Proyek Rehabilitasi Stadion H. Sahadat Pulonas Agara Disorot, Diduga Tak Sesuai Harapan

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 20:50 WIB

50183 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh | Aceh Tenggara | Kutacane – 17 April 2026, Proyek rehabilitasi Gedung Stadion H. Sahadat Pulonas di Kutacane, Aceh Tenggara, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah kejanggalan di lapangan. Meski Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp419.957.000 pada tahun 2025, hasil pekerjaan dinilai jauh dari harapan.

Temuan ini terungkap dari hasil pantauan langsung sejumlah awak media di lokasi stadion pada Kamis (16/4/2026). Dari hasil observasi, masih banyak fasilitas utama yang luput dari perbaikan.

Sejumlah bagian vital stadion terlihat belum tertangani dengan baik. Beberapa pintu ruangan dilaporkan dalam kondisi tidak layak pakai, bahkan ditemukan pintu tanpa kunci pengaman yang hanya dililit kawat. Kondisi serupa juga terlihat pada pintu kamar mandi yang menggunakan seng bekas, serta ruang ganti yang ditutup dengan papan seadanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total tujuh pintu akses keluar-masuk stadion, hanya empat pintu bagian depan yang diperbaiki, sementara tiga pintu di bagian belakang tidak tersentuh. Selain itu, tempat duduk pemain cadangan tidak dilengkapi atap pelindung, sehingga tidak memberikan perlindungan dari cuaca.

Kondisi stadion yang terkesan minim perawatan ini menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat, khususnya para pecinta olahraga, mengingat besarnya anggaran yang telah digelontorkan.

Seorang rekanan berpengalaman di bidang konstruksi memperkirakan nilai pekerjaan fisik yang dilakukan tidak sebanding dengan total anggaran. Ia menyebutkan, estimasi biaya pekerjaan seperti pemasangan seng stadion sekitar Rp200 juta, pintu besi dan kayu sekitar Rp60 juta, pengecatan Rp12 juta, serta pemangkasan rumput Rp3 juta. Total tersebut dinilai masih jauh di bawah nilai kontrak proyek.

Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Aceh Tenggara, Hendrik, membenarkan bahwa proyek tersebut dimenangkan oleh CV Ariffatih sesuai nilai kontrak. Namun, rincian pekerjaan tidak sepenuhnya dipublikasikan secara terbuka.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Riswandi, menjelaskan bahwa anggaran lebih dari Rp400 juta difokuskan pada item paling mendesak sesuai dokumen kontrak, seperti perbaikan pintu, atap, dan kamar mandi. Ia menegaskan bahwa dana tersebut hanya mencukupi sebagian kecil dari kebutuhan rehabilitasi stadion secara keseluruhan.

Riswandi juga menambahkan bahwa untuk merehabilitasi stadion secara menyeluruh dibutuhkan anggaran jauh lebih besar, diperkirakan mencapai Rp4 hingga Rp5 miliar. Terkait spesifikasi material, ia memastikan seng yang digunakan telah sesuai standar dengan ketebalan 0,04 milimeter.

Meski demikian, kondisi di lapangan tetap menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan pemerhati pembangunan. Banyak pihak menilai anggaran yang ada seharusnya dapat lebih maksimal dalam memperbaiki fasilitas utama stadion.

Salah seorang warga setempat mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan tersebut. Ia menilai kualitas rehabilitasi sangat memprihatinkan, bahkan mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait.

“Ini sangat tidak layak. Pintu hanya diikat kawat, kamar mandi pakai seng bekas. Kami berharap ke depan ada perbaikan yang lebih baik dan transparan,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar stadion kebanggaan masyarakat Aceh Tenggara dapat berfungsi secara optimal. (TIM)

Berita Terkait

LANA Minta Bupati Aceh Barat Buka “Rapor” Janji Politik: Mana yang Sudah Terwujud, Mana yang Masih Menunggu?
Sinar Muda Gampong Weu Juara Turnamen Sepak Bola, Chek Boy Beri Apresiasi
Plt Kapolresta Banda Aceh Ucapkan Selamat atas Pelantikan Teuku Rahmadsyah sebagai Kajati Aceh
Polres Batu Bara Ungkap Peredaran Ketamin, Hampir 1 Kilogram Barang Bukti Diamankan
Berawal dari Informasi Warga, Polisi Langkat Ungkap 11 Batang Ganja di Perladangan
Kapolres Pidie Jaya Perkuat Sinergi dengan Bawaslu, Wujudkan Pemilu Aman dan Kondusif*
Bupati Aceh Tenggara Diminta Audit Dana Desa dan ADD Tahun 2023–2025
BKKBN Aceh Gaungkan Program Bangga Kencana di Langsa

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:16 WIB

Meriahkan HUT RI Ke-81, Lapas Narkotika Samarinda Raih Juara 3 Lomba Tenis Meja Antar-UPT Pemasyarakatan Kaltim

Rabu, 12 Agustus 2026 - 02:10 WIB

Semarakkan HUT RI, Lapas Narkotika Samarinda Raih Juara 1 Perlombaan Catur Antar-UPT Pemasyarakatan Kaltim

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:40 WIB

111 PNS Resmi Dilantik, Kalapas Narkotika Samarinda Hadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah PNS di Lingkungan Ditjenpas Kaltim

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Tuntaskan Praktik Lapangan, Tiga Taruna Terima Pesan Pengabdian dari Kalapas Narkotika Samarinda

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:45 WIB

Peduli Kemanusiaan, Petugas Lapas Narkotika Samarinda Ikut Sukseskan Donor Darah dalam Rangka HUT Kemerdekaan RI ke-81

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Budayakan Lingkungan Bersih, Petugas Keamanan Lapas Narkotika Samarinda Berikan Sosialisasi Pengelolaan Sampah

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:14 WIB

Penuhi Hak Dasar Warga Binaan, Lapas Narkotika Samarinda Bagikan Pakaian dan Peralatan Mandi

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:03 WIB

Jaga Kebugaran Warga Binaan Lansia, Lapas Narkotika Samarinda Laksanakan Posyandu Lansia

Berita Terbaru