(foto istimewa sang penulis putri Wulandari)
Karya : Putri Wulandari Mahasiswa PBI semester 3 Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
Benang putih yang ditarik ulur
Kini berubah abu-abu, rabun
Ia pergi tanpa suara
Penat berdiri terlalu sempurna
Sudut itu menjadi tempat pulang
Yang tak pernah memberi obat
Barangkali racunlah
Yang diam-diam ikut andil
Lagi, sudut itu penuh coretan
Entah bermakna atau tidak
Ia memilih tak peduli
Sebab ia tahu, Isinya tetap racun
Di sana, ya di sana
Masih di sudut yang sama
Harapan palsu menumpuk
Membusuk, menyerupai bangkai
Ia bagai terperangkap tanpa kunci
Tak bergerak, tak ke mana-mana
Meski harapan putih terus mengelus
Mencari ujung, yang tak pernah sampai
Waktu hanya lewat sebagai debu
Menempel di dinding yang sama
Tak membersihkan apa pun
Selain menebalkan luka
Ia duduk bersama letih
Mendengar pikirannya sendiri
Berputar tanpa arah
Di sudut yang enggan berubah
Jika kelak ada jalan keluar
Barangkali bukan lewat harapan
Melainkan keberanian
Untuk benar-benar pergi


































