(foto istimewa kegiatan)
TIMELINES INEWS INFESTIGASI
Penulis: Putri Simba
Upaya memperkuat budaya literasi di Bangka Belitung kembali diwujudkan melalui kegiatan Betason Buku bertema “Merawat Literasi Daerah melalui Karya dan Dialog Penulis Bangka Belitung” yang digelar di Gedung Pertemuan Camat Rangkui, Jalan Pahlawan 12 Nomor 16, Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Kota Pangkalpinang, Minggu (19/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30–16.00 WIB ini merupakan kolaborasi Yayasan Bumi Aksara Serumpun Sebalai, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Genangan Ilmu, Forum TBM Kepulauan Bangka Belitung, dan Relawan Literasi Masyarakat 2026. Acara tersebut menghadirkan penulis, pegiat literasi, mahasiswa, hingga masyarakat umum dalam satu ruang diskusi untuk memperkuat budaya membaca, menulis, dan mengapresiasi karya sastra daerah.
Pada kegiatan tersebut, buku Merahnya Luka Samirah, Tidak Semerah Luka Negeri Timah karya Rita Orbaningrum, S.Pd. dipilih sebagai bahan utama bedah buku. Melalui karya tersebut, peserta diajak memahami berbagai persoalan sosial yang terjadi di Bangka Belitung sekaligus melihat bagaimana sastra dapat menjadi media refleksi kehidupan masyarakat.
Rita Orbaningrum yang juga menjabat sebagai Ketua Forum TBM Kepulauan Bangka Belitung hadir sebagai narasumber utama. Ia menceritakan proses kreatif penulisan buku, alasan mengangkat tema tersebut, serta pesan yang ingin disampaikan kepada para pembaca melalui karyanya.
Diskusi dipandu oleh Sinta S., S.Pd., M.Pd. sebagai moderator. Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Afriyendy Gusti, S.S., M.Hum., hadir sebagai pemantik diskusi yang menekankan pentingnya karya sastra sebagai bagian dari upaya menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat tradisi literasi di daerah.
Pembahasan buku turut diperkaya oleh dua pembedah, yakni Eddy Salahudin, S.Pd. dan Meilanto, S.Pd., M.Pd. Keduanya mengulas isi buku dari berbagai sudut pandang, mulai dari unsur cerita, pesan yang disampaikan penulis, hingga relevansinya dengan kondisi sosial masyarakat Bangka Belitung.
Menutup kegiatan, moderator Sinta S., S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa bedah buku tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan isi buku, tetapi juga menunjukkan bahwa karya sastra mampu merekam sejarah, menyuarakan kepedulian, dan merefleksikan kehidupan masyarakat Bangka Belitung. Menurutnya, literasi bukan sekadar membaca dan menulis, melainkan juga memahami, berdialog, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan budaya.
Ia berharap peserta tidak berhenti sebagai pendengar setelah kegiatan berakhir. Peserta diajak untuk terus membaca karya-karya lokal, mendiskusikannya di berbagai komunitas, mendukung para penulis daerah, serta mulai menulis pengalaman dan gagasan sendiri sebagai bentuk kontribusi dalam membangun ekosistem literasi.
Pada kesempatan tersebut, moderator juga menyampaikan apresiasi kepada Anggota DPD RI Ustaz Zuhri, Lc., Rita Orbaningrum selaku penulis, Afriyendy Gusti sebagai pemantik diskusi, Eddy Salahudin dan Meilanto sebagai pembedah buku, serta seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif.
Melalui kegiatan Betason Buku, penyelenggara berharap budaya literasi di Bangka Belitung terus berkembang. Selain meningkatkan minat baca dan menulis, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat apresiasi terhadap karya penulis lokal serta membangun kolaborasi antarkomunitas dalam merawat literasi daerah secara berkelanjutan.




























