( foto dokumentasi kegiatan)
TIMELINES INEWS INFESTIGASI
Penulis: Putri Simba Mahasiswa universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Pangkalpinang -Hari ini Senin 8 Desember 2025 telah di gelar kegiatan kuliah umum dosen tamu program studi kriminologi fakultas ilmu sosial dan bisnis Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung dengan mengusung tema “Partisipasi Publik Untuk Perlindungan Dan Pemberdayaan Perempuan Di Lingkungan Pendidikan”.
Kegiatan ini dilaksanakan di ruangan Kr 1.1, dimulai sejak pukul 08.14 Wib yang di hadiri oleh bapak Dr.M.Adha Al Kodri ,S.Sos.,M.A selalu dosen pengampu kriminologi tentunya di acara ini menghadirkan satu narasumber luar biasa yaitu ibu Filda Indarti,S.H dan kuliah umum dikuti oleh oleh seluruh mahasiswa dari program studi PBI, Kriminologi dan PMTK.Dalam penyampaian materinya ibu Filda Indarti,S.H ia menekankan bahwa partisipasi publik memiliki peran penting dalam upaya pencegahan perundungan dan kekerasan berbasis gender terutama di lingkungan pendidikan. Ia menjelaskan bahwa kekerasan seringkali terjadi di ruang-ruang yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Kekerasan dan diskriminasi banyak terjadi di lingkungan paling dekat seperti rumah,RT/Rw, sekolah, tempat ibadah hingga tempat kerja. Karena itu, kehadiran publik sangat penting, dukungan moral dan sosial kepada korban tidak boleh berhenti” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa pola asuh keras yang diwariskan secara turun-temurun menjadi salah satu akar terjadi “Jika dulu mereka di dibesarkan dengan keras,maka pola itu diteruskan lagi. Dimana pola ini harus berhenti pada generasi kita dan jangan pernah diwariskan kepada anak cucu kita nantinya ” tegasnya
Lebih jauh,ibu Filda memperkenalkan sekolah perempuan sebagai strategi partisipasi publik untuk memberdayakan perempuan dilingkungan pendidikan. Inisiatif akar rumput ini bertujuan menjadikan perempuan sebagai agen perubahan dalam komunitas mereka. Dan ia juga turut mengajak seluruh peserta untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan aman melalui aksi nyata, melaporkan kasus, mendampingi korban, meningkatkan edukasi gender, hingga membangun sistem perlindungan yang efektif.
“Setiap langkah kecil melaporkan kasus, memberikan pendampingan meningkatkan edukasi gender hingga membangun sistem perlindungan akan membawa perubahan besar. Bersama-sama kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik di mana setiap perempuan dapat belajar berkembang dan berkontribusi tanpa rasa takut atau hambatan. ” Pungkasnya.
Ditengah -tengah acara juga telah di tampilkan satu video analisis kasus kekerasan seksual dikampus. Setelah itu kegiatan di tutup dengan menyanyikan lagu ” Stop Bullying” sebagai simbol komitmen bersama dalam memerangi perundungan. Sesi foto bersama juga menjadi penanda akhir acara sekaligus bukti solidaritas mahasiswa, narasumber dan dosen dalam mendukung perlindungan bagi perempuan didunia pendidikan.

































