( foto ilustrasi sumber AI)
TIMELINES INEWS INFESTIGASI
Penulis:nama: Nadila Kania Ramadhani Mahasiswa PBI Unmuh Babel NIM: 250441012
Pernah tidak ketika sedang belajar tiba-tiba muncul notifikasi dari smartphone? Awalnya mungkin cuma ingin melihat sebentar, tetapi akhirnya malah jadi membuka media sosial, membalas chat, atau bahkan scrolling TikTok sampai lupa waktu. Hal seperti ini pasti sering dialami oleh mahasiswa zaman sekarang. Di era digital saat ini, smartphone memang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa.
Hampir semua aktivitas bisa dilakukan melalui smartphone, mulai dari komunikasi, hiburan, sampai kegiatan akademik. Karena itulah, smartphone menjadi alat yang sangat membantu mahasiswa dalam belajar. Namun, di balik manfaatnya yang besar, smartphone juga bisa menjadi penyebab menurunnya fokus belajar mahasiswa apabila tidak digunakan dengan bijak.
Di era sekarang, perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Handphone yang dulu hanya digunakan untuk telepon dan mengirim pesan sekarang sudah berkembang menjadi smartphone dengan berbagai fitur canggih. Bagi mahasiswa, smartphone memiliki banyak manfaat untuk mendukung proses belajar. Dengan smartphone, mahasiswa dapat mengakses jurnal ilmiah, buku digital, kamus online, video pembelajaran, dan berbagai sumber pengetahuan lainnya secara instan. Bahkan, mahasiswa sekarang tidak perlu lagi pergi ke perpustakaan hanya untuk mencari referensi tugas karena semuanya sudah bisa diakses melalui smartphone.
Selain itu, aplikasi seperti Google Classroom, Zoom, Google Meet, dan WhatsApp juga membantu mahasiswa untuk mengikuti kelas dan berdiskusi dengan teman secara lebih praktis.Namun, di sisi lain, smartphone juga menjadi sumber distraksi terbesar bagi mahasiswa. Dalam satu perangkat yang sama, terdapat aplikasi belajar sekaligus aplikasi hiburan seperti TikTok, Instagram, YouTube, game online, dan media sosial lainnya. Hal inilah yang membuat mahasiswa sering kehilangan fokus ketika belajar menggunakan smartphone. Awalnya membuka Google Scholar untuk mencari jurnal, tetapi beberapa menit kemudian malah berakhir scrolling media sosial tanpa sadar. Notifikasi yang terus muncul juga membuat konsentrasi mudah terganggu. Akibatnya, waktu belajar menjadi tidak efektif dan tugas yang seharusnya cepat selesai malah menjadi lebih lama.
Sebenarnya, penggunaan smartphone untuk belajar kembali lagi kepada pribadi masing-masing mahasiswa. Ada mahasiswa yang memang mampu mengontrol diri sehingga tetap fokus meskipun belajar menggunakan smartphone. Mereka bisa membedakan kapan harus belajar dan kapan harus bermain media sosial. Namun, ada juga mahasiswa yang sangat mudah terdistraksi. Sedikit notifikasi saja sudah cukup membuat fokus belajar hilang. Menurut saya, hal ini wajar karena aplikasi media sosial memang dirancang agar penggunanya terus membuka aplikasi tersebut.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesadaran dan disiplin dalam menggunakan smartphone saat belajar.Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi distraksi adalah dengan mematikan notifikasi ketika belajar. Mahasiswa juga bisa mengaktifkan mode “jangan ganggu” agar tidak terganggu oleh pesan atau panggilan yang tidak penting. Selain itu, belajar di tempat yang tenang dan menjauhkan smartphone sementara waktu juga bisa membantu meningkatkan fokus. Ada juga beberapa mahasiswa yang menggunakan aplikasi khusus untuk membatasi waktu penggunaan media sosial agar tidak berlebihan. Cara-cara sederhana seperti ini sebenarnya cukup membantu apabila dilakukan secara konsisten.
Selain mengganggu fokus belajar, penggunaan smartphone yang berlebihan juga dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan dan produktivitas mahasiswa. Banyak mahasiswa yang tidur terlalu malam karena bermain smartphone, baik untuk scrolling media sosial, menonton video, ataupun bermain game. Akibatnya, waktu tidur menjadi tidak teratur dan tubuh menjadi mudah lelah. Ketika mengikuti kelas atau belajar keesokan harinya, mahasiswa jadi sulit berkonsentrasi karena kurang istirahat. Kondisi seperti ini tentu dapat memengaruhi prestasi akademik mahasiswa.
Tidak hanya itu, terlalu sering menggunakan smartphone juga dapat menyebabkan kecanduan. Banyak mahasiswa yang tanpa sadar menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuka media sosial. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk belajar, mengerjakan tugas, atau melakukan kegiatan produktif lainnya akhirnya terbuang sia-sia. Produktivitas pun menurun karena mahasiswa lebih sering menunda pekerjaan. Selain itu, paparan cahaya biru atau blue light dari layar smartphone juga kurang baik bagi kesehatan mata apabila terlalu sering digunakan dalam waktu lama.
Keberadaan smartphone juga menciptakan ilusi multitasking yang sebenarnya menyesatkan. Banyak mahasiswa merasa bisa belajar sambil membalas chat, mendengarkan musik, atau scrolling media sosial. Padahal, ketika otak terus berpindah fokus dari satu hal ke hal lain, konsentrasi justru menjadi menurun. Akibatnya, materi yang dipelajari tidak benar-benar dipahami dengan baik. Hal ini menjadi salah satu tantangan terbesar bagi mahasiswa di era digital sekarang.
Banyak mahasiswa merasa sedang belajar, tetapi sebenarnya fokus mereka sudah terbagi karena smartphone.Di sisi lain, ada juga yang berpendapat bahwa smartphone adalah alat bantu belajar yang tidak tergantikan. Pendapat tersebut memang benar karena teknologi pada dasarnya bersifat netral.
Smartphone bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat apabila digunakan dengan benar. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa smartphone dirancang bukan hanya untuk belajar, tetapi juga sebagai sarana hiburan. Sangat sulit bagi mahasiswa untuk tetap fokus membaca jurnal ketika notifikasi TikTok atau WhatsApp terus muncul di layar yang sama.
Tanpa disiplin yang kuat, fungsi smartphone sebagai alat belajar akan kalah dengan fungsinya sebagai alat hiburan.
Kesimpulannya, smartphone memiliki dampak besar terhadap fokus belajar mahasiswa. Smartphone memang memberikan banyak manfaat dalam dunia pendidikan karena memudahkan akses informasi dan komunikasi. Namun, smartphone juga dapat menjadi sumber distraksi yang menurunkan fokus, produktivitas, bahkan kesehatan mahasiswa apabila digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, mahasiswa harus mampu mengontrol penggunaan smartphone dengan baik. Fokus belajar tidak hanya membutuhkan niat, tetapi juga disiplin dalam membatasi penggunaan teknologi agar smartphone benar-benar menjadi alat pendukung belajar, bukan penghambat pencapaian akademik.




























