TLii.PIDIE JAYA..Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi MA, S.Sos, ME menyampaikan bahwa Kabupaten Pidie Jaya menjadi salah satu daerah yang paling cepat dan utama dalam menyampaikan laporan dampak bencana hidrometeorologi kepada pemerintah pusat. Ketepatan dan kelengkapan laporan tersebut membuat Pidie Jaya termasuk daerah yang lebih awal mendapatkan perhatian serta bantuan dari pemerintah pusat.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat menyambut kunjungan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Sosial RI dalam rangka penanganan bencana di Kabupaten Pidie Jaya.
Ia mengapresiasi dukungan pemerintah pusat yang dinilai sangat membantu percepatan pemulihan masyarakat terdampak.
“Alhamdulillah Pidie Jaya menjadi salah satu kabupaten yang paling awal menyampaikan laporan dampak bencana secara lengkap, sehingga kami juga lebih cepat mendapatkan bantuan stimulan dari pemerintah pusat untuk masyarakat terdampak,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap masyarakat terdampak, baik rumah rusak ringan, rusak sedang, rusak berat hingga rumah yang hilang. Pendataan tersebut dilakukan secara transparan dengan melibatkan perangkat gampong, tim teknis kabupaten, kecamatan serta pendampingan TNI dan Polri.
Melalui Kementerian Sosial RI, pemerintah pusat menyalurkan bantuan untuk penanganan korban bencana di Kabupaten Pidie Jaya dengan total nilai sekitar Rp241,6 miliar. Bantuan tersebut meliputi bantuan stimulan sosial ekonomi untuk 18.839 KK sebesar Rp94,19 miliar, bantuan jaminan hidup bagi 66.629 jiwa sebesar Rp89,94 miliar, bantuan isi hunian sementara untuk 18.839 KK sebesar Rp56,51 miliar, santunan ahli waris untuk 56 jiwa sebesar Rp840 juta serta santunan bagi 23 korban luka sebesar Rp115 juta. Selain itu juga disalurkan bantuan perlengkapan ibadah serta dukungan alat berat untuk percepatan penanganan pascabencana.



























