(foto istimewa sang penulis Fera Casia)
Penulis : Fera Casia mahasiswa PBI Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Di penghujung tahun…
Kala semburat cahaya menerangi
Seonggok tubuh tampak menyendiri
Terduduk sepi di tepian waktu
Bersama angan yang tak kunjung menepi
Kala itu yang ia pikirkan hanyalah seandainya…
Seandainya ayah dan ibu masih ada
Seandainya aku mampu meniti mimpi yang layak
Seandai, seandai, dan seandainya…
Dalam masa yang begitu kalut
Terkadang seutas harap mati di dalam diri
Ia meminta pertolongan, mencoba bersuara
Namun sekeras apa pun langkah menuju harapan
Hempasan mimpi tetap tergeletak
Di sisi jalan yang sama
Asa kala itu terbidik di sanubariku
Dari setiap detik milik kehidupanku
Perjalanan panjang yang berliku
Hingga harap tak selalu sejalan
Dengan apa yang kuinginkan
Sungguh tiada banding hari-hari yang telah dilalui
Kini 365 hari berlalu
Pertanda musim berganti, hari baru menunggu
Di balik tirai waktu yang terbuka
Ada asa yang tergapai
Dan ada pula yang tak sampai
Namun setelah kurenungi persoalan kini
Bukan tentang apa yang gagal tergapai
Melainkan bagaimana cara mensyukuri
Segala yang telah kita lalui
Dalam 365 hari kehidupan


































