TIMELINES iNEWS Investigasi | Aceh Besar — Penyaluran donasi bantuan kemanusiaan melalui Posko Donasi Pengobatan Tradisional Teungku Ali Bineh Blang resmi tuntas pada tahap pertama setelah seluruh bantuan masyarakat berhasil disalurkan ke sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Meureudu. Distribusi dilakukan melalui posko-posko lapangan dan dapur umum mandiri masyarakat yang bergerak langsung memenuhi kebutuhan penyintas di lokasi bencana.
Dengan rampungnya pendistribusian tahap awal, Teungku Ali kembali membuka Posko Donasi Tahap Kedua untuk melanjutkan penyaluran bantuan lanjutan bagi warga yang masih membutuhkan dukungan. Posko ini beralamat di Jalan Rel Kereta Api Lama, Desa Bineh Blang, Pagar Air, Aceh Besar, dan kembali menjadi titik utama pengumpulan berbagai bentuk bantuan dari masyarakat Aceh Besar, Kita Banda Aceh dan wilayah sekitarnya.
Bantuan tahap pertama difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, seperti makanan siap saji, pakaian layak pakai, air mineral, perlengkapan bayi, serta sejumlah barang penting lainnya. Namun, berdasarkan temuan tim relawan saat berada di lapangan, masih banyak kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi. Salah satu keluhan utama yang disampaikan masyarakat adalah kelangkaan gas elpiji, yang membuat warga kesulitan memasak dan memenuhi kebutuhan harian. Situasi ini semakin menyulitkan karena sebagian besar warga masih dalam proses memulihkan rumah dan tempat usaha mereka yang terdampak banjir.
Selain gas elpiji, masyarakat juga membutuhkan pangan, obat-obatan, perlengkapan darurat, serta perlengkapan khusus untuk bayi. Kelompok rentan seperti bayi dan balita membutuhkan perhatian ekstra. Pampers, susu bayi.
Kebutuhan masker Tak Kalah Penting yang menjadi kebutuhan Mendesak yang harus segera tersedia karena proses pembersihan pascabanjir masih berlangsung dan lingkungan sekitar belum sepenuhnya steril.
Tidak hanya itu, kebutuhan dasar seperti mie instan, air mineral, beras, Minyak Goreng dan gula putih juga sangat diperlukan untuk menopang operasional dapur umum mandiri yang telah didirikan di masing-masing gampong. Dapur umum tersebut menjadi sumber konsumsi utama bagi warga yang rumahnya masih terdampak atau belum dapat ditempati secara normal. Dengan bantuan logistik yang cukup, dapur umum dapat terus beroperasi dan memberikan makanan hangat kepada penyintas setiap harinya.
Teungku Ali menyampaikan bahwa dukungan masyarakat sangat berperan dalam mempercepat proses pemulihan warga terdampak banjir. Ia mengajak semua pihak untuk kembali terlibat dalam gerakan kemanusiaan ini. “Kalau bisa membantu sekarang, kenapa harus nanti? Setiap donasi yang kita berikan akan menjadi bagian dari ibadah dan bentuk kepedulian kita untuk membantu saudara-saudara yang sedang tertimpa musibah,” ujar Tgk Ali dalam seruannya.
Posko Donasi Tahap Kedua ini akan menerima berbagai bentuk bantuan, baik berupa sembako, kebutuhan bayi, perlengkapan kebersihan, maupun logistik lain yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas warga dan posko di lapangan. Selain itu, masyarakat yang ingin berdonasi juga dapat mengirimkan bantuan melalui relawan yang telah ditugaskan khusus untuk memfasilitasi penjemputan bantuan dari rumah ke rumah.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian yang terus mengalir, diharapkan proses pemulihan di Meureudu dapat berjalan lebih cepat dan merata. Kehadiran Posko Tgk Ali bersama relawan dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa solidaritas Warga Aceh Besar, Banda Aceh dan sekitar tidak pernah padam, terutama ketika bencana melanda saudara-saudara di daerah lain. Gerakan kemanusiaan ini kembali memperlihatkan bahwa gotong royong dan kepedulian adalah kekuatan utama dalam menghadapi situasi darurat dan masa pemulihan pascabencana. *[Yahbit]



































