Pendidikan Karakter sebagai Fondasi Mewujudkan Generasi Berintegritas di Era Digital

PUTRI RAHMAWATI

- Redaksi

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:25 WIB

50105 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

( Foto istimewa sang penulis Diah Ayu Raharjanti)

TIMELINES INEWS INFESTIGASI

Penulis: Diah Ayu Raharjanti

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NIM: 250141135 Kelas : 2B Prodi PGSD

Pendahuluan

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Kemudahan akses informasi memberikan banyak manfaat, tetapi juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti menurunnya etika, meningkatnya perilaku tidak jujur, perundungan, hingga rendahnya rasa tanggung jawab di kalangan peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter peserta didik.

Artikel “Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan” karya Nopan Omeri menjelaskan bahwa pendidikan karakter merupakan kebutuhan yang mendesak untuk membangun bangsa yang bermoral, berbudaya, dan berintegritas. Pendidikan karakter tidak hanya dilaksanakan di sekolah, tetapi juga harus dimulai dari keluarga dan didukung oleh lingkungan masyarakat.

Analisis Kritis

Penulis artikel menegaskan bahwa berbagai permasalahan bangsa, seperti korupsi dan rendahnya integritas, menunjukkan bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup tanpa karakter yang baik. Fakta tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan selama ini masih terlalu berfokus pada aspek kognitif dan belum sepenuhnya berhasil membentuk kepribadian peserta didik.

Menurut saya, pendapat tersebut sangat relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Masih banyak peserta didik yang memperoleh nilai tinggi, tetapi kurang memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama. Di era digital, tantangan semakin kompleks karena media sosial dan teknologi dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Oleh sebab itu, pendidikan karakter harus menjadi bagian yang terintegrasi dalam seluruh proses pembelajaran.

Pendidikan karakter juga tidak dapat dibebankan hanya kepada guru Pendidikan Agama atau Pendidikan Pancasila. Semua guru harus menjadi teladan melalui sikap, perilaku, dan cara berinteraksi dengan peserta didik. Keteladanan merupakan metode yang paling efektif dalam menanamkan nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, dan tanggung jawab. Hal ini sejalan dengan isi artikel yang menyatakan bahwa seluruh pendidik memiliki tanggung jawab dalam pembentukan karakter peserta didik.

Selain itu, artikel menjelaskan bahwa tujuan pendidikan karakter adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, kreatif, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan rasa cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompetitif.

Argumentasi

Menurut saya, keberhasilan pendidikan karakter tidak dapat diukur hanya melalui teori yang diajarkan di kelas, tetapi harus terlihat dalam perilaku peserta didik sehari-hari. Sekolah perlu membangun budaya positif, seperti membiasakan salam, disiplin waktu, kejujuran saat ujian, kepedulian terhadap lingkungan, dan kegiatan sosial. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami nilai karakter, tetapi juga membiasakan diri untuk menerapkannya.

Selain sekolah, keluarga memiliki peran yang sangat penting. Orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak. Apabila nilai-nilai karakter yang diajarkan di sekolah tidak didukung oleh lingkungan keluarga, maka pembentukan karakter akan sulit berhasil. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang erat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Di sisi lain, perkembangan teknologi seharusnya dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat pendidikan karakter. Guru dapat menggunakan media digital untuk menyampaikan materi yang inspiratif, memberikan contoh tokoh berkarakter, serta mengajak peserta didik berdiskusi mengenai etika dalam menggunakan media sosial.

Rekomendasi

Untuk meningkatkan efektivitas pendidikan karakter, beberapa langkah yang dapat dilakukan adalah:

1. Mengintegrasikan nilai karakter ke dalam seluruh mata pelajaran.

2. Meningkatkan keteladanan guru dan tenaga kependidikan.

3. Memperkuat kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.

4. Memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran karakter.

5. Melakukan evaluasi karakter peserta didik secara berkelanjutan melalui observasi dan pembiasaan, bukan hanya melalui tes tertulis.

Penutup

Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berintegritas. Artikel karya Nopan Omeri menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kualitas moral dan karakter peserta didik. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar mampu menghasilkan generasi yang beriman, jujur, bertanggung jawab, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

Daftar Pustaka:

Gardner, H. (1999). Intelligence Reframed: Multiple Intelligences for the 21st Century. Basic Books.

Ki Hadjar Dewantara. (2013). Pemikiran, Konsepsi, Keteladanan, Sikap Merdeka. UST Press.

Ratna Megawangi. (2004). Pendidikan Karakter. Indonesia Heritage Foundation.

Omeri, N. (2015). Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Dunia Pendidikan.

Jurnal Manajer Pendidikan, 9(3), 464–468.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Profil Pelajar Pancasila.

Berita Terkait

Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang Laksanakan Program Kerja Bak Sampah di SDK Idalolong
Lulus Tanpa Skripsi : Terdengar Menggiurkan Tapi Sebenarnya Jebakan?
Quiet Quitting: Malas Bekerja atau Bentuk Kesadaran akan Work-Life Balance?
Lulus Kuliah, Lalu Menganggur: Apakah Jurusan yang Dipilih Masih Relavan dengan Dunia Kerja?
Perlukah Media Sosial Dibatasi Untuk Anak di Bawah 16 Tahun?
Hubungan Parasosial di Era Digital
Penghapusan Kewajiban Skripsi: Apakah Sebuah Kemajuan?
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Program Tumbuh Bersama,PT Pelindo Regional I Dorong Peningkatan Kualitas SDM melalui Pembangunan Sekolah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Green Policing, Kapolres Toba Ajak Masyarakat Tanam Pohon: “Alam Jaga Kita, Kita Jaga Alam”

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Berdalih Pematangan Lahan, Galian Tanah Urug Diduga Ilegal Tetap Berjalan: Warga Curigai Ada “Tameng” dan Permainan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Polres Pelabuhan Belawan Grebek Sarang Narkoba di Marelan, 1 Pengedar dan 3 Pengguna Diamankan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Lapas Tebing Tinggi Komitmen Tingkatkan Kinerja Lewat Evaluasi Berkelanjutan dan Reintegrasi Sosial Warga Binaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:47 WIB

Lapas Pemuda Selenggarakan Pembinaan Kepribadian Keterampilan dan Kemandirian Sesuai Karakteristik Potensi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Tim Inspektorat Jenderal Kemenimipas Laksanakan Audit Kinerja Penanganan Overcapacity di Rutan Labuhan Deli.

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Sholat Jumat di Masjid Raya Al-Mashun, Kapolda Sumut Ajak Masyarakat Perangi Narkoba dan Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru