TLii | MEDAN | PT KAI PERSERO DIVRE I SUMUT
19/06/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, 19 Juni 2026 Kinerja angkutan barang PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, volume angkutan barang yang dilayani mencapai 318.482 ton atau meningkat 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 312.170 ton.

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, mengatakan peningkatan tersebut didorong oleh tingginya permintaan terhadap sejumlah komoditas unggulan daerah, terutama bahan bakar minyak (BBM) dan crude palm oil (CPO).

“Dari lima komoditas angkutan barang yang kami layani di Sumatera Utara, angkutan BBM dan CPO menjadi dua komoditas yang mengalami peningkatan paling signifikan.

Terjadi pertumbuhan sebesar 12 persen untuk angkutan BBM dan 28 persen untuk angkutan CPO,” ujar Anwar.
Pertumbuhan angkutan barang semakin terlihat pada Mei 2026.
Dalam satu bulan tersebut, KAI Divre I Sumut mengangkut 64.127 ton barang, meningkat 36 persen dibandingkan Mei 2025 yang mencapai 47.060 ton.
Menurut Anwar, pada periode tersebut komoditas petikemas mencatatkan pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan hingga 109 persen. Sementara itu, komoditas CPO juga mengalami peningkatan signifikan sebesar 31 persen dibandingkan capaian pada Mei tahun sebelumnya.
Ia menilai tren pertumbuhan angkutan barang berbasis rel tersebut sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Program Prioritas 13 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sumut 2025–2029 yang berfokus pada penguatan sistem logistik dan transportasi.
“Program tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem logistik dan transportasi sebagai pilar utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing daerah,” katanya.
Anwar menjelaskan, efisiensi biaya transportasi dan kelancaran distribusi logistik memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas harga barang di berbagai wilayah. Hal ini turut mendukung target penurunan Koefisien Variasi Harga Antar Wilayah Tingkat Provinsi di Sumatera Utara dari 10,1 persen pada 2025 menjadi 9,38 persen pada 2030.
“Kelancaran distribusi logistik bukan hanya berdampak bagi industri, tetapi juga memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pelaku usaha dapat lebih efisien, harga barang lebih stabil, daya beli masyarakat meningkat, dan pada akhirnya pertumbuhan ekonomi daerah ikut terdorong,” jelasnya.
Untuk menjaga konsistensi pertumbuhan tersebut, KAI Divre I Sumut terus mengoptimalkan layanan angkutan barang melalui penguatan pola operasi, peningkatan keandalan sarana dan prasarana, serta perluasan kerja sama dengan pelanggan korporasi dan mitra logistik.
Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan sistem distribusi barang yang lebih terjadwal, stabil, dan efisien, sekaligus memperkuat daya saing industri regional di Sumatera Utara.
“Investasi pada logistik berbasis rel adalah investasi untuk daya saing Indonesia. Semakin besar volume barang yang dapat dilayani melalui kereta api secara efisien, semakin besar pula biaya logistik yang dapat ditekan. Langkah ini penting untuk memperkuat industri, menjaga daya beli masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Anwar, Ujarnya.
(***)



























