TLii | SUMUT | RUTAN KLS IIB TANJUNG
04/07/2026
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Tanjung, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan panen sayuran di kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Jumat (3/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian yang melibatkan petugas dan warga binaan sebagai tamping kebun.

Pada panen kali ini, Rutan Tanjung berhasil memanen 60 ikat sayuran yang terdiri atas 30 ikat sawi dan 30 ikat kangkung. Seluruh hasil panen dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan di dapur Rutan, sehingga menghadirkan bahan makanan yang lebih segar, sehat, dan berkualitas bagi warga binaan.

Program SAE merupakan salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk memperoleh keterampilan di bidang pertanian.
Melalui pendampingan petugas, warga binaan dilibatkan dalam seluruh proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Kegiatan tersebut diharapkan mampu membentuk etos kerja, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta menjadi bekal keterampilan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Salah seorang warga binaan yang dipercaya menjadi tamping kebun, Acan, mengaku bersyukur dapat terlibat dalam program tersebut.
“Melalui kegiatan ini saya belajar banyak tentang cara menanam, merawat, hingga memanen sayuran.
Saya merasa bangga karena hasil panen yang kami tanam dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Rutan. Semoga ilmu yang saya peroleh selama mengikuti program ini bisa menjadi bekal untuk bekerja atau berusaha di bidang pertanian setelah bebas nanti,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Al Muqtadir Pasya, mengatakan bahwa pemanfaatan lahan SAE merupakan bentuk komitmen Rutan Tanjung dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berdampak nyata.
“Kami terus berupaya mengoptimalkan lahan yang ada agar memberikan manfaat maksimal. Program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembinaan yang membentuk keterampilan, kedisiplinan, dan kemandirian warga binaan.
Hasil panen dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Rutan sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional,” ujarnya.
Melalui program SAE, Rutan Kelas IIB Tanjung terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia sebagai sarana pembinaan kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di dapur Rutan, program ini juga diharapkan meningkatkan keterampilan dan kesiapan warga binaan untuk kembali berperan aktif di tengah masyarakat.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan Rutan Tanjung terhadap implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, serta pelaksanaan salah satu dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, yaitu mewujudkan kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan melalui pemanfaatan lahan tidur (idle).
Dengan sinergi antara petugas dan warga binaan, Rutan Tanjung terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang berkualitas, produktif, dan memberikan manfaat nyata bagi proses reintegrasi sosial warga binaan, Terangnya.
(***)



























