GMPB Gelar Aksi di Kantor Bupati Agara, Desak Pencopotan Kadis Sosial dan Kalaksa BPBD
Kuta Cane — Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pemuda Bersatu (GMPB) Peduli Bencana menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Aceh Tenggara, Rabu (14/1/2026). Dalam aksinya, GMPB mendesak Bupati Aceh Tenggara mencopot Kepala Dinas Sosial dan Kepala Pelaksana BPBD setempat.
Aksi yang dimotori Sabarudin alias Amas Muda bersama Raja tersebut menuntut pencopotan Bahagia Wati selaku Kepala Dinas Sosial dan M. Asbi selaku Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara. Keduanya dinilai tidak sejalan dengan penderitaan masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
Dalam orasi yang disampaikan secara bergantian, massa menilai kinerja kedua pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut tidak maksimal dalam menangani dampak bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh Tenggara pada November lalu. Pendemo menyebut masih banyak korban bencana yang hingga kini terpaksa menumpang di rumah kerabat karena tidak tersedianya tempat penampungan, sementara rumah mereka hanyut atau rusak berat akibat luapan Sungai Alas dan tanah longsor.
Sebagai bentuk kekecewaan, massa aksi sempat membakar ban bekas dan menyalakan petasan. Pendemo juga menyatakan kekecewaan karena tidak dapat bertemu langsung dengan Bupati Aceh Tenggara. Massa menolak berdialog dengan Sekretaris Daerah Aceh Tenggara, Yusrizal, yang menyampaikan bahwa bupati sedang menjalankan tugas di luar daerah.
Koordinator aksi, Sabarudin, juga mendesak agar dilakukan audit penggunaan dana penanggulangan banjir senilai sekitar Rp4 miliar yang bersumber dari bantuan pemerintah pusat melalui Presiden RI Prabowo Subianto dan disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara.
Aksi unjuk rasa berlangsung hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Massa aksi berasal dari berbagai elemen mahasiswa dan organisasi kepemudaan, di antaranya Ikatan Pemuda Mahasiswa Aceh Tenggara (IPMAT) Banda Aceh, IPMAT Medan, IPMAT Jabodetabek, IKAMARA Yogyakarta, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STAISES dan Universitas Gunung Leuser (UGL), HMI Cabang Kuta Cane, HMI Komisariat FKIP UGL, serta IMM Kuta Cane.
Massa mendesak Bupati Aceh Tenggara H.M. Salim Fakhry agar segera mencopot pimpinan dua OPD yang dinilai tidak bersinergi dan tidak berkontribusi maksimal dalam penanganan bencana. Setelah menyampaikan tuntutan melalui orasi secara bergantian, massa akhirnya membubarkan diri menjelang waktu magrib.(Madiansyah B)


























