TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
13/03/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI,bMedan, 13 Maret 2026 PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara melaksanakan pemeriksaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) kepada para pekerja operasional sebagai langkah menjaga keselamatan perjalanan kereta api menjelang masa Angkutan Lebaran 2026.

Kegiatan pemeriksaan tersebut diikuti oleh 30 pekerja yang terdiri dari masinis, kondektur, kru kereta api, Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA), petugas sarana dan prasarana, petugas pengamanan, petugas stasiun, serta frontliner. Pemeriksaan dilaksanakan pada Jumat (13/3) di Ruang Rapat Dipo Lokomotif Medan dan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan bahwa pemeriksaan NAPZA ini merupakan langkah preventif untuk memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional kereta api berada dalam kondisi sehat serta bebas dari penyalahgunaan narkoba.
“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya KAI memastikan seluruh pekerja yang terlibat dalam operasional berada dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba, sehingga keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga,” ujar Anwar.
Selain pemeriksaan NAPZA, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyuluhan kesehatan kepada para peserta. Materi yang diberikan meliputi bahaya penyalahgunaan narkotika, pentingnya menjaga kesehatan pekerja operasional, serta penerapan pola hidup sehat guna mendukung keselamatan kerja.
Menurut Anwar, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan operasional kereta api, terutama pada periode meningkatnya mobilitas masyarakat seperti bulan Ramadan dan masa Angkutan Lebaran.
“KAI memastikan seluruh pekerja operasional berada dalam kondisi prima sehingga dapat memberikan pelayanan yang aman dan andal kepada masyarakat,” jelasnya.
Melalui kegiatan pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan tersebut, KAI Divre I Sumatera Utara menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap pekerja agar operasional kereta api dapat berjalan dengan selamat, aman, dan terpercaya.
“Kami berkomitmen menjaga profesionalisme pekerja agar layanan kereta api kepada masyarakat tetap berjalan dengan aman dan nyaman,” tutup Anwar.
(***)


































