIB

14.967 Penumpang Dilayani KAI Divre I Sumut Saat 1 Muharram 1448 H, KA Sribilah Fakultatif Kembali Beroperasi

Selasa, 16 Juni 2026 - 17:12 WIB

Semester I 2026, Polres Simalungun Ringkus 69 Tersangka Kejahatan 3C dan Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:29 WIB

Dari Masjid Jamik ke Stadion PJKA, Pelindo Regional 1 Rayakan 1 Muharram 1448 H Bersama Masyarakat Medan Utara

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:45 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polda Sumut Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah untuk Kemanusiaan

Selasa, 16 Juni 2026 - 15:37 WIB

“Pengamanan Humanis Warnai Aksi Penyampaian Aspirasi Mahasiswa di Gedung DPRD Sumut”

Berita Terbaru

ACEH

SMKN 2 Kutacane Cetak Generasi untuk dunia usaha

Rabu, 17 Jun 2026 - 12:23 WIB