TLii | PT KAI DAOP V PURWOKERTO
14/05/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI Purwokerto PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui penataan dan penutupan perlintasan sebidang liar di wilayah operasionalnya.
Sejak tahun 2017 hingga April 2026, KAI Daop 5 Purwokerto telah berhasil menutup sebanyak 184 perlintasan liar guna menekan potensi kecelakaan di jalur kereta api.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan bahwa keberadaan perlintasan liar menjadi salah satu faktor utama meningkatnya risiko kecelakaan karena tidak dilengkapi sistem pengamanan yang memadai.
“Setiap perlintasan memiliki potensi risiko. Untuk lokasi yang belum sesuai ketentuan, penanganan dilakukan bersama pemerintah, termasuk opsi penutupan demi menjaga keselamatan masyarakat dan perjalanan kereta api,” ujar As’ad, Rabu (6/5/2026).
Saat ini, wilayah operasional Daop 5 Purwokerto memiliki 196 perlintasan sebidang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 perlintasan masih belum terjaga dan memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Sebagai langkah strategis menciptakan sistem transportasi yang aman dan tertib, KAI bersama pemerintah daerah terus melakukan penataan terhadap perlintasan sebidang, termasuk penutupan akses liar yang dinilai berbahaya bagi masyarakat maupun operasional perjalanan kereta api.
“Penutupan ini bertujuan mengarahkan masyarakat untuk menggunakan perlintasan resmi yang lebih aman, sekaligus menekan potensi kecelakaan,” jelasnya.
Selain peningkatan infrastruktur keselamatan, KAI juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan masyarakat saat melintasi jalur kereta api. Pengguna jalan diimbau untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas.
Menurut As’ad, kereta api memiliki keterbatasan dalam melakukan pengereman mendadak karena membutuhkan jarak henti yang cukup panjang.
“Kereta api tidak bisa berhenti mendadak karena membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Oleh karena itu, disiplin masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan,” katanya.
KAI Daop 5 Purwokerto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan dan ketertiban di perlintasan sebidang demi terciptanya perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi semua pihak.
“Setiap risiko di perlintasan dapat berdampak luas. Karena itu, menjaga keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tutupnya.
(***)



























