TLii | LAPAS PEREMPUAN KLS IIA MEDAN
18/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Medan menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan sistem peradilan pidana dengan menghadiri Rapat Koordinasi Analisis Permasalahan Implementasi Keadilan Restoratif dalam Penguatan Penegakan Hukum di Sumatera Utara, yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) RI, Kamis (18/6/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIA Medan diwakili oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm. Kamtib), Fice Parlina.

Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan aktif Lapas Perempuan Medan terhadap upaya penguatan implementasi keadilan restoratif sebagai bagian dari reformasi sistem peradilan pidana di Indonesia.
Rapat koordinasi yang digelar di Kota Medan ini diinisiasi oleh Asisten Deputi Koordinasi Penegakan Hukum Kemenko Polkam dan dihadiri berbagai unsur penegak hukum serta instansi terkait di Sumatera Utara. Forum tersebut bertujuan untuk memetakan, menganalisis, dan mencari solusi atas berbagai tantangan, baik substantif maupun teknis, dalam penerapan konsep keadilan restoratif.
Melalui diskusi dan koordinasi lintas instansi, para peserta membahas berbagai langkah strategis guna mengoptimalkan implementasi restorative justice agar mampu memberikan kepastian hukum yang tetap mengedepankan rasa keadilan, kemanfaatan, dan pendekatan yang lebih humanis.
Partisipasi Lapas Perempuan Kelas IIA Medan dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemasyarakatan untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh aparat penegak hukum serta mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan sistem peradilan pidana yang efektif, berkeadilan, dan berorientasi pada pemulihan.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan lahir berbagai rekomendasi kebijakan yang aplikatif bagi penguatan penegakan hukum di Sumatera Utara, sekaligus mempererat kolaborasi antarlembaga dalam mewujudkan sistem peradilan yang semakin profesional, berkeadilan, dan humanis, Terangnya.
(***)


























