Dinas Kesehatan Aceh Gencarkan Kampanye Pencegahan HIV-AIDS dan IMS Tanpa Stigma dan Diskriminasi

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Sabtu, 6 Desember 2025 - 13:32 WIB

5047 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TIMELINES iNEWS Investigasi | Banda Aceh —
Dinas Kesehatan Aceh memperkuat langkah strategis dalam pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS serta Infeksi Menular Seksual (IMS), melalui kampanye regional bertema “Aceh Peduli Tanpa Stigma dan Diskriminasi.” Kampanye ini digerakkan sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan edukasi publik, lemahnya deteksi dini, dan masih kuatnya stigma sosial terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di sejumlah kabupaten/kota.

Menurut data Dinas Kesehatan Aceh yang dirilis per Oktober 2025, terdapat 1.857 kasus HIV dan AIDS yang tercatat secara kumulatif, dengan peningkatan kasus baru yang didominasi kelompok usia produktif 20–39 tahun. Sebagian besar kasus ditemukan pada fase lanjut karena pasien enggan memeriksakan diri sejak dini. Hal inilah yang disebut Dinkes sebagai “tantangan terbesar setelah aspek medis.”

Kepala Dinas Kesehatan Aceh, dr. Iskandar T. Sulaiman, menyatakan bahwa penanggulangan HIV tidak akan efektif tanpa perubahan perilaku sosial masyarakat. “Banyak warga yang sebenarnya ingin melakukan tes, tetapi takut dicap negatif. Stigma dan diskriminasi itulah yang membuat angka deteksi dini sangat rendah. Kita ingin mengubah itu,” tegasnya dalam konferensi pers peluncuran kampanye.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program Spesifik Dinas Kesehatan

Sebagai bagian dari kampanye 2025–2026, Dinkes Aceh meluncurkan tiga program prioritas:

1. Layanan Tes HIV Mobile (Mobile VCT)

Program ini mengoperasikan mobil unit keliling yang menyediakan layanan tes HIV, konseling, dan edukasi di kawasan padat penduduk, kampus, tempat kerja, dan daerah yang jauh dari fasilitas kesehatan.
“Masyarakat tidak perlu takut atau malu datang ke fasilitas kesehatan. Kami yang mendatangi mereka, dengan layanan serahasia mungkin,” ujar Kepala Bidang P2P Dinkes Aceh, dr. Fitriani.

2. Peningkatan Kapasitas Tenaga Medis Tanpa Diskriminasi

Dinkes telah melatih lebih dari 600 tenaga kesehatan mengenai clinical management HIV, prosedur IMS, dan standar pelayanan non-diskriminatif. Pelatihan ini bekerja sama dengan KPA, LSM kesehatan, dan IDI Wilayah Aceh.
“Tidak boleh ada lagi penolakan pelayanan kepada ODHA. Ini amanat undang-undang dan kode etik medis,” tegas dr. Fitriani.

3. Integrasi Edukasi HIV ke Sekolah dan Pesantren

Aceh menjadi provinsi pertama yang menekankan pendidikan HIV-AIDS dalam pendekatan berbasis komunitas dan kearifan lokal. Materi diberikan dengan metode promotif, bukan perilaku berisiko.
“Pendekatan kita berbasis nilai-nilai Aceh, edukasi yang relevan dan bermartabat. Pencegahan harus dimulai dari pemahaman,” ujar perwakilan Dinkes dalam sesi dialog di Lhokseumawe.

Menghapus Stigma: Tantangan Terbesar

Dalam investigasi lapangan yang dilakukan tim, ditemui sejumlah ODHA yang masih mengalami diskriminasi, mulai dari dijauhi keluarga, kehilangan pekerjaan, hingga ditolak saat berobat. Salah satu penyintas, berinisial R (29), mengaku baru mengetahui statusnya setelah mengalami infeksi berat.
“Awalnya saya takut tes. Saya pikir kalau ketahuan, saya akan dikucilkan. Ternyata setelah berobat rutin, saya bisa bekerja dan beraktivitas normal,” ungkapnya.

