
ACEH TENGGARA — PT Hutama Karya (Persero) memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada alat berat di proyek rehabilitasi Bendungan/Irigasi Lawe Harum, Kabupaten Aceh Tenggara.
Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul pemberitaan yang terbit pada Kamis, 22 Januari 2026. Asisten Pelaksana (Aspel) pekerjaan Bendungan/Irigasi Lawe Harum, Fachrurrazi, ST, menegaskan bahwa selama pelaksanaan proyek, alat berat tidak menggunakan BBM subsidi.
“Seluruh alat berat yang beroperasi di lokasi proyek menggunakan BBM industri, bukan solar subsidi. BBM tersebut dibeli secara resmi dari SPBU Kuning di Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara,” kata Fachrurrazi kepada Timelines iNews Investigasi.

Ia juga menjelaskan bahwa pada 22 Januari 2026, PT Hutama Karya (Persero) telah memobilisasi alat Self Loader Mixer, yang merupakan alat baru dan pertama kali digunakan di Aceh. Mobilisasi alat tersebut bertujuan untuk mempercepat progres pekerjaan rehabilitasi Bendungan/Irigasi Lawe Harum.
Menurut Fachrurrazi, alat Self Loader Mixer tersebut tidak dirancang menggunakan bahan bakar Bio Solar, melainkan menggunakan Dexlite, sesuai dengan spesifikasi teknis pabrikan.

Dengan adanya klarifikasi ini, pihak PT Hutama Karya (Persero) menyatakan bahwa informasi terkait dugaan penggunaan BBM subsidi di lokasi proyek tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Pihak pelaksana memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Klarifikasi ini disampaikan sebagai hak jawab sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, guna meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.



































