KUTACANE, ACEH TENGGARA – 16 Oktober 2026. Dugaan belum dibayarkannya dana rutin pengajian orang tua di Desa Kutabaru, Kabupaten Aceh Tenggara, yang dianggarkan pada tahun 2024, menjadi sorotan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dana yang diperuntukkan bagi kegiatan pengajian orang tua tersebut diduga belum diterima oleh para penerima, khususnya terkait pembayaran gaji atau honor pengajian.
Persoalan ini memunculkan pertanyaan mengenai realisasi anggaran desa tahun 2024. Apabila anggaran tersebut telah dicairkan, masyarakat berhak mengetahui apakah dana benar-benar disalurkan sesuai peruntukannya atau masih terdapat kewajiban pembayaran yang belum diselesaikan.
Pj Pengulu Diminta Buka Transparansi Anggaran
Pj Pengulu Desa Kutabaru perlu memberikan penjelasan terbuka mengenai besaran anggaran rutin pengajian orang tua tahun 2024, sumber pendanaannya, realisasi pencairan, serta alasan apabila pembayaran honor belum dilakukan.
Transparansi tersebut penting agar tidak menimbulkan dugaan adanya persoalan dalam pengelolaan keuangan desa.
BritanaNews.com juga mendorong pihak terkait untuk memeriksa dokumen APBDes tahun 2024, laporan realisasi anggaran, bukti pencairan, serta daftar penerima honor pengajian.
Inspektorat Diminta Lakukan Pemeriksaan
Inspektorat Kabupaten Aceh Tenggara diminta menelusuri persoalan ini apabila terdapat bukti bahwa anggaran telah dicairkan, tetapi hak para penerima belum dibayarkan.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah terdapat tunggakan pembayaran, kesalahan administrasi, atau persoalan lain yang perlu dipertanggungjawabkan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Pj Pengulu Desa Kutabaru mengenai jumlah anggaran, status pencairan, maupun alasan dugaan belum dibayarkannya honor tersebut.
BritanaNews.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Pj Pengulu Desa Kutabaru serta pihak-pihak terkait.
Catatan: Untuk memastikan pemberitaan akurat, perlu dikonfirmasi apakah dana rutin pengajian tersebut benar-benar sudah dicairkan dan berapa jumlah honor yang belum dibayarkan.
Hartono pinim

