Dinkes menegaskan bahwa HIV bisa dikendalikan dengan pengobatan antiretroviral (ARV) yang tersedia gratis di 23 kabupaten/kota. Namun, keberhasilan terapi sangat bergantung pada keberanian pasien melakukan deteksi dini.

Kolaborasi Bersama. PERS,MPU, Tokoh Agama dan Masyarakat

Untuk memperluas jangkauan kampanye, Dinas Kesehatan menggandeng PERS, MPU, tokoh agama, dan perangkat gampong. Langkah ini penting karena Aceh memiliki karakter sosial yang kuat berbasis nilai religius.
“Kita ingin masyarakat memahami bahwa membantu dan tidak mendiskriminasi adalah bagian dari nilai kemanusiaan dan ajaran agama,” ujar salah satu ulama muda yang terlibat dalam program.

Harapan Pemerintah Aceh

Melalui kampanye “Tanpa Stigma dan Diskriminasi”, Dinas Kesehatan berharap tingkat deteksi dini meningkat minimal 30 persen pada tahun 2026, serta penurunan kasus IMS berbasis laporan fasilitas kesehatan.
“Aceh harus menjadi provinsi yang aman dan peduli. Tidak boleh ada warga yang takut berobat hanya karena takut dihakimi,” tutup Kepala Dinkes.

Dengan penguatan edukasi publik, layanan kesehatan inklusif, serta kolaborasi lintas sektor, pemerintah berharap upaya pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS dan IMS di Aceh dapat berjalan lebih efektif, manusiawi, dan menyeluruh.*[Yahbit]

Berita Terkait

Walikota Langsa Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
MPU Aceh Perkuat Pemahaman Fatwa Pendidikan bagi Kepala Sekolah di Aceh
Tahapan Pilchiksung, Dua Calon Geuchik Serambi Indah Resmi Kantongi Nomor Urut
Respon Laporan Warga, Satpol PP-WH Kota Langsa Bongkar Tiang Baliho yang Nyaris Roboh
Walikota Langsa Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Anak Yatim Piatu di Gampong Jawa
Perkuat Mutu PAUD dan PKBM, Disdikbud Aceh Utara Gembleng Ratusan Peserta Lewat Bimtek KSP dan Akreditasi
Haji Uma Turun Tangan, Tiga ART Asal Aceh Korban Penyiksaan di Malaysia Dapat Perlindungan KJRI
Bupati Aceh Utara Dorong Revisi UUPA dan Perpanjangan Dana Otsus di Hadapan Komisi II DPR

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:13 WIB

Tanam Perdana Kedelai, PTPN I & Kodaeral I TNI AL Optimalkan 270 Hektare Lahan Aset Negara di Tanjung Morawa

Jumat, 19 Juni 2026 - 04:02 WIB

Kodaeral I, Pemkab Deli Serdang Dan PTPN I Regional 1 Bersinergi Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:20 WIB

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Satops Patnal Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Gelar Razia Insidentil

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:53 WIB

Kanwil Ditjenpas Sumut Resmikan Hasil Program Bedah Rumah, Wujud Nyata Kepedulian Pemasyarakatan bagi Masyarakat

Kamis, 18 Juni 2026 - 23:59 WIB

Lapas Perempuan Medan Hadiri Rakor Keadilan Restoratif Kemenko Polkam Di Sumut

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:33 WIB

Kapolres Pematangsiantar Turun Langsung Pengecekan TKP Kebakaran Kios di Pasar Dwikora Parluasan

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:28 WIB

Gagalakan Peredaran Narkoba, Polres Pematangsiantar Amankan Dua Pemilik Sabu 6,69 Gram

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:24 WIB

Polres Pematangsianțar Ringkus Residivis Narkotika Miliki 13 Butir Ekstasi

Berita Terbaru