Asisten I Setda Aceh Lepas 33 EMT Terpadu Dihalaman Dinas Kesehatan Aceh ke Wilayah Bencana Aceh 

TARMIZI UMAR

- Redaksi

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:36 WIB

5091 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Aceh, Drs. Syakir, M.Si, melepas Emergency Medical Team (EMT) ke wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, Rabu pagi (17/12/2025), di halaman Dinas Kesehatan Aceh

TIMELINES INEWS Investigasi | Banda Aceh — Asisten I Bidang Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh, Drs. Syakir, M.Si, secara resmi melepas Emergency Medical Team (EMT) terpadu untuk bertugas di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor, Rabu pagi (17/12/2025). Pelepasan tim berlangsung di halaman Dinas Kesehatan Aceh dan turut dihadiri Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, SKM, M.Kes, serta sejumlah pejabat terkait.

Pada tahap awal penugasan, sebanyak 33 EMT terpadu diberangkatkan ke sembilan kabupaten/kota yang terdampak bencana di Aceh. Daerah tujuan meliputi Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Nagan Raya, serta Kota Lhokseumawe. Tim diberangkatkan menggunakan armada bus dan kendaraan Hiace dengan membawa perlengkapan pendukung pelayanan kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

EMT yang diturunkan terdiri atas dokter, perawat, bidan, petugas Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), tenaga kesehatan lingkungan, promosi kesehatan, serta tenaga kesehatan lainnya. Selain personel, tim juga membawa berbagai logistik kesehatan, di antaranya obat-obatan, emergency medical kit, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita, serta vitamin A untuk mendukung pemulihan kesehatan masyarakat terdampak.

Dalam arahannya, Syakir menegaskan bahwa kondisi wilayah terdampak hingga kini masih memerlukan dukungan besar dari seluruh pihak, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan penguatan pelayanan kesehatan. Ia menyebutkan bahwa bencana tidak hanya berdampak pada masyarakat, tetapi juga turut melumpuhkan aparatur pemerintahan dan tenaga kesehatan setempat.

Syakir mengungkapkan, dirinya bersama Sekretaris Daerah Aceh telah meninjau langsung sejumlah daerah terdampak, mulai dari Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Kota Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa, hingga Aceh Tamiang. Tim peninjau juga sempat memasuki wilayah Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah.

“Dari seluruh daerah yang kami kunjungi, kondisi paling parah terjadi di Aceh Tamiang. Pemerintahannya lumpuh, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, puskesmas, hingga desa,” ujar Syakir.

Ia menjelaskan bahwa banyak aparatur pemerintahan dan tenaga medis di Aceh Tamiang turut menjadi korban bencana. Akibatnya, pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan, tidak dapat berjalan optimal. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 15 puskesmas di 12 kecamatan di Aceh Tamiang masih belum berfungsi.

“Kehadiran tim EMT ini diharapkan dapat mengaktifkan kembali pelayanan kesehatan di tingkat kecamatan, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan layanan medis darurat,” katanya.

Syakir juga menyampaikan rencana pembentukan pelayanan terpadu yang mengintegrasikan layanan kesehatan, dapur umum, serta distribusi logistik untuk memaksimalkan penanganan bencana di lapangan. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci percepatan pemulihan wilayah terdampak.

Selain Aceh Tamiang, perhatian khusus juga diberikan kepada beberapa kecamatan di Aceh Utara, seperti Kecamatan Langkahan, Jambo Aye, Baktiya, dan Sawang, yang masih membutuhkan dukungan intensif.

Ia menegaskan bahwa peran EMT tidak hanya sebatas pelayanan kesehatan fisik, tetapi juga memberikan dukungan psikologis kepada tenaga medis dan masyarakat setempat yang berpotensi mengalami trauma akibat bencana. Syakir juga meminta tim untuk terus memperbarui data pos pelayanan terpadu, termasuk koordinat lokasi, guna memudahkan koordinasi dan distribusi bantuan.

Di akhir arahannya, Syakir mengingatkan pentingnya pemantauan kesehatan di posko pengungsian untuk mencegah potensi munculnya penyakit yang dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB). Khusus di Aceh Tamiang, ia meminta petugas mewaspadai kondisi lingkungan yang dipenuhi debu serta memastikan penggunaan masker, mengingat keterbatasan akses logistik dan belum beroperasinya fasilitas umum di sejumlah wilayah terdampak. *[Yahbit]

Sumber: Dinkes Aceh

Berita Terkait

Walikota Langsa Ajak Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
MPU Aceh Perkuat Pemahaman Fatwa Pendidikan bagi Kepala Sekolah di Aceh
Tahapan Pilchiksung, Dua Calon Geuchik Serambi Indah Resmi Kantongi Nomor Urut
Respon Laporan Warga, Satpol PP-WH Kota Langsa Bongkar Tiang Baliho yang Nyaris Roboh
Walikota Langsa Serahkan Bantuan Seragam Sekolah untuk Anak Yatim Piatu di Gampong Jawa
Perkuat Mutu PAUD dan PKBM, Disdikbud Aceh Utara Gembleng Ratusan Peserta Lewat Bimtek KSP dan Akreditasi
Haji Uma Turun Tangan, Tiga ART Asal Aceh Korban Penyiksaan di Malaysia Dapat Perlindungan KJRI
Bupati Aceh Utara Dorong Revisi UUPA dan Perpanjangan Dana Otsus di Hadapan Komisi II DPR

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:20 WIB

Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Satops Patnal Lapas Kelas IIB Padangsidimpuan Gelar Razia Insidentil

Jumat, 19 Juni 2026 - 01:01 WIB

Implementasi 15 Program Aksi, Kanwil Ditjenpas Sumut Sukseskan Bedah Rumah Warga Medan

Jumat, 19 Juni 2026 - 00:53 WIB

Kanwil Ditjenpas Sumut Resmikan Hasil Program Bedah Rumah, Wujud Nyata Kepedulian Pemasyarakatan bagi Masyarakat

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:33 WIB

Kapolres Pematangsiantar Turun Langsung Pengecekan TKP Kebakaran Kios di Pasar Dwikora Parluasan

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:28 WIB

Gagalakan Peredaran Narkoba, Polres Pematangsiantar Amankan Dua Pemilik Sabu 6,69 Gram

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:24 WIB

Polres Pematangsianțar Ringkus Residivis Narkotika Miliki 13 Butir Ekstasi

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:20 WIB

Kapolres Pematangsiantar Hadiri Pelepasan Anak Didik PAUD-SAB se Kota Pematangsaintar T.A 2025/2026

Kamis, 18 Juni 2026 - 22:11 WIB

Rakernis Humas Polda Sumut, Penguatan Komunikasi Publik Jadi Kunci Kepercayaan Masyarakat

Berita Terbaru