Laporan Koordinator Posko Pilar Sosial Safwan S.Ag.,M.Si.
4 Desember 2025
TIMELINES iNEWS Investigasi | Aceh — Upaya percepatan penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Aceh terus digencarkan melalui operasi bantuan udara dari Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang. Hingga Kamis, 4 Desember 2025 pukul 16.30 WIB, total 29 sorti penerbangan pesawat dan helikopter dikerahkan untuk mengirimkan logistik ke berbagai daerah terdampak. Penerbangan melibatkan unsur TNI AU, TNI AL, BNPB, serta dukungan penuh Pemerintah Aceh.
Kawasan yang menjadi prioritas distribusi meliputi wilayah yang masih terputus akses darat, terutama di Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Singkil. Banyak desa di wilayah tersebut belum dapat dijangkau kendaraan akibat putusnya jembatan, longsor di badan jalan, serta elevasi medan yang sulit ditembus.
Pada operasi hari ini, Pesawat Caracal TNI AU 05 melakukan dua sortie masing-masing menuju Gayo Lues (Lesten, Pining) dan Aceh Timur (Lokop). Setiap penerbangan mengangkut 900 kilogram logistik, terdiri dari beras, mie instan, air mineral, biskuit, roti, susu, dan pop mie. Pesawat Caracal TNI AU 02 menjalankan dua misi serupa ke Aceh Tamiang, menuju Yonif 111/KB dan lapangan perkebunan di Kecamatan Tamiang Hulu, dengan total muatan masing-masing 900 kilogram.
Dari unsur helikopter, BNPB mengerahkan Helikopter Bel 206 (Biru) untuk dua sortie ke Aceh Utara, termasuk pengiriman bantuan khusus Gubernur Aceh berupa beras 100 kilogram, mie 100 kilogram, 2 unit Starlink, gula, serta lampu darurat. Sementara itu, Helikopter Bel 206 (Putih) fokus ke Bener Meriah, mendukung pengiriman 500 kilogram bantuan dalam dua kali penerbangan.
Helikopter Bel 407 (Orange) milik BNPB menjalankan tiga sorti ke Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Utara dengan total muatan 800 kilogram, termasuk perangkat komunikasi Starlink dan selimut untuk kebutuhan pengungsian. Adapun Helikopter Sikorsky (Merah) mengirimkan bantuan dalam volume besar, dua sortie masing-masing 800 kilogram menuju Stadion Langsa/Kodim Aceh Timur dan Simpang Jernih. Dengan kapasitas 1.500 kilogram, helikopter ini diprioritaskan mengangkut bantuan pangan dan nutrisi bagi pengungsi.
Dari unsur laut melalui udara, Pesawat CASA TNI AL melakukan dua sortie ke Bandara Rembele, Bener Meriah, dengan total 1.400 kilogram bantuan terdiri dari beras, mie instan, air mineral, dan paket sembako. Sementara itu, pesawat Caravan milik BNPB turut memperkuat operasi, masing-masing tipe BVR, DPI, SNG, dan VVO menjalankan misi ke Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Singkil. Pengiriman terbesar dilakukan oleh pesawat Caravan BVR yang membawa 951 kilogram logistik, termasuk satu unit Starlink untuk memperkuat jaringan komunikasi di wilayah Gayo Lues.
TIMELINES iNEWS Investigasi | Aceh — Upaya percepatan penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Aceh terus digencarkan melalui operasi bantuan udara dari Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang. Hingga Kamis, 4 Desember 2025 pukul 16.30 WIB, total 29 sorti penerbangan pesawat dan helikopter dikerahkan untuk mengirimkan logistik ke berbagai daerah terdampak. Penerbangan melibatkan unsur TNI AU, TNI AL, BNPB, serta dukungan penuh Pemerintah Aceh.
Kawasan yang menjadi prioritas distribusi meliputi wilayah yang masih terputus akses darat, terutama di Gayo Lues, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Singkil. Banyak desa di wilayah tersebut belum dapat dijangkau kendaraan akibat putusnya jembatan, longsor di badan jalan, serta elevasi medan yang sulit ditembus.
Pada operasi hari ini, Pesawat Caracal TNI AU 05 melakukan dua sortie masing-masing menuju Gayo Lues (Lesten, Pining) dan Aceh Timur (Lokop). Setiap penerbangan mengangkut 900 kilogram logistik, terdiri dari beras, mie instan, air mineral, biskuit, roti, susu, dan pop mie. Pesawat Caracal TNI AU 02 menjalankan dua misi serupa ke Aceh Tamiang, menuju Yonif 111/KB dan lapangan perkebunan di Kecamatan Tamiang Hulu, dengan total muatan masing-masing 900 kilogram.
Dari unsur helikopter, BNPB mengerahkan Helikopter Bel 206 (Biru) untuk dua sortie ke Aceh Utara, termasuk pengiriman bantuan khusus Gubernur Aceh berupa beras 100 kilogram, mie 100 kilogram, 2 unit Starlink, gula, serta lampu darurat. Sementara itu, Helikopter Bel 206 (Putih) fokus ke Bener Meriah, mendukung pengiriman 500 kilogram bantuan dalam dua kali penerbangan.
Helikopter Bel 407 (Orange) milik BNPB menjalankan tiga sorti ke Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Aceh Utara dengan total muatan 800 kilogram, termasuk perangkat komunikasi Starlink dan selimut untuk kebutuhan pengungsian. Adapun Helikopter Sikorsky (Merah) mengirimkan bantuan dalam volume besar, dua sortie masing-masing 800 kilogram menuju Stadion Langsa/Kodim Aceh Timur dan Simpang Jernih. Dengan kapasitas 1.500 kilogram, helikopter ini diprioritaskan mengangkut bantuan pangan dan nutrisi bagi pengungsi.
Dari unsur laut melalui udara, Pesawat CASA TNI AL melakukan dua sortie ke Bandara Rembele, Bener Meriah, dengan total 1.400 kilogram bantuan terdiri dari beras, mie instan, air mineral, dan paket sembako. Sementara itu, pesawat Caravan milik BNPB turut memperkuat operasi, masing-masing tipe BVR, DPI, SNG, dan VVO menjalankan misi ke Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Singkil. Pengiriman terbesar dilakukan oleh pesawat Caravan BVR yang membawa 951 kilogram logistik, termasuk satu unit Starlink untuk memperkuat jaringan komunikasi di wilayah Gayo Lues.
Selain operasi udara, bantuan logistik dari berbagai instansi juga masuk ke gudang penerimaan. Dinas Kesehatan Aceh tiba dengan suplai obat-obatan pada pukul 12.15 WIB.



































