‎Melawan Lupa, Merawat Kelekak: Seruan untuk Generasi Bangka ‎

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Senin, 9 Februari 2026 - 22:24 WIB

50182 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto istimewa kegiatan di kelekak)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

‎Kelekak bukan sekadar ruang hijau, melainkan sistem hidup yang menyangga pangan, menjaga air, menyimpan pengetahuan lokal, dan menopang keanekaragaman hayati Bangka. Namun hari ini, kelekak berada di ambang rapuh terdesak ekspansi lahan, logika ekstraksi, dan kelalaian generasi pewarisnya.

‎Jauh sebelum wacana sustainable development, masyarakat Bangka telah mempraktikkan kecerdasan ekologis melalui kelekak. Pengetahuan etnobotani, hubungan manusia alam, serta keberadaan satwa dan tumbuhan endemik menegaskan kelekak sebagai realitas ekologis yang hidup.

‎Sayangnya, perlindungan kelekak belum tegas. Meski UU No. 32 Tahun 2009, UU No. 5 Tahun 1990, UU No. 26 Tahun 2007, dan UU No. 23 Tahun 2014 memberi dasar perlindungan ekosistem dan kearifan lokal, kelekak masih berada di wilayah abu-abu kebijakan daerah tidak diakui secara eksplisit, tidak tercantum jelas dalam tata ruang, dan rentan dialihfungsikan.

‎Kondisi ini menuntut keberanian politik. Pemerintah daerah perlu mendorong Perda Perlindungan dan Pengelolaan Kelekak Bangka yang menetapkan kelekak sebagai kawasan lindung berbasis kearifan lokal, memasukkannya ke dalam RTRW, membatasi alih fungsi, serta menjamin pengelolaan berbasis komunitas.

‎Refleksi itu menguat ketika anak muda kembali bersentuhan langsung dengan kelekak melalui ruang belajar seperti Kemah Ekologis. Di sana, pemuda menyaksikan secara langsung perbedaan antara kelekak yang terawat dan kelekak yang rusak: tanah yang gersang, jejak satwa yang menghilang, penebangan liar, tambang ilegal serta ruang hidup yang perlahan menyempit. Pengalaman ini menegaskan bahwa krisis ekologis bukan wacana, melainkan kenyataan di depan mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada titik ini, kelekak seolah bertanya kepada kita semua: jika bukan sekarang dijaga, lalu kapan; jika bukan kita yang bertanggung jawab, lalu siapa. Kerusakan kelekak bukan hanya akibat kebijakan yang abai, tetapi juga cermin dari pilihan kolektif kita antara terus menunda, atau mulai memihak pada keberlanjutan.

‎Pemuda Bangka tidak boleh diam ketika kelekak terancam. Kesadaran ekologis harus naik kelas menjadi keberanian politik: mengawal tata ruang, menagih komitmen negara, dan melawan pembangunan yang merusak ruang hidup. Kelekak menunggu keberpihakan dan sejarah akan mencatat siapa yang memilih diam, dan siapa yang memilih menjaga.

Penulis: Sayied Agiel Yusuf (Mahasiswa Unmuh Babel)

Berita Terkait

Di Balik Tangisan Anak Pencuri Ayam, Ada Keresahan Pemilik Ayam Aduan Juara dan PR Besar Penegakan Hukum
Rupiah Terjun Bebas: Bukti ‘Ekonomi Pancasila’ Masih Sebatas Dongeng Pengantar Tidur Penguasa
INGKAR JANJI DALAM HUBUNGAN ASMARA: BISAKAH CINTA DIGUGAT?
Politik Santun, Menang Tanpa Balas Dendam
Kekosongan Kepemimpinan di Bangka Barat Bukan Soal Jabatan, Tetapi Hilangnya Keberanian Memimpin.
Pers Pilar Keempat Demokrasi: Masihkah Menjadi Penjaga Kebenaran?
“Tak Dapat Dana Bantuan Sosial, Geusyik Dituding Pilih Kasih dan Balas Jasa Politik”
‎Betungkah: Perlawanan Terhadap Kerusakan Alam Dari Pesisir Bangka

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 00:58 WIB

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Selasa, 1 September 2026 - 23:33 WIB

Pemerintah Aceh Salurkan Buffer Stock Penanggulangan Bencana, Tiga Daerah Terima Bantuan Rp5,38 Miliar

Selasa, 1 September 2026 - 13:52 WIB

Peserta PKPPM Gelombang II IAIN Takengon Disambut Hangat Masyarakat Kampung Pantan Nangka

Selasa, 1 September 2026 - 10:20 WIB

3 BHAYANGKARA BERPRESTASI DI PIDIE JAYA DAPAT PENGHARGAAN, KAPOLRES: TERUS BERIKAN YANG TERBAIK

Selasa, 1 September 2026 - 09:37 WIB

Berkas P-21, Dua Tersangka Narkotika Pidie Jaya Dilimpahkan ke Kejaksaan

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:20 WIB

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Senin, 31 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Baitul Mal Aceh Gandeng Rumah Zakat Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Usaha

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Bantah Isu TV Donasi Bencana, Mantan Kalapas Blangkejeren Layangkan Hak Jawab dan Somasi ke Habaraya News

Berita Terbaru

BMA Sebut Muzaki Terbesar di Aceh

ACEH

Bank Aceh Salurkan Zakat Perusahaan Rp11,94 Miliar

Rabu, 2 Sep 2026 - 00:58 WIB