
KUTACANE, ACEH TENGGARA – 20 Oktober 2026 | TLii. Rasa lega bercampur haru menyelimuti masyarakat Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara, setelah penantian panjang untuk pemulihan akses transportasi pascabanjir mulai menunjukkan titik terang.
Pada Selasa (20/10/2026), alat berat jenis ekskavator mulai diturunkan ke aliran Sungai Lawe Matang untuk melakukan pengerukan material sungai yang akan dimanfaatkan sebagai tanggul penahan air.
Dimulainya pekerjaan tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat yang selama hampir satu tahun menghadapi kesulitan akses transportasi akibat bencana banjir besar pada November 2025 lalu.
Camat Darul Hasanah, Hayadun, S.P. kepada Kutacane Time Line mengungkapkan bahwa dampak banjir tersebut masih menyisakan kesedihan mendalam bagi masyarakat.
Pasalnya, jembatan rangka baja Natam yang menjadi akses utama penghubung Kecamatan Darul Hasanah dengan wilayah lainnya mengalami kerusakan parah setelah diterjang derasnya luapan Sungai Alas atau Lawe Matang.
Jembatan yang memiliki bentang sekitar 100 meter tersebut dilaporkan terguling, bahkan sekitar 50 meter konstruksinya hanyut tersapu arus banjir.
“Pasca banjir November 2025, banyak hal yang menyisakan kesedihan bagi masyarakat kami. Jembatan Natam yang selama ini menjadi akses utama masyarakat hancur diterjang banjir. Kondisi tersebut sangat memengaruhi aktivitas dan perekonomian warga,” ungkap Hayadun.

Normalisasi Sungai Jadi Harapan Baru Masyarakat
Menurut Hayadun, dimulainya pekerjaan normalisasi Sungai Lawe Matang dan pembangunan tanggul merupakan langkah awal yang sangat dinantikan masyarakat Darul Hasanah.
“Hari ini tanda-tanda rehabilitasi akses jalan sudah mulai terlihat di depan mata. Kami merasa lega sekaligus terharu. Lega karena ada harapan dalam waktu relatif singkat masyarakat kembali dapat menggunakan kendaraan roda empat menuju kota untuk membawa hasil pertanian,” ujarnya.
Selain memperlancar distribusi hasil pertanian, pemulihan akses jalan juga sangat penting untuk mendukung aktivitas pendidikan, pelayanan kesehatan, serta mobilitas masyarakat sehari-hari.
“Anak-anak sekolah juga sangat membutuhkan akses transportasi yang memadai agar dapat tiba tepat waktu di ruang belajar. Inilah salah satu harapan besar masyarakat kami,” tambahnya.
Apresiasi Respons Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara
Camat Darul Hasanah turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara yang dinilainya telah mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kebutuhan mendesak pemulihan akses transportasi.
Meskipun debit air Sungai Lawe Matang belum sepenuhnya surut, pekerjaan awal pembangunan tanggul akhirnya dapat dimulai dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan.
“Kami sangat terharu karena pemerintah kabupaten mendengarkan keluhan masyarakat Darul Hasanah. Walaupun kondisi debit air belum sepenuhnya turun, pemerintah dengan penuh pertimbangan telah memulai pekerjaan tanggul yang nantinya diharapkan dapat dilanjutkan dengan pembangunan jembatan darurat,” jelasnya.
Hayadun berharap langkah awal tersebut menjadi momentum percepatan rehabilitasi akses jalan yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
Dukungan 28 Desa Jadi Kekuatan Bersama
Lebih lanjut, Hayadun mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, alim ulama, cendekiawan, tokoh masyarakat hingga warga dari 28 desa di Kecamatan Darul Hasanah, untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Menurutnya, pemulihan akses transportasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan juga membutuhkan dukungan moral dan kebersamaan seluruh masyarakat.
“Penantian panjang ini semoga membuahkan hasil yang optimal. Dengan kekuatan para tokoh agama, cendekiawan, dan energi masyarakat dari 28 desa, kita memiliki kepentingan bersama agar rehabilitasi akses jalan ini dapat segera terselesaikan,” katanya.
Ia bahkan mengajak masyarakat untuk memberikan perhatian sederhana kepada para operator alat berat yang bekerja di lapangan.
“Sebagai unsur pimpinan Tripika Darul Hasanah, kami ingin memberikan semangat kepada para pekerja. Kita tidak akan rugi memberikan air mineral sebagai pelepas dahaga bagi para operator yang sedang bekerja demi kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Berharap Cuaca Bersahabat dan Pekerjaan Berjalan Lancar
Mengakhiri keterangannya, Hayadun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar kondisi cuaca semakin membaik dan debit air sungai terus mengalami penurunan.
Hal tersebut dinilai sangat penting untuk mendukung keselamatan operator alat berat sekaligus memperlancar proses pengerukan dan pembangunan tanggul.
“Mari kita bersama-sama menadahkan tangan dan berdoa kepada Allah SWT agar curah hujan menurun sehingga para operator dapat bekerja dengan aman dan lancar menggunakan ekskavator di aliran sungai,” harapnya.
“Kita juga memohon kepada Yang Maha Kuasa agar senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, dan kekuatan kepada para pemimpin kita dalam menjalankan amanah, sehingga rehabilitasi akses jalan Darul Hasanah dapat terselesaikan tanpa hambatan,” pungkas Hayadun.
Dimulainya normalisasi Sungai Lawe Matang menjadi secercah harapan bagi masyarakat Kecamatan Darul Hasanah. Warga kini menantikan kelanjutan pembangunan tanggul dan jembatan darurat agar akses transportasi, aktivitas ekonomi, serta pelayanan masyarakat dapat kembali berjalan normal.
(Mamas Beroeh)

































