TLii | DIRLANTAS POLDA SUMUT MEDAN
07/02/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan Memasuki hari ke-6 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026, Polda Sumatera Utara terus mengintensifkan upaya preventif dan humanis di lapangan. Salah satu fokus utama kegiatan adalah pemeriksaan kendaraan angkutan barang dan penumpang, termasuk truk dan travel, guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
Operasi yang berlangsung sejak 2 Februari 2026 ini tidak hanya menitikberatkan pada penindakan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga mengedepankan pencegahan kecelakaan melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kendaraan dan kesehatan pengemudi.
Pada hari keenam pelaksanaan operasi, jajaran Direktorat Lalu Lintas Polda Sumut bersama instansi terkait melaksanakan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum dan angkutan barang. Pemeriksaan meliputi kelayakan teknis kendaraan, seperti sistem pengereman, lampu, kondisi ban, kelengkapan administrasi kendaraan, hingga kesesuaian muatan.
Selain pemeriksaan kendaraan, para sopir truk dan travel juga menjalani tes urin sebagai langkah antisipatif untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat serta bebas dari penyalahgunaan narkoba dan zat berbahaya lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan humanis dan persuasif, dengan mengedepankan keselamatan sebagai prioritas utama.
Berdasarkan data hingga hari ke-5 Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dilaporkan pada Jumat malam (6/2), tercatat total 6.114 pelanggaran lalu lintas. Rinciannya, penindakan melalui sistem ETLE sebanyak 1.105 kasus, penindakan non-ETLE sebanyak 417 kasus, serta 4.585 teguran yang diberikan secara simpatik sebagai bentuk edukasi langsung kepada masyarakat.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, total penindakan menunjukkan tren penurunan sebesar 48,6 persen, dari 2.664 kasus pada 2025 menjadi 1.368 kasus pada 2026 (data perbandingan hingga hari ke-5). Penurunan ini menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas secara tertib dan aman.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menyampaikan bahwa ramp check dan tes urin terhadap sopir merupakan langkah konkret dalam mencegah terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya.
“Kami ingin memastikan kendaraan yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan dan pengemudinya dalam keadaan sehat serta bebas dari narkoba. Tes urin ini merupakan langkah preventif demi melindungi keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, Operasi Keselamatan Toba 2026 mengedepankan pendekatan edukatif dan persuasif.
“Operasi ini bukan semata-mata soal penindakan, tetapi bagaimana membangun kesadaran bersama. Teguran yang diberikan merupakan bentuk pembinaan, sementara penindakan dilakukan secara profesional dan proporsional,” tambahnya.
Polda Sumut mengimbau kepada para pengusaha angkutan, sopir truk, sopir travel, serta seluruh pengguna jalan agar selalu memastikan kendaraan dalam kondisi prima, tidak memaksakan diri saat lelah, dan menjauhi penyalahgunaan narkoba demi keselamatan bersama.
Operasi Keselamatan Toba 2026 akan terus dilaksanakan secara konsisten guna mewujudkan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di wilayah Sumatera Utara, Tegasnya.
(***)


































