ISLAM MENGUPAS TUNTAS
RUMAH TANGGA BAHAGIA
ust.H.Hasan Basri Alcaff.*
a. Komponen Primier :
– Zaujun – Husband
– Zaujatun – Wife
b. Komponen Secundair :
– Adab – Akhlak – Etika
– Ilmu – sains
-Pengamalan-Pengalaman
c. Komponen material :
– Zaujatun shalihatun
– Rumah yang lapang
– Kendaraan laik pakai
d. – Komponen langit :
1.Sakinah (سَكِينَة)
adalah kata dalam
bahasa Arab yang
berarti “ketenangan”,
“kedamaian”, atau
“ketentraman”.
Dalam konteks Islam, sakinah merujuk pada keadaan jiwa yang tenang, damai, dan tenteram, yang dihasilkan dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an, kata sakinah disebutkan dalam beberapa ayat, antara lain:
– QS. 9:26: “Kemudian Allah menurunkan sakinah-Nya kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tidak melihatnya.”
– QS. 48:4: “Dialah yang menurunkan sakinah ke dalam hati orang-orang mukmin, supaya keimanan mereka bertambah kepada keimanan mereka (yang telah ada).”
Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan tentang sakinah, antara lain:
– “Sakinah itu ada di rumah-rumah yang di dalamnya ada Al-Qur’an.” (HR. Tirmidzi)
– “Sakinah itu ada di dalam hati orang-orang yang beriman.” (HR. Bukhari)
Makna sakinah dalam konteks Islam adalah:
– Ketenangan jiwa yang dihasilkan dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
– Kedamaian dan ketentraman yang dirasakan oleh orang-orang mukmin.
– Keadaan jiwa yang stabil dan tidak terganggu oleh kesedihan, kekhawatiran, atau ketakutan.
– Rasa aman dan percaya diri yang dihasilkan dari keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, sakinah dapat diwujudkan dengan cara:
– Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
– Membaca dan memahami Al-Qur’an.
– Berdzikir dan berdoa kepada Allah SWT.
– Berbuat baik kepada orang lain dan menjaga hubungan yang harmonis dengan mereka.
– Menghindari perbuatan yang dapat mengganggu ketenangan jiwa, seperti ghibah, fitnah, dan lain-lain.
2. Mawaddah (مَوَدَّة)
adalah kata dalam
bahasa Arab yang berart
“cinta”, “kasih sayang”,
atau “kecintaan”.
Dalam konteks Islam, mawaddah merujuk pada perasaan cinta dan kasih sayang yang kuat antara dua orang, terutama antara suami dan istri.
Dalam Al-Qur’an, kata mawaddah disebutkan dalam beberapa ayat, antara lain:
– QS. 30:21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang (mawaddah).” (QS. 30:21)
– QS. 4:19: “Dan berbuat baiklah kepada isteri-isteri kamu, karena mereka adalah teman hidupmu dan penolongmu.” (QS. 4:19)
Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan tentang mawaddah, antara lain:
– “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.” (HR. Tirmidzi)
– “Cintailah istrimu, karena dia adalah amanah bagimu.” (HR. Abu Dawud)
Makna mawaddah dalam konteks Islam adalah:
– Cinta dan kasih sayang yang kuat antara suami dan istri.
– Perasaan sayang dan perhatian yang mendalam antara dua orang.
– Hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang antara suami dan istri.
– Keadaan jiwa yang penuh dengan cinta dan kasih sayang.
Dalam kehidupan sehari-hari, mawaddah dapat diwujudkan dengan cara:
– Menunjukkan kasih sayang dan perhatian kepada pasangan.
– Berbicara dengan lembut dan sopan kepada pasangan.
– Memberikan hadiah dan kejutan kepada pasangan.
– Menghabiskan waktu bersama pasangan dan melakukan aktivitas yang disukai bersama.
– Memperhatikan kebutuhan dan keinginan pasangan.
3. Warahmah (وَرَحْمَة)
adalah kata dalam
bahasa Arab
“kasih sayang”, “belas
kasihan”, atau “rahmat”.
Dalam konteks Islam, warahmah merujuk pada perasaan kasih sayang dan belas kasihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya.
Dalam Al-Qur’an, kata warahmah disebutkan dalam beberapa ayat, antara lain:
– QS. 30:21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang (mawaddah) dan kasih sayang (warahmah).” (QS. 30:21)
– QS. 7:151: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan orang-orang mukmin, pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” (QS. 7:151)
Dalam hadis, Nabi Muhammad SAW juga menyebutkan tentang warahmah, antara lain:
– “Rahmat Allah SWT itu ada 100 bagian, satu bagian diberikan kepada makhluk-Nya di dunia, dan 99 bagian disimpan di akhirat.” (HR. Bukhari)
– “Orang-orang yang beriman itu bagaikan satu bangunan, yang satu sama lain saling menguatkan dan saling merahmati.” (HR. Bukhari)
Makna warahmah dalam konteks Islam adalah:
– Kasih sayang dan belas kasihan yang diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya.
– Perasaan kasih sayang dan perhatian yang mendalam antara dua orang.
– Hubungan yang harmonis dan penuh kasih sayang antara manusia.
– Keadaan jiwa yang penuh dengan kasih sayang dan belas kasihan.
* Ust.H.Hasan Basrie Alc
Pengasuh Bengkel Rohani
Tangerang Banten.
* Kaperwil Banten & Kabiro
Tangerang. [ Cak Haba


































