Proyek Rehabilitasi Stadion H. Sahadat Pulonas Agara Disorot, Diduga Tak Sesuai Harapan

REDAKSI 1

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 20:50 WIB

5055 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh | Aceh Tenggara | Kutacane – 17 April 2026, Proyek rehabilitasi Gedung Stadion H. Sahadat Pulonas di Kutacane, Aceh Tenggara, menjadi sorotan setelah ditemukan sejumlah kejanggalan di lapangan. Meski Pemerintah Daerah melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp419.957.000 pada tahun 2025, hasil pekerjaan dinilai jauh dari harapan.

Temuan ini terungkap dari hasil pantauan langsung sejumlah awak media di lokasi stadion pada Kamis (16/4/2026). Dari hasil observasi, masih banyak fasilitas utama yang luput dari perbaikan.

Sejumlah bagian vital stadion terlihat belum tertangani dengan baik. Beberapa pintu ruangan dilaporkan dalam kondisi tidak layak pakai, bahkan ditemukan pintu tanpa kunci pengaman yang hanya dililit kawat. Kondisi serupa juga terlihat pada pintu kamar mandi yang menggunakan seng bekas, serta ruang ganti yang ditutup dengan papan seadanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari total tujuh pintu akses keluar-masuk stadion, hanya empat pintu bagian depan yang diperbaiki, sementara tiga pintu di bagian belakang tidak tersentuh. Selain itu, tempat duduk pemain cadangan tidak dilengkapi atap pelindung, sehingga tidak memberikan perlindungan dari cuaca.

Kondisi stadion yang terkesan minim perawatan ini menimbulkan keprihatinan di tengah masyarakat, khususnya para pecinta olahraga, mengingat besarnya anggaran yang telah digelontorkan.

Seorang rekanan berpengalaman di bidang konstruksi memperkirakan nilai pekerjaan fisik yang dilakukan tidak sebanding dengan total anggaran. Ia menyebutkan, estimasi biaya pekerjaan seperti pemasangan seng stadion sekitar Rp200 juta, pintu besi dan kayu sekitar Rp60 juta, pengecatan Rp12 juta, serta pemangkasan rumput Rp3 juta. Total tersebut dinilai masih jauh di bawah nilai kontrak proyek.

Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ) Aceh Tenggara, Hendrik, membenarkan bahwa proyek tersebut dimenangkan oleh CV Ariffatih sesuai nilai kontrak. Namun, rincian pekerjaan tidak sepenuhnya dipublikasikan secara terbuka.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Riswandi, menjelaskan bahwa anggaran lebih dari Rp400 juta difokuskan pada item paling mendesak sesuai dokumen kontrak, seperti perbaikan pintu, atap, dan kamar mandi. Ia menegaskan bahwa dana tersebut hanya mencukupi sebagian kecil dari kebutuhan rehabilitasi stadion secara keseluruhan.

Riswandi juga menambahkan bahwa untuk merehabilitasi stadion secara menyeluruh dibutuhkan anggaran jauh lebih besar, diperkirakan mencapai Rp4 hingga Rp5 miliar. Terkait spesifikasi material, ia memastikan seng yang digunakan telah sesuai standar dengan ketebalan 0,04 milimeter.

Meski demikian, kondisi di lapangan tetap menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat dan pemerhati pembangunan. Banyak pihak menilai anggaran yang ada seharusnya dapat lebih maksimal dalam memperbaiki fasilitas utama stadion.

Salah seorang warga setempat mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan tersebut. Ia menilai kualitas rehabilitasi sangat memprihatinkan, bahkan mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait.

“Ini sangat tidak layak. Pintu hanya diikat kawat, kamar mandi pakai seng bekas. Kami berharap ke depan ada perbaikan yang lebih baik dan transparan,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat melakukan evaluasi menyeluruh agar stadion kebanggaan masyarakat Aceh Tenggara dapat berfungsi secara optimal. (TIM)

Berita Terkait

Gubernur Aceh Tegaskan JKA Tidak Dihapus, Pemerintah Lakukan Evaluasi untuk Perbaikan sistem
87 Kepsek Aceh Utara Komit Wujudkan Pendidikan Berkualitas Lewat Perjanjian Kinerja
DP3AP2KB dan Bunda PAUD Hadirkan Trauma Healing bagi Anak Terdampak Bencana di Lhokseumawe
Menindak lanjuti Laporan Masyarakat, Satpol PP dan WH Aceh Besar Berhasil Menjaring 5 Ternak Yang berkeliaran Di Jalan
Satgas TMMD Reguler ke-128 Lanjutkan Pembangunan RTLH
Badan Pusat Statistik Kota Langsa Sosialisasikan EPSS dan Sensus Ekonomi 2026
Polisi Mulai Usut Pengalihan Sisa Dana ZIS Agara
Sekda Lhokseumawe Dorong Percepatan KLA 2026–2030, Sinergi Lintas Sektor Diperkuat

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 22:06 WIB

Mathrios Zulhidayat Hutasoit: Bantuan BRI Diharapkan Ciptakan Lingkungan Kerja Lebih Layak

Jumat, 24 April 2026 - 21:49 WIB

Lapas Perempuan Medan Gelar Donor Darah Peringati HBP ke-62

Jumat, 24 April 2026 - 21:40 WIB

Lapas Perempuan Medan Meriahkan HBP ke-62 dengan Beragam Perlombaan

Jumat, 24 April 2026 - 21:19 WIB

Kapolres Pelabuhan Belawan Silaturahmi dengan Tokoh Masyarakat dan Pemuda Mitra Kamtibmas

Jumat, 24 April 2026 - 19:38 WIB

Sertijab Pejabat Lapas Tebing Tinggi: Mengantar Bakti yang Tuntas, Menyambut Semangat Akselerasi

Jumat, 24 April 2026 - 19:11 WIB

Lapas Binjai Perkuat Sinergi dengan BNN Kota Binjai untuk Cegah Peredaran Narkoba

Jumat, 24 April 2026 - 17:03 WIB

Anwar Yuli Prastyo: Integrasi Antarmoda Permudah Mobilitas, Efisiensikan Perjalanan

Jumat, 24 April 2026 - 16:34 WIB

Sinergi Imigrasi Belawan dan Ombudsman RI: Wujud Kepastian Layanan dan Hukum

Berita Terbaru

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Belajar Jadi Berani Sejak Dini, Siswa TKN 1 Simpang Rimba “Sekolah” di Basarnas

Jumat, 24 Apr 2026 - 21:43 WIB