TLII>>Bener Meriah, Aceh — Kamis, 4 Desember 2025.Dalam situasi yang digambarkan relawan sebagai “nyaris mustahil ditembus manusia”, PT Eliot Luther Indonesia akhirnya berhasil mengirimkan bantuan perdana ke wilayah paling terisolir di Kabupaten Bener Meriah usai longsor dan banjir bandang yang mengguncang kawasan tersebut.

Salah satu titik yang paling parah terdampak berada di Kecamatan Permata, Desa Buntul, di mana ratusan warga terjebak tanpa akses jalan, listrik padam total, dan jaringan komunikasi terputus selama beberapa hari. Kondisi ini membuat wilayah tersebut menjadi seperti pulau terasing di tengah daratan Aceh.

Perjalanan Ekstrim Melawan Putusnya Peradaban.
Tim relawan yang membawa bantuan menggambarkan perjalanan mereka bak “menantang maut”. Jalan-jalan amblas, jembatan patah, dan lumpur setinggi lutut memaksa mereka menggunakan segala kemampuan dan perlengkapan darurat.
“Di beberapa titik, tidak ada lagi yang bisa disebut sebagai jalan. Hanya tebing runtuh dan pepohonan berserakan,” ungkap Edy, relawan yang memimpin operasi distribusi.
Dengan bekal satphone, radio komunikasi, dan logistik terbatas, tim berhasil mempertahankan koordinasi demi menembus area yang bahkan tidak lagi dapat diakses kendaraan.

Bantuan Vital untuk Warga yang Kehabisan Segalanya.
Sesampainya di lokasi, tim langsung membagikan bantuan yang didonasikan PT Eliot Luther Indonesia, meliputi:
Paket sembako
Susu dan kebutuhan balita
Popok bayi
Vitamin dan kebutuhan dasar lainnya
Tangis haru warga pecah saat bantuan tiba, setelah berhari-hari mereka bertahan tanpa kepastian kapan pertolongan akan sampai.
Para warga melaporkan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini meliputi:
Beras
Obat-obatan
Vitamin
Kebutuhan balita dan wanita
“Di sini sudah tidak ada lagi yang bisa dibeli atau dicari. Semua akses hilang. Hanya bantuan seperti inilah harapan kami,” kata salah satu warga yang ditemui tim relawan.
Harapan Baru di Tengah Reruntuhan
PT Eliot Luther Indonesia menyampaikan bahwa misi kemanusiaan ini tidak akan berhenti di pengiriman pertama. Mereka berharap semakin banyak donatur yang ikut tergerak agar bantuan dapat terus mengalir ke wilayah Aceh yang masih terisolir oleh bencana.
“Semoga semakin banyak tangan yang membantu, agar penderitaan warga yang terdampak bisa segera teringankan,” ujar Edy menutup laporannya dari lapangan.



































