TLii | SUMUT LAPAS PEMUDA KLS III LANGKAT
28/04/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Langkat Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) beserta pejabat struktural dan seluruh jajaran Lapas Pemuda Langkat turut menghadiri kegiatan Tasyakuran Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 yang dilaksanakan secara virtual pada Senin (27/4/2026). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Langkat sebagai bentuk sinergi lintas sektor.

Memasuki usia ke-62, jajaran Pemasyarakatan menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan kerja nyata dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal tersebut selaras dengan tema HBP ke-62 tahun 2026, yakni “Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima.”

Tasyakuran nasional HBP ke-62 dipusatkan dari Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan Indonesia dan diikuti oleh seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia. Dalam sambutannya, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa peringatan ini merupakan momentum refleksi atas capaian kinerja, penguatan komitmen integritas, serta peningkatan profesionalisme di seluruh lini, baik pusat, wilayah, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT).
Ia juga menekankan bahwa peringatan HBP menjadi sarana memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), mitra kerja, serta masyarakat dalam mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang memberikan manfaat luas.
“Peringatan ini merupakan momentum penting atas refleksi dan perjalanan panjang Pemasyarakatan sebagai rumah pendidikan bagi manusia yang pernah salah jalan, agar kembali patuh pada hukum sesuai nilai Griya Winaya Jamna Wimarga Laksa Darmesti,” ujar Menteri Agus.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa lebih dari enam dekade perjalanan Pemasyarakatan menjadi tonggak transformasi menuju sistem pembinaan yang lebih humanis. Hal ini juga diperkuat dengan hadirnya era baru hukum di Indonesia melalui pemberlakuan KUHP dan KUHAP baru yang mengedepankan pendekatan keadilan restoratif.
“Pemasyarakatan bukan lagi berorientasi pada pembalasan, tetapi telah bertransformasi secara menyeluruh, mulai dari pra hingga pasca-adjudikasi. Amanah ini membutuhkan kolaborasi dan sinergi dengan seluruh APH agar tujuan pembaruan hukum dapat terwujud,” tambahnya.
Menteri Agus juga mengingatkan bahwa peringatan ini harus menjadi refleksi mendalam bagi seluruh jajaran untuk terus menghadirkan langkah konkret yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025 telah dilaksanakan Program Akselerasi, yang kemudian dilanjutkan pada tahun 2026 melalui Program Aksi sebagai bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Dengan semangat HBP ke-62, jajaran Lapas Pemuda Langkat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pembinaan, serta memberikan kontribusi nyata dalam sistem hukum nasional yang berkeadilan dan berorientasi pada kemanusiaan, Ungkapnya.
(***)

































