TLii | SUMUT | PT PELINDO SPMT PELABUHAN BELAWAN
29/12/2025
TIMELINES INEWS INVESTIGASI, Medan, Desember 2025 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) terus menegaskan komitmen dan konsistensinya dalam melakukan standarisasi serta transformasi pengelolaan pelabuhan nonpetikemas. Salah satu langkah strategis yang dijalankan adalah terminalisasi, sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan operasional kepada para pengguna jasa.

Terminalisasi merupakan peningkatan kemampuan pengoperasian fasilitas pelabuhan dari layanan barang umum (general cargo/multipurpose) menjadi fasilitas yang dioperasikan secara lebih khusus (dedicated), seperti untuk melayani angkutan curah cair, curah kering, kendaraan, maupun RoRo (Roll on/Roll off). Kebijakan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 50 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Laut.
Direktur Operasi Pelindo Multi Terminal, Arif Rusman Yulianto, menjelaskan bahwa terminalisasi menjadi bagian penting dari inisiatif strategis perusahaan.
“Terminalisasi merupakan inisiatif strategis yang sangat penting untuk diimplementasikan, khususnya bagi layanan yang membutuhkan keandalan, kecepatan, keamanan, serta tingkat kontrol yang tinggi. Implementasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pelabuhan dan berdampak langsung pada meningkatnya kepercayaan pengguna jasa,” ujar Arif.
Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Pelindo Multi Terminal telah menerima Surat Keputusan Pengoperasian Fasilitas Pelabuhan atas perubahan fungsi fasilitas dari barang umum menjadi fasilitas khusus.
Persetujuan ini diberikan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), meliputi Terminal Curah Cair 3 dan Terminal Curah Kering di Terminal MTP01 Branch Bumiharjo Bagendang oleh KSOP Kelas IV Kumai, serta Terminal Curah Kering Mooring Buoy Bosowa dan Mooring Buoy Indocement Branch Lembar oleh KSOP Kelas III Lembar pada November 2025.
Hingga saat ini, pengembangan terminalisasi di lingkungan Pelindo Multi Terminal Group telah diterapkan di 44 terminal yang meliputi terminal curah cair, curah kering, dan kendaraan.
Terminal-terminal tersebut tersebar di 14 branch, yaitu Belawan, Dumai, Bengkulu, Pontianak, Panjang, Teluk Bayur, Tanjung Intan, Tanjung Emas, Gresik, Jamrud Nilam Mirah, Lembar, Trisakti, Bumiharjo Bagendang, dan Makassar.
Implementasi terminalisasi terbukti memberikan dampak positif terhadap kinerja operasional. Hingga November 2025, tercatat rata-rata peningkatan produktivitas pelabuhan Ton/Ship/Day (T/S/D) sebesar 21,52%, serta percepatan waktu sandar kapal (port stay) sebesar 21,28%.
“Melalui terminalisasi sebagai bagian dari transformasi pelabuhan, kami berkomitmen membangun ekosistem layanan pelabuhan yang lebih modern, produktif, dan bernilai tambah. Langkah ini memperkuat peran Pelindo Multi Terminal dalam mendukung konektivitas dan logistik nasional, sekaligus menjawab dinamika kebutuhan industri yang terus berkembang,” tutup Arif.
(***)
































