Pendataan Diduga Bermasalah, Warga Ketambe Tuding BPBD Agara Pilih Kasih Soal Korban Banjir

REDAKSI 1

- Redaksi

Senin, 6 April 2026 - 17:35 WIB

50351 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

040426

Samsul

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KUTACANE – Timelinesnews: Pendataan korban banjir di Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, menuai sorotan. Sejumlah warga menuding Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agara melakukan pendataan tidak akurat dan terkesan pilih kasih.

Keluhan muncul karena banyak warga yang terdampak banjir Sungai Alas justru tidak tercatat sebagai korban, sehingga tidak menerima bantuan dari pemerintah.

Hani, warga Ketambe, mengungkapkan adanya ketidaksesuaian mencolok antara kondisi di lapangan dan data resmi pemerintah.

“Banyak yang benar-benar terdampak malah tidak masuk data. Akibatnya, bantuan tidak sampai ke yang berhak,” ujarnya

Temuan warga bahkan menunjukkan dugaan kesalahan fatal dalam pendataan. Sejumlah warga yang tidak terdampak banjir justru tercatat sebagai korban, bahkan dengan kategori rumah rusak berat.

Sebaliknya, menurut Zaki, warga lainnya, banyak rumah yang rusak akibat terjangan banjir Sungai Alas tidak masuk dalam daftar penerima bantuan.

“Ada yang tidak kena banjir tapi dapat bantuan. Yang rumahnya rusak parah justru tidak terdata,” katanya.

Kondisi ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik pendataan yang tidak profesional, bahkan cenderung diskriminatif.

Di Kute Leuser, Kecamatan Ketambe, misalnya, warga menyebut sejumlah nama yang tidak terdampak banjir masuk dalam daftar korban. Sementara warga yang mengalami kerusakan rumah justru terabaikan.

Warga menilai, kesalahan ini bukan sekadar kelalaian administratif, melainkan indikasi lemahnya sistem verifikasi data di tingkat lapangan.

“Pendataan ini seperti asal-asalan. Tidak menyeluruh, tidak akurat, dan terkesan pilih kasih,” ujar seorang warga.

Upaya protes telah dilakukan. Warga mengaku telah melaporkan persoalan ini langsung kepada Kepala BPBD dan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Aceh Tenggara. Namun, respons yang diterima dinilai tidak memberikan kepastian.

“Sudah kami sampaikan, tapi jawabannya masih mengambang. Tidak ada kejelasan tindak lanjut,” kata warga Leuser.

Sekdakab Aceh Tenggara, Yusrizal, saat dikonfirmasi Kamis (2/4), tidak memberikan penjelasan substansial dan justru mengarahkan agar pertanyaan diajukan langsung kepada Kepala Pelaksana BPBD.

“Silakan tanyakan langsung ke Kalaksa BPBD,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Agara, MHD Asbi, membantah adanya ketidaktepatan data. Ia menyatakan pendataan telah dilakukan sesuai prosedur dengan melibatkan aparat desa (kute), Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga pihak kecamatan.

Namun, di tengah bantahan tersebut, BPBD justru mengakui akan melakukan pendataan ulang.

Asbi mengatakan pihaknya akan kembali menurunkan tim ke Kute Jambur Lak-lak dan Leuser dalam waktu dekat untuk “memastikan” data korban banjir.

Langkah ini memunculkan pertanyaan: jika pendataan sebelumnya diklaim akurat, mengapa perlu dilakukan verifikasi ulang?

Bagi warga, pendataan ulang bukan sekadar perbaikan teknis, melainkan bukti bahwa data awal bermasalah—dan berdampak langsung pada hak korban untuk memperoleh bantuan. (Tim).

Berita Terkait

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pidie Jaya Gelar Bakti Religi dan Bakti Sosial Wujud Kepedulian kepada Masyarakat
GEKRA 2026 Hadirkan Pangan Murah, Layanan Publik, dan Penguatan UMKM di Aceh Besar
Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat
LANA Libatkan Kejaksaan Awasi MBG di Aceh Barat, Dorong Transparansi Penggunaan Anggaran Negara
SMKN 2 Kutacane Cetak Generasi untuk dunia usaha
Gerak Ceria, Pikiran Bahagia: Mahasiswa Psikologi IAIN Langsa Pulihkan Semangat Lansia Pascabanjir
Ribuan Warga Tumpah Ruah, Ayah Wa dan Tarmizi Payang Lepas Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 H
Tragedi Tambang Emas Aceh Jaya, LANA Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:55 WIB

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pidie Jaya Gelar Bakti Religi dan Bakti Sosial Wujud Kepedulian kepada Masyarakat

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:53 WIB

GEKRA 2026 Hadirkan Pangan Murah, Layanan Publik, dan Penguatan UMKM di Aceh Besar

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:11 WIB

Kapolres Gayo Lues Pimpin Sertijab Sejumlah Pejabat Utama, Tekankan Peningkatan Pelayanan kepada Masyarakat

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:06 WIB

LANA Libatkan Kejaksaan Awasi MBG di Aceh Barat, Dorong Transparansi Penggunaan Anggaran Negara

Rabu, 17 Juni 2026 - 09:19 WIB

Gerak Ceria, Pikiran Bahagia: Mahasiswa Psikologi IAIN Langsa Pulihkan Semangat Lansia Pascabanjir

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:47 WIB

Ribuan Warga Tumpah Ruah, Ayah Wa dan Tarmizi Payang Lepas Pawai Ta’aruf 1 Muharram 1448 H

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:16 WIB

Tragedi Tambang Emas Aceh Jaya, LANA Desak Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:55 WIB

Ribuan Warga Tumpah Ruah, Semarak Muharram 1448 H Gema Syiar Islam dan Kepedulian Sosial di Aceh Utara

Berita Terbaru