TIMELINES iNEWS Investigasi | Aceh —
Upaya pemulihan infrastruktur pasca banjir besar di Aceh terus dikebut. Pemerintah pusat menargetkan seluruh jaringan listrik di 23 kabupaten/kota dapat kembali menyala 100 persen. Namun di lapangan, sebagian wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh justru kembali mengalami pemadaman pada Selasa (8/12/2025) malam.
Dalam Rapat Terbatas (Ratas) bertajuk “Arahan Presiden RI dari Banda Aceh terkait Penanganan & Pemulihan Bencana” yang digelar Minggu malam (7/12/2025) di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa progres pemulihan listrik sudah mencapai 80 persen per Minggu malam. Ia menyebut arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menargetkan seluruh Aceh kembali menyala pada Senin (8/12) pukul 12.00 WIB.
“Dapat kami laporkan, untuk listrik dari 23 kabupaten/kota per hari ini sudah 80 persen. Tadi ada arahan dari Menteri ESDM, besok siang seluruh Aceh sudah 100 persen,” ujar Suharyanto.
Presiden Prabowo Subianto yang memimpin langsung rapat menanyakan kepastian kesiapan tersebut kepada Dirut PLN dan Menteri ESDM. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan kesiapan penuh, bahkan merinci capaian pemulihan di beberapa daerah. Menurutnya, Aceh Tengah menyala kembali pada pukul 20.30 WIB, Bener Meriah pukul 20.45 WIB, Aceh Tamiang pukul 20.35 WIB, sementara Banda Aceh ditargetkan pulih total pada Senin siang.
Dirut PLN Darmawan Prasodjo yang hadir dalam rapat tersebut memastikan pengerahan personel dan peralatan dilakukan maksimal tanpa jeda untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik yang rusak akibat banjir bandang.
Namun pantauan Tim TLii di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Di Aceh Besar, aliran listrik sempat kembali menyala sekitar pukul 12.00 siang, tetapi padam lagi pada pukul 18.45 WIB. Kondisi serupa terjadi di Sebagian Wilayah Banda Aceh yang kembali gelap gulita pada Selasa malam (8/12/2025).
Hingga Minggu malam, menurut laporan BNPB, pemulihan listrik secara keseluruhan baru mencapai 81 persen. Pemerintah memastikan pembenahan terus dilakukan hingga seluruh wilayah benar-benar pulih stabil.
Selain listrik, persoalan air bersih masih menjadi tantangan besar di beberapa daerah terdampak, khususnya Aceh Tamiang, Kota Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya dan Bener Meriah. Pemerintah menyebut distribusi air bersih akan ditangani paralel bersama perbaikan jaringan listrik.
Rapat Terbatas di Lanud Sultan Iskandar Muda tersebut dihadiri Presiden Prabowo Subianto, para menteri terkait, Panglima TNI, Kapolri, dan pimpinan lembaga teknis. Pemerintah menegaskan seluruh sumber daya telah digerakkan untuk percepatan pemulihan Aceh pasca bencana, termasuk jaminan stabilisasi listrik yang masih menjadi keluhan utama warga.


























